[Drabble] Memories

Author note :

Cuma sebuah drabble yang dibuat dalam kesenggangan. Waktu jam pelajaran kosong dan minjem netbook temen. Dengerin lagu galau sambil ngetik dan hasilnya drabble sad. FF yang castnya temenku, so FF ini buat dia ^^. Happy Reading!!

——

Haera terduduk. Matanya terpejam dan tangannya menangkup di depan dada. Batinnya memanjatkan doa. Air mata mengalir. Ia terisak. Bahunya berguncang. Kedua telapak tanggannya menutupi wajahnya. Isakan tak berhenti terdengar. Isakan memilukan. Ia ingin kuat. Tapi tak bisa. Ia ingin berpaling. Tapi tak sanggup. Ia ingin melupakan. Tapi tak mampu.

Sepasang tangan menepuk bahunya. Membantunya berdiri dari keterpurukan. Tangan seorang namja yang membantunya bangkit. Namja itu memapah Haera menuju mobil. Tangisan Haera tak kunjung berhenti. Namja itu maklum. Ia juga pernah merasakan yang sekarang dialami Haera. Bahkan mungkin lebih parah.

Ingatan Haera melayang. Kembali ke masa lalu. Masa-masa bahagianya. Bersama seorang yang dikasihinya. Seorang yang membuatnya bahagia. Seorang yang selalu ada untuknya. Seorang yang selalu tertawa untuk menghiburnya. Lee Jinki lah seorang itu.

Jinki menarik tangan Haera. Mereka berlarian berdua di halaman yang luas itu.Tawa riang terdengar. Celotehan bersahutan. Tangan mereka tertaut. Seolah tak akan dilepaskan. Eratnya hubungan mereka seerat gandengan tangan mereka. Mereka lelah. Mereka merebahkan diri di hamparan rumput. Menatap langit biru.

“Jinki…” Haera memanggil Jinki lemah.

“Ne, waeyo?”

“Apa kau, benar-benar harus pergi? Aku tak sanggup kehilanganmu.”

“Aku hanya pergi ke seberang benua, Haera. Kita tak akan terpisah selamanya.”

“Tapi aku tetap tidak mau…” Haera merajuk—kebiasaannya.

“Kita akan terus berkomunikasi. Jangan takut. Selamanya aku akan di sisimu. Aku akan abadi di hatimu. Lautan saja tak akan memisahkan kita.” Jinki mengelus pelan rambut Haera.

“Jinki jangan berbicara seperti itu. Aku jadi takut.”

“Takut kenapa?”

“Takut kalau Jinki akan meninggalkanku selamanya. Takut Jinki tak akan pernah ada di sisiku lagi.”

“Jangan takut. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan terus dan abadi di hatimu? Berpikirkan positif, Haera.”

Ketakutan terus membayangi Haera. Ia tak rela Jinki pergi ke Amerika untuk melanjutkan studi. Haera tak ingin berpisah dengan Jinki. Namja itu sudah bersamanya seumur hidupnya. Haera dan Jinki bagai amplop dan perangko. Tak bisa dipisahkan. Mereka bahkan tinggal dalam satu atap, rumah Haera.

Tiga hari setelah itu, Jinki berangkat ke Amerika. Sama halnya Haera, Jinki juga tak ingin pergi. Sekolah di Amerika ini bukanlah pilihannya. Melainkan pilihan appanya, yang terbaik menurut appanya adalah di Amerika. Jinki hanya menurut. Toh ini tak akan lama. Ia hanya perlu belajar, saat liburan ia akan kembali ke Korea.

Seminggu setelah Jinki di Amerika, semuanya baik-baik saja. Sampai Haera bermimpi buruk. Di dalam mimpinya ia bertemu Jinki dalam balutan pakaian putih. Mereka berada di tempat yang seperti di atas awan. Jinki terlihat begitu bercahanya. Tapi tiba-tiba Haera berada di tempat yang sangat ramai. Suara klakson mobil begitu memekakkan telinga. Suara sesuatu yang tertabrak. Dan Haera melihat Jinki bersimbah darah. Ia pun terbangun.

“JINKIIIIIIIIIII!!!!!” Haera reflek berteriak memanggil nama Jinki.

Esoknya, terdengar kabar Jinki mengalami kecelakaan saat menyebrang jalan. Ia tertabrak oleh mobil. Jinki meninggal ketika dalam perjalanan di rumah sakit. Dalam tidur abadinya, Jinki tersenyum. Bahagia, sepertinya itulah perasaannya ketika meninggal. Sebelum mengalami kecelakaan, Jinki membeli cincin. Sebuah cincin yang akan digunakannya untuk melamar Haera. Sayang, semua rencananya gagal. Sang Kuasa tak memberinya waktu untuk hidup lebih lama lagi.

Dan di sinilah Haera. Duduk dalam mobil bersama Jonghyun. Meninggalkan sebuah tempat yang disebut pemakaman. Tempat yang selalu Haera kunjungi tiap minggunya bersama Jonghyun. Jonghyun namja yang baik. Mereka hanya bersahabat. Jonghyun juga pernah kehilangan. Kehilangan yeojachingunya. Mereka senasib. Mereka membantu satu sama lain untuk bangkit.

THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s