[Oneshoot] 24 Hours Marriage

 

Author : PLisMe/ dugeunkyoo

Cast       :

– Kim Kirin

– Kim Sunggyu

– And their family

Genre    : Romance, sad

Author note : FF yang terinspirasi dari kisah nyata yang aku baca di majalah ibuku. Mian kalo kata-katanya gombal banget. Aku ga bisa bikin FF romance😦 Gomawo buat yang udah baca FF ini.

 

Kim Kirin POV

Seperti biasa, malam itu aku turun ke ruang makan untuk makan malam bersama appa dan eomma. Tapi tidak seperti biasanya, ekspresi mereka aneh dan terlihat sangat serius.

“Appa, eomma…. Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat sangat tegang?” tanyaku saat makan malam berlangsung.

“Apa benar kami seperti itu? Eomma biasa saja.” Tanya eomma.

“Appa, eomma, jangan berbohong kepadaku!” aku mendesak mereka.

“Ne, ne. Tapi setelah Appa mengatakannya, kamu tidak boleh berteriak, ataupun marah. Arraso?” kata Appa mewanti-wanti padaku.

“Ara, ara.”

“Jadi begini, Kirin. Tadi pagi, ada keluarga dari sahabat appa datang ke sini. Mereka ke sini denan maksud tertentu. Anak mereka, namja, ingin menikah denganmu.” Terang Appa.

“MWO?? Bagaimana bisa??” aku histeris.

“Kirin, jangan marah-marah pada Appamu.” Eomma berusaha menenangkanku.

“Nugu? Siapa namja itu, appa? Siapa namja yang ingin menikahiku?” aku kembali berteriak.

“Kirin, kau mungkin tidak mengenalnya. Tap dia mengenalmu dengan baik.” Appa berusaha sabar dengan sikapku.

“Ne, appa. Tapi siapa namanya? Berapa umurnya?” aku mulai tidak sabaran.

“Namanya Kim Sunggyu. Dia adalah seniormu si SMP, SMA, bahkan kuliah. Umurnya 21 tahun dan baru saja lulus kuliah. Sekarang dia bekerja di perusahaan appanya.” Appa menerangkan dengan rinci.

“Seperti apa wajahnya? Apakah dia tampan?” aku berpikir setidaknya meski aku tidak mengenalnya, dia adalah seorang yang tampan.

“Kau ini! Tadi marah-marah! Sekarang malah bertanya dia tampan atau tidak!” hardik eomma padaku.

“Aku kan hanya ingin tahu eomma. Apa eomma tega menikahkanku dengan namja yang jelek?” aku memasang wajah memelas.

“Dia sangat sangat sangat tampan. Lihat ini!” eomma menyodorkan sehelai foto padaku.

“Apa apaan ini! Kenapa fotonya dari belakang!” aku marah lagi ketika melihat fotonya.

Coba bayangkan, foto itu diambil dari belakang namja bernama Kim Sunggyu itu. Dia sedang memakai jas hitam. Kau menyimpulkan dia sedang di kantornya, bekerja. Rambutnya coklat tua. Dari belakang sepertinya dia namja yang tampan. Kalau begini aku mau menikah dengannya. Hehehehehe…….

Kim Kirin POV End

—–

Kim Sunggyu POV

Malam ini setidaknya satu per entah berapa dari kecemasanku sudah hilang. Aku sudah melamarnya meski tidak secara langsung di depannya. Aku terlalu pemalu untuk itu. Tapi aku benar-benar mencintainya. Aku sudah memperhatikannya sejak menjadi seniornya di SMP.

KIM KIRIN

Satu nama itulah yang selalu terukir di hatiku. Selalu ada dalam benakku. Tak ada nama lain yang berhasil menggeser kedudukan abadinya di hatiku. Hanya dia seorang.

“Sunggyu….” panggil appa yang sudah berada di ambang pintu kamarku.

“Ne, ada apa?” aku menoleh ke arah appa.

“Sahabat appa, Kibum baru saja menelepon.” Appa duduk di pinggir kasurku.

“Jinjja?? Apa yang Kim ahjushi katakan?” aku menjadi bersemangat.

“Kirin mau menikah denganmu. Meski sebelumnya sempat menolak.”

