[Part 1] Fight for Love – 2Min

Author : dugeunkyoo

Title : Fight for Love

Main Cast : Taemin, Minho, Krystal

Cameo : Jinki, Key

Genre : Genderswitch, galau

Note : Mian lama….

—–

Begitu turun dari mobil, aku bisa melihat sekolah lebih ramai dari biasanya. Terlihat beberapa mobil van yang kuketahui mobil dari salah satu stasiun tv. Ada apa ini? Minho dan Krystal kah? Beberapa kru menyiapkan kamera, sisanya membolak-balik tumpukan kertas, mondar-mandir ke sana ke mari, ada juga yang sibuk bersama handphonenya.

Aku hanya terpaku tepat di depan gerbang ketika kurasakan tangan melingkar di pundakku. Aku menoleh, Krystal tersenyum padaku lalu pada kamera.

“Annyeong! Ini sahabatku, Taemin!” aku kaget dan hanya tersenyum. “Dia cantik kan? Dia juga pandai menyanyi dan menari!” Krystal terus saja—atau  dia hanya berpura-pura—memujiku.

Aku kembali tersenyum, “Tak usah berlebihan.”

Membungkuk sekilas dan aku cepat-cepat menghindar dari sorotan kamera.

“Taemin hanya malu,” Krystal menggembungkan pipinya.

Love Story, reality show baru kah? Apa mereka akan meliput kehidupan cinta Minho dan Krystal? Apa-apaan lagi ini? Apakah setelah ini mereka akan mengikuti We Got Married??

Begitu bel istirahat berbunyi, aku cepat-cepat keluar kelas sebelum ada adegan lovey dovey di sini. Dan saat aku keluar kelas, beberapa kru memasuki kelas. Sebelumnya hanya satu kameramen saja yang boleh masuk agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Aku menuju tempat favoritku, kantin.

Makan adalah hobiku. Aku tak pernah peduli pada beratku, karena memang aku susah gemuk. Aku tidak seperti yeoja kebanyakan yang akan histeris jika berat badan mereka naik. Aku bukan tipe yeoja yang suka diet menyiksa diri sendiri. Makan akan membuatku lebih tenang.

“Oppa! Kau mau makan apa?” seru Krystal.

Aish! Kenapa juga mereka ke kantin?? Membuat mood makanku hilang saja.

“Oppa, itu ada Taemin! Ayo duduk bersamanya!”

Aku makin mengerucutkan bibirku.

“Taemin! Bolehkah kami duduk di sini?” aku hanya mengangguk sambil tersenyum canggung.

Mereka pun duduk di depanku. Berbincang-bincang tanpa memperdulikanku di sini. Aku menatap mereka sebal. Oke, mereka selebritis dan aku hanya orang biasa. Tapi mereka juga tak bisa seenaknya sendiri! Meminta duduk di mejaku lalu mengabaikanku begitu saja T.T

@BananaYeoja aku terabaikan T.T

“Hei, Taemin, apa kau sudah kenal dengan Minho Oppa sebelumnya?” akhirnya ia berbicara padaku juga.

“Eo? Aku hanya sekedar mengenal namanya saja. Dan hanya mendengar beberapa berita tentangnya,” aku menyeruput susu pisangku.

“Berita apa? Apa itu berita besar?” Krystal terlihat tertarik.

“Bukan, bukan berita besar. Hanya tentang Minho yang pernah memakai sepatu warna pink ke sekolah…”

“Benarkah? Kenapa aku tak pernah dengar ya??”

See? Krystal tak tahu apa-apa tentang Minho. Berita itu sangat ramai diperbincangkan di sekolah dulu. Satu sekolah menertawakan Minho karena itu. Dan Krystal bahkan tak tahu apa-apa?? Dulu, aku dan Minho mengadakan taruhan, siapakah yang bisa mendapat nilai sempurna dalam pelajaran science. Aku menang dan hanya menantang Minho untuk memakai sepatu pink ke sekolah.

“Beritanya memang tak heboh.”

“Oh, ini tiket untukmu,” Minho mengulurkan sebuah undangan padaku.

“Album baru? Malam sabtu? Lima hari dari sekarang dan kau hanya bersantai-santai?” tanpa sadar aku menggunakan banmal padanya.

