[Drabble] Jeonbu Geotjimal / It’s All Lies

Author : dugeunkyoo

Cast : Lee Joon, Kim Younji

Genre : Sad (?)

Author Note : Sebuah fanfiction alay dengan cast perdana seorang member MBLAQ yang sangat saya cintai, JOON!! *tepuk tangan. Ini fanfiction 3G, GALAU, GAJE, GINJAL (Ren) #abaikan

—–

Aku tertegun. Dan aku berpikir. Mencari-cari titik baik dalam hidupku. Tak ada. Semuanya hitam. Aku berharap, ada sebuah titik putih di sana. Memang, hidupku gelap. Pekat. Sampai seorang yeoja datang menjadi lampu penerangku. Yeoja itu, berada di dalam sana. Terpisah oleh dinding. Aku, berada di luar. Di bawah guyuran air hujan. Sedari tadi, ia berdebat dengan appanya. Aku masih bisa mendengarnya samar-samar. Hingga perkataan appanya menohok hatiku.

“Dia itu hanya namja berandalan! Tak bisa diandalkan! Kalau menikah dengannya, kau ini mau makan apa? Batu? Appa tak suka dengannya! Kau mau membuat penyakit jantung appa kambuh gara-gara melihatmu dengannya?!”

Saat itulah aku sadar. Aku terlalu jauh dengannya. Dia putri yang cantik, sedangkan aku si miskin yang buruk rupa. Bena-benar menyedihkan. Aku beruntung mendapatkannya. Dan ia sial mendapatkanku. Kenapa ia mau menerima namja sepertiku? Apa karena ia kasihan padaku? Atau ia benar-benar mencintaiku? Ucapan appanya membuatku sadar. Appanya tak merestuiku. Aku sudah ditolak oleh keluarganya.

Aku berjalan menjauh. Dengan hati hampa. Dengan perasaan tak menentu. Dengan pikiran kacau. Aku harus melepasnya. Aku harus mengalah demi appanya. Tak apa. Tak apa, Joon. Semua akan baik saja.

Aku mengajak ia bertemu. Saat matahari terbenam di pinggir Sungai Han. Tempat kencan favorit kami. Tempat kami menghabiskan malam. Tempat kami saling berkeluh kesah. Tempat dengan banyak kenangan manis yang akan dinodai oleh kenangan buruk.

“Joon!” aku melihatnya. Melambai dengan tersenyum ceria. Mengenakan dress bunga-bunga. Ia sangat-sangat cantik.

“Hei, Younji! Kemarilah!” panggilku.

“Ada apa, Joon? Kemarin kita kan baru bertemu.”

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Aku memberikan saputangan hitam padanya. Matanya menatapku. Seolah meminta jawaban.

“Mianhae, Younji. Aku sudah membohongimu. Aku tak pernah mencintaimu. Kau hanya mainanku. Taruhanku pada temanku.” Ia terperangah.

“Oppa!” ini pertama kalinya ia memanggilku oppa. “Kau bohong kan? Itu tidak benar kan? Oppa! Itu tidak mungkin! Kita saling mencintai, oppa! Katakan padaku itu hanya lelucon! Katakan oppa!” Younji menggoyang tanganku. Matanya sembab, penuh airmata. Ingin aku menyekanya. Tapi aku tak bisa.

“Itu benar Younji. Jadi daripada kau terlanjur memberi harapan tinggi padaku, aku mengatakan yang sebenarnya. Mianhae…” aku beranjak.

“Oppa! Jangan tinggalkan aku! Bawa aku bersamamu oppa! Aku tak peduli jika kau sudah tak mencintaiku! Aku ingin bersamamu! ”

“Kehidupanku sangat gelap, Younji. Tak baik untukmu.” Aku masih mempertahankan wajah datar.

“Oppa!”

Aku hanya diam. Maaf Younji. Aku bukan namja baik-baik. Bahkan aku tak yakin apa aku benar-benar namja. Hatiku, pecah berkeping-keping. Mianhae, Younji. Mianhae. Setidaknya dengan namja lain kau akan hidup lebih baik dan berkecukupan.

Sejak saat itu, aku kembali masuk ke dalam dunia gelap. Saat bersama Younji, aku berusaha keluar dari dunia gelap. Tapi sekarang, saat hatiku hancur, aku butuh dunia itu. Dunia penopangku. Bermain dengan banyak yeoja. Mengabaikan telepon dan sms yang masuk dari Younji. Melupakan Younji meski aku tak pernah bisa.

Annyeong haseyo, nae sarang🙂

Younji, aku bukan namja yang baik untukmu. Aku hanya namja dari dunia gelap yang mendapat penerang sepertimu. Aku sadar, kita berbeda jauh. Tapi apa daya, aku mencintaimu. Kau juga mencintaiku kan?

Malam itu, aku mendengar perdebatanmu dan appamu. Appamu tak menyukaiku, tak merestuiku. Itu membuatku down. Aku bertekad harus melepaskanmu agar appamu senang. Younji, turutilah appamu. Senangkanlah appamu. Aku tak pernah merasakan memiliki seorang ayah dan aku iri padamu. Bersyukurlah kau mempunyai appa. Aku ingin bisa menyenangkan appa, sayang aku tak punya, jadi keinginanku itu harus kau kabulkan. Berjanjilah kau akan menyayangi dan menyenangkan appamu.

Younji,mian aku membohongimu. Mianhae… Aku masih mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Bahkan hingga ketika aku menulis surat ini, jantungku masih berdetak untukmu. Kau hidupku Younji. Saranghae…

Lee Changsun (Joon)

Kini, hidupku telah berakhir. Aku hanya perlu menunggu malaikat maut datang untuk mencabut nyawaku. Berbotol-botol minuman keras berserakan di sekitarku. Berbagai obat penenang sudah kutelan. Aku overdosis. Gelisah menunggu ajal menjemput. Selamat tinggal dunia. Selamat tinggal Younji.

Ah, itu dia malaikat mautnya. Dia lama sekali. Membuatku harus meregang nyawa terlalu lama.

“Hoi! Kau ini lambat sekali!”

 

~END~

a/n : jiaahahaha…. endingnya keren kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s