“Yeaaahhhhhh……!!!” aku melompat-lompat di kasur karena terlalu senang.

“Sudah, jangan hiperbolis. Kami sudah memutuskan akan menikahkan kalian lusa.”

“Lusa? Apa dia sudah siap?” aku kembali terdiam.

“Siap tidak siap dia harus mau. Appa sudah benar-benar ingin memilki anak perempuan dan seorang cucu tentunya.” Appa tersenyum.

“Ya sudahlah, aku ikut kata appa saja.”

—–

Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Kirin. Jantungku berdebar-debar menunggu kedatangannya di gereja kecil ini. Hanya beberapa orang terdekat yang kami undang. Kami menikah di sebuah gereja kecil yang kental dengan suasana klasik. Jauh dari kota dan di atas perbukitan. Udaranya sangat sejuk. Rencanya aku akan mengajaknya tinggal di sini selama satu minggu. Mungkin bisa disebut honeymoon. Hehehe……

Lihat itu! Kirin terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya. Wajahnya berseri-seri dan tersenyum menatap semua orang yang hadir. Di mataku, dia seperti bidadari yang baru turun dari surga.

Kim Sunggyu POV End

—–

Kim Kirin POV

Aku memasuki gereja kecil ini. Kakiku gemetar saking gugupnya aku. Aku gugup dan berpikir yang tidak tidak. Berpikir nanti aku akan tersandung karena gaunku. Nanti aku akan pingsan saat melihatnya. Atau mungkin tiba-tiba dia berkata ‘saya tidak bersedia’. Pikiranku benar-benar kacau. Aku mengangkat wajahku dan melihat wajahnya. Kim Sunggyu. Kuakui dia sangat tampan. Apalagi ditambah dengan memakai tuksedo seperti itu. Aisshhh… Dia sangat tampan.

Ketika dia menggandeng tanganku, aku merasa seperti melayang. Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Apa ini yang disebut love at the first sight? Sepertinya iya. Dan akhirnya kami mengucapkan janji suci. Kami sudah resmi menikah sekarang!

Setelah semuanya selesai, kami pergi ke villa milik Sunggyu Oppa. Sekarang aku harus memanggilnya Oppa, mungkin suatu saat bisa chagi atau yeobo. Orangtua kami turut serta menemani kami di villa. Bersama-sama akan lebih seru.

Seharian ini kami bersenang-senang. Menonton film bersama hingga memasak bersama. Dan inilah yang kutakutkan. Malam pertama. Jam delapan aku dan Sunggyu Oppa sudah masuk kamar. Aku gugup sekali. Tidak ada yang memulai pembicaraan membuat suasana sepi menceka.

“Kirin, aku mandi duluan.” Sunggyu Oppa beranjak ke kamar mandi.

“Oppa! Handuknya!”aku mengambil handuk dari koper bergambar kartun Sinchan.

“Oh, ne. Aku hampir saja lupa.” Sunggyu Oppa mengambil handuk itu.

Setelah Sunggyu Oppa menutup pintu kamar mandi, aku segera membuka koper. Aku akan menyiapkan pakaian untuknya. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Hadiah piama dari eomma! Aku membuka kotak berisi piama yang tadi diberikan eomma. Piama ini imut sekali. Berwarna biru dan pink. Bergambar beruang. Aku meletakkan piama biru di atas tempat tidur.

“Kirin, ayo mandi.” Sunggyu Oppa sudah keluar dari kamar mandi.

“Ne, Oppa. Aku sudah siapkan bajunya.” Aku melihatnya yang hanya memakai handuk.

“Gomawo.” Sunggyu Oppa mengacak-acak rambutku.

Malam ini, aku dan Sunggyu Oppa benar-benar melakukannya. Aku malu sekali.

—–

Aku bangun sekitar jam lima pagi. Kulihat Sunggyu Oppa masih tertidur lelap. Kusadari wajahnya terlihat pucat. Seperti orang demam. Kupikir itu hanya karena udara yang terlalu dingin saat malam hari. Tapi aku benar-benar cemas padanya. Takut terjadi apa-apa.

Aku pun segera mandi dan menyiapkan sarapan. Aku memang tidak jago dalam hal memasak. Tapi kalau sekedar sarapan biasa aku bisa. Sarapan kali ini akan ada enam orang. Bertambah dua kali lipat dari yang biasanya hanya tiga orang. Aku, appa, dan eomma.