“Ya! Taemin bicara yang sopan!” hardik Krystal. “Cut bagian ini,” ia berkata pada kru.

“Tak apa Krystal. Aku sudah berlatih keras selama enam bulan terakhir. Sekarang aku hanya perlu berlatih sedikit-sedikit, jadi aku sudah bisa santai.”

“Mianhae… Aku pasti akan datang,” aku tersenyum.

“Tentu saja, kau kan sahabatnya Krystal,” aku bukan sahabat Krystal. Aku sahabatmu, Minho.

“Ini tiket VVIP lo! Berterima kasihlah! Kau akan duduk dengan banyak artis terkenal! Termasuk diriku ini!”

“Ne, gomawo, Minho, Krystal.”

“Dan satu lagi! Kau tahu desainer terkenal Kim Keybum? Dia juga akan datang dan aku akan duduk di sebelahnya! Ia desainer yang hebat, ia desainer untuk Minho. Iya kan, Minho? Aku pun sangat menyukai rancangannya, ” aku mengulum senyum.

“Ne, aku akan memakai rancangannya nanti,” timpal Minho.

Aku kembali tersenyum. Sebenarnya aku menahan tawa. Dua orang ini tak tahu kalau Kim Keybum adalah kakak iparku. Aku jauh mengenal Key Eonni daripada mereka.

“Aku juga menyukai rancangannya. Lihat ini, gelang rancangannya. Eksklusif!” aku memamerkannya pada Krystal.

“Bagus sekali! Minho! Belikan aku satu!” Krystal meraih tanganku dan melihatnya. “Kenapa ada tulisan to nae lovely dongsaeng, Lee Taemin?”

“Itu oppaku yang membelikan, ia memesan khusus untukku,” aku berbohong. Itu hadiah langsung untukku dari Key Eonni.

“Kau sangat beruntung… Minho pokoknya belikan aku satu! Dan berikan padaku saat kau konser! Pasti akan romantis, saat lagumu diputar kau turun dan menggandeng tanganku lalu memberikan gelang atau cincin atau kalung padaku! Aw, romatis!” Krystal sudah sibuk berkhayal.

“Aku lupa belum mengerjakan PR, aku duluan,” aku berdiri dan membungkuk.

@BananaYeoja aku tak akan membencimu, sahabatku… Apapun yang kau lakukan padaku

—–

“Eonni! Jemput aku di sekolah!”

“Taeminnie, eonni sibuk…”

“Jemput aku! Aku tak mau tahu!”

“Tae…”

“Tae, pulanglah sendiri. Eonni-mu sedang sibuk.”

“Oppa… aku malas pulang sendiri! Sudah jarang ada bus! Kenapa tidak Oppa yang menjemputku?”

“Oppa juga sibuk.”

Tut… Tut… Tut…

“Aish!” aku mengumpat.

Oke, aku memang terlihat mandiri di luar. Saat di sekolah ataupun bersama teman. Tapi sebenarnya, saat aku bersama keluarga, aku akan sangat manja dan mudah menangis. Seperti ini contohnya, kalau aku malas pulang sendiri aku akan memaksa seseorang menjemputku. Tapi sekarang aku malas pulang sendiri.

“Apa… aku harus ke sana?” tanyaku pada diriku sendiri.

Setelah memantapkan hati, aku melangkah. Tak jauh dari sekolah ada deretan pertokoan yang cukup ramai. Di belakangnya terdapat rumah-rumah yang berdempetan. Bukan kawasan mewah. Di sanalah rumah rahasiaku. Rumahku dulu bersama Minho. Tak banyak isinya, karena kami hanya menggunakannya saat bosan. Ruangan terbesar berisi cermin. Ruang kami biasa menari, dulu. Aku sering berlatih menari di sini. Atau hanya melepas penat di depan cermin besar.

Rumah ini masih sama. Dengan beberapa bunga yang tumput di halaman yang sangat dipaksakan. Sudah satu tahun aku tidak ke sini. Rumah ini terlihat makin kusam saja. Aku berdiri di depan pintu kayu. Masih ada ukiran nama kami. ‘Minho & Taemin, best friend forever’. Tertutup dengan debu yang cukup tebal. Menyamarkan semuanya. Aku membungkuk. Dengan telunjuk sedikit mendorong dinding bagian bawah sebelah kanan pintu yang tertutup sebuah pot. Tempat penyimpanan kunci. Tersamar bersama dinding.

“Annyeong haseyo…” sapaku lirih.

Sunyi. Hanya angin yang membelai. Aku membuka seluruh jendela. Tak ada yang berubah. Masih sama seperti dua tahun lalu. Saat aku ujian kelulusan dan Minho sibuk mempersiapkan debutnya.

“Bogoshipeo, Minho Oppa…”

Seandainya Minho tak menjadi penyanyi, ia akan di sini bersamaku. Kami akan terus bersahabat. Kami akan menari bersama. Kami tak akan seperti ini. Aku melihat pantulan diriku di cermin. Tubuh kurus, seperti hanya tulang berbalut kulit. Itulah aku. Rambutku pajang sebahu. Aku terlihat… menyedihkan. Tanpa Minho.

Sepertinya sudah lebih dari satu tahun aku tidak menari. Aku rindu sensasi ini. Rasa yang berbeda saat aku menggerakkan tubuh. Semacam rasa bahagia bercampur kesedihan karena aku selalu memikirkan masa lalu saat menari. Rasa saat tubuhku berkeringat, itu menyenangkan. Rasa saat lelah mendera.

I’m so curious, yeah…

“Tae, kau dimana?”

“Wae?”

“Tae, aku benar-benar khawatir padamu. Seharusnya kau sudah di rumah dua jam lalu.”

“Aku hanya bermain sebentar. Aku juga ingin membeli sesuatu.”

“Membeli apa? Untuk siapa?”

“Hanya sepatu yang sudah lama kutaksir, eonni…”

“Baiklah. Hei, belikan aku sebuah kalung, yang murah saja.”

“Okai, eonni. Bye.”

“Bye.”

Dengan cepat aku mengemasi barang-barangku. Aku harus pergi ke pusat perbelanjaan. Dan membeli sepatu asal. Yang penting sepatu agar Key Eonni tak curiga. Tak ada waktu lagi untuk memilih-milih sepatu, aku harus cepat pulang!

Tapi sesampainya di pusat perbelanjaan, semua rencanaku buyar. Sedang diskon besar-besaran dan hanya ada sedikit pengunjung. Mataku menjelajah mencari sepatu yang lucu. Sepertinya sifat fashionista Key Eonni sudah tertular padaku.

“Hey, Taemin!” aku melihat Krystal melambai padaku. Bersama Minho.

“Hey,” balasku sambil tersenyu—palsu.

“Kau mencari apa, Taemin?”

“Hanya sepatu, lalu kau dan Minho?” tanyaku balik, mencoba ramah karena masih ada kamera-kamera tak penting di sini.

“Kami hanya berjalan-jalan biasa.”

“Oh, aku duluan ya, aku terburu-buru!”

Aish! Aku cepat-cepat menghindar. Moodku kembali hilang karena mereka. Aku menyambar sepasang sepatu dan sebuah kalung secara asal dan membayarnya. Aku ingin cepat pulang dan merilekskan pikiranku. Aku stres! Sangat sangat stres!!

—–

“Eonni…” aku meletakkan kepalaku di pangkuan Key Eonni.

“Ada apa? Kenapa lemas begitu?” Key Eonni mengelus rambutku.

“Aku sebal sekali dengan Krystal dan Minho. Ternyata Minho pindah ke sekolahku karena bersama Krystal mereka memiliki reality show baru.”

“Benarkah? Kasihan sekali Taeminnieku ini…”

“Lalu kenapa eonni merancang pakaian untuk comeback Minho? Kau tahu eonni, Krystal terobsesi dengan rancanganmu.”

“Aku pernah melihatnya di butikku. Ia juga sudah memesan pakaian untuk comeback Minho. Eonni membuatkannya gaun yang keren. Tapi eonni juga membuat gaun untukmu, yang jauh lebih keren.”

“Jinjja?” Key Eonni hanya tersenyum.

“Tentu saja, apapun untukmu Tae…”

“Gomawo, eonni!” aku mencium pipinya kilat.

“Eh, mereka tidak tahu kalau kau ini adikku kan?”

“Tentu saja tidak, untuk apa mereka tahu?” jawabku tak peduli.

“Sudahlah, sana tidur Tae! Sudah malam,” Key Eonni mendorongku dari pangkuannya.

~TBC~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s