Sarapan sudah siap. Jam sudah menunjukkan jam enam. Matahari sudah terbit dan bersinar cerah. Kami berlima sudah duduk di meja makan. Hanya Sunggyu Oppa yang belum bangun. Sudah kujelaskan pada semuanya sepertinya Oppa sakit. Tapi mereka tetap memaksa. Kami harus duduk bersama-sama sebagai sebuah keluarga baru. Maka aku membangunkan Sunggyu Oppa dengan terpaksa.

“Oppa, ayo bangun. Semua sudah menunggu.” Bisikku di telinganya.

“Mmmm….. ne.” Akhirnya dia bangun juga.

Kuperhatikan wajahnya lgi. Benar-benar pucat. Aku menanyainya apakah dia sakit dan dia hanya menjawab tidak. Dia juga tidak mau mengecewakan semua yang sudah menunggu jadi dia benar-benar ikut duduk di meja makan. Berkali-kali dia terbatuk-batuk. Aku semakin khawatir saja.

Seusai sarapan, aku dan Oppa duduk di teras villa. Kami memandang penjuru bukit dari atas sini. Gereja tempat kami menikah kemarin juga terlihat dari sini. Benar-benar pemandangan yang menarik.

“Rin…” gumamnya.

“Ada apa?”

“Aku mengantuk sekali. Aku ingin tidur.” Katanya dengan suara parau.

“Tidurlah, Oppa. Kuantar ke kamar.” Aku hampir beranjak ketika tangannya menahanku.

“Jangan pergi. Aku ingin tidur di pundakmu.”

“Gwaenchana, Oppa. Tidurlah.” Aku menepuk kepalanya yang ada di pundakku.

“Rin. Kim Kirin. Saranghaeyo. Yeongwonhi.” Ucapnya sebelum benar-benar tertidur.

“Nado saranghae, Oppa.” Balasku.

Hampir dua jam kami tetap pada posisi awal. Tapi kurasakan ada yang janggal. Tubuh Sunggyu Oppa terasa sangat dingin. Aku takut terjadi sesuatu dengannya. Aku menggoyang-goyangkan badannya agar ia bangun. Tapi dia tak kunjung bangun. Oppa, jangan tinggalkan aku. Aku mulai menangis. Dengan histeis aku memanggil-manggil nama Sunggyu Oppa. Berharap ini hanya lelucon dan dia akan bangun. Eomma yang pertama menghampiriku. Setelahnya aku tidak ingat apa-apa. Semuanya terasa gelap.

—–

Dua tahun sudah Sunggyu Oppa meninggalkanku. Hari ini tepat peringatan dua tahunnya. Aku meletakkan setangkai mawar merah di makamnya. Dalam gendonganku, bayi mungil nan tampan tengah tertidur. Dialah anakku dari Sunggyu Oppa. Usianya satu tahun.

Meski hanya 24 jam saja mengenalnya.

Meski hanya 24 jam saja aku dapat bertatap muka dengannya.

Meski hanya 24 jam waktuku dan dirinya.

Meski hanya 24 jam lamanya pernikahan kami.

Meski aku hanya mengucapkan kata ‘saranghae’ satu kali sepanjang 24 jam kami bersama.

Aku yakin, Sunggyu Oppa tahu betapa besarnya cintaku padanya.

Aku yakin, Sunggyu Oppa juga mencintaiku sebesar aku mencintainya.

It’s my 24 hours marriage

.

.

.

.

.

 END

Tu kaaannn!!! Kalimatnya gombal banget. Apa kalian mau muntah??? Hehe ^^

2 thoughts on “[Oneshoot] 24 Hours Marriage

  1. ya ampunnn gak nyangka bakalan sad ending begini… aku kira bakalan happy ending T__T
    tp kayaknya alurnya kecepetan chinguu… hhe #miann
    buat ff infiniteu yg lain ya.. hwaiting~!! ^^

    • hehehe… aku bisanya bikin sad ending, temenku sampe marah gara gara aku bikinnya sad ending… kecepetan karena waktu nulis ini belum jago, sekarang juga belum jago nulis ^^
      makasih ya.. request-an kamu menyusul ya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s