[Part 2] Fight for Love – 2min

Author : dugeunkyoo

Title : Fight for Love

Main Cast : Taemin, Minho, Krystal

Cameo : Jinki, Key

Genre : Genderswitch, galau, shounen-ai

Note : Hari ini, setengah jam sebelum les aku hapus separuh bagian ff ini dan aku tulis lagi… @BananaYeoja ceritanya twitternya Taemin ^^ Boleh di follow kok, aku bikin twitter itu beneran lo…

—–

Dengan malas-malasan Taemin bangun dari pangkuan Key. Lalu menyeret kedua kakinya masuk ke kamarnya. Matanya memang sudah sangat berat. Tak biasanya ia bisa bertahan hingga pukul sembilan malam. Biasanya pukul delapan saja ia sudah terbaring di kasurnya. Taemin membanting dirinya ke kasur. Lalu dengan cepat ia sudah terlelap.

Boom clap! Boom boom clap!

Boom clap! Boom boom clap!

Boom clap! Boom boom clap!

Yeah, let it go something like

Taemin membuka matanya dengan malas. Ternyata alarmnya kali ini sukses membangunkan dirinya. Tak seperti alarm sebelumnya yang selalu gagal membangunkan dirinya yang hobi tidur ini. Ia meraih handphone-nya untuk mematikan alarm. Dan ternyata ada sebuah email untuknya.

“MWOOOO???!!! ANIYAAA!!!!”

@BananaYeoja pagi-pagi aku sudah sial -_-

—–

“Tersenyumlah, Tae… Jangan cemberut begitu,” Jinki menarik kedua ujung bibir Taemin.

“Aish! Aku sedang sebal, oppa!”

“Wae?” tanya Key dan Jinki bersamaan.

“Waktu aku tidak masuk minggu lalu ternyata ada tugas, tidak ada yang memberitahuku sampai tadi malam manager Krystal mengirim email padaku,” Taemin menjelaskan.

“Lalu?” Jinki menaikkan sebelah alisnya.

“Ia mengirim pada pukul sebelas malam, oppa! Aku sudah tidur dan dengan santainya di email itu tertulis ‘KERJAKAN SEMUANYA TAE!! TOLONGLAH!!’ Bagaimana aku tidak marah?”

“Memang apa tugasnya? Sudah diselesaikan?” tanya Key.

“Mewawancarai tokoh terkenal. Aku sudah bertanya pada temanku, ada yang mewawancarai CEO agency, pelukis terkenal, chef, dan lain-lain. Kalau begitu mana bisa selesai dalam semalam? Aku saja baru membacanya saat bangun tidur, jam 5.”

“Kau lupa ya?”

“Lupa apa, oppa?” Taemin menunjukkan wajah polosnya.

“Memang eonni-mu ini bukan orang terkenal?”

“Ah! Aku lupa! Eonni mau kan membantuku?” mata Taemin berbinar senang.

“Tentu saja,” Key tersenyum.

—–

“Taemin, sudah selesaikan tugasnya?” begitu Taemin masuk kelas Krystal langsung berbisik padanya.

“Belum, kenapa?”

“Kau ini bagaimana? Hari ini kita harus mempresentasikannya!” Krystal menaikkan nada bicaranya.

“Lalu, itu salahmu juga, mengirim email tengah malam! Bagaimana bisa mewawancarai seseorang tengah malam?”

“Harus bisa!” Krystal ngotot.

“Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang mengerjakannya?”

“Kenapa aku harus mengerjakannya kalau aku bisa menyuruh orang lain untuk mengerjakannya?” ucap Krystal santai.

“Whatever!” Taemin berlalu.

Di luar, tak sengaja Taemin menyenggol bahu Minho yang akan masuk kelas. Mereka sempat melemparkan pandangan satu sama lain. Mata mereka bertemu. Taemin menatap Minho dengan penuh kemirisan. Minho menatap Taemin dengan dingin.

Taemin berjalan-jalan memutari sekolah. Setiap hari memang sama saja, tapi Taemin menyukainya. Setiap sudut sekolah pasti ramai, membuat Taemin melupakan masalahnya. Terkadang ada flashmob di lapangan sekolah dan Taemin akan mengikutinya. Dan Krystal akan menatap gerombolan flashmob itu dengan tatapan meremehkan. Terkadang juga klub fotografi berkumpul di suatu sudut sibuk memotret hal yang mereka anggap menarik. Tak jarang mereka meminta Taemin untuk menjadi modelnya.

Saat jam menunjukkan pukul delapan kurang dua menit, Taemin berjalan menuju gerbang. Belum ditutup. Taemin menatap seseorang yang tengah menunggunya dengan pandangan senang. Ia menarik tangan orang itu tepat ketika bel berbunyi.

“Maaf, Han Seonsaengnim. Saya terlambat,” Taemin membungkuk 90 derajat.

“Kau kemana saja? Tasmu sudah disini tapi dirimu masih keluyuran.”

“Hanya memutari sekolah, seonsaengnim. Jwesonghamnida.”

“Ne, karena kau terlambat, kau boleh presentasi duluan,” wajah Krystal memucat.

“Tapi seonsaeng—“ Krystal berusaha menyela.

“Majulah, Krystal. Kau kelompoknya kan?” Krystal sudah panas dingin, ia akan mendapat nilai jelek, begitu pikirnya.

“Aku belum membuatnya, seonsaengnim, tapi aku mendatangkan orangnya. Bolehkah?” tanya Taemin.

“Baiklah baiklah, mana orangnya?”

“Sebentar,” Taemin keluar, tak lama ia masuk menggandeng tangan seseorang.

“OH MY GOD!! Key Eonni!” Krystal histeris sambil melompat-lompat.

“Annyeong haseyo! Aku di sini untukmembantu Taemin dan—“ Key melihat ke arah Krystal.

“Namaku Krystal, eonni! Jung Krystal!”

“Ah ya, siapalah itu. Mohon bantuannya,”Key membungkuk.

“Silahkan duduk, Key-ssi,” Taemin menarik dua buah kursi.

“Key Eonni saja,” Key mengoreksi.

“Baiklah, kita mulai pertanyaan pertama. Bisakah eonni menceritakan sedikit tentang eonni?”

“Ne, aku lahir dengan nama Kim Kibum. Kata orang aku mudah bergaul,aku memiliki banyak teman. Kata orang juga, perkataanku ceplas-ceplos, jujur, dan apa adanya. Hobiku menggambar sejak kecil. Minatku pada fashion mungkin muncul sejak aku kecil karena sejak kecil aku sudah memilih-milih pakaian. Waktu sekolah dasar, aku menggambar pakaianku sendiri. Di SMP aku sudah menjahit. Dan di SMA aku sudah mengikuti fashion show. Lalu saat kuliah aku mulai berani membuka butik. Sekarang orang lebih mengenalku dengan nama Kim Keybum desainer muda daripada Kim Kibum anak kuliahan,” ucap Key sembari tersenyum.

“Bagaimana awal mula eonni membuka butik?”

“Saat itu aku sudah memiliki pacar, pada ulang tahunku ia memberiku sebidang tanah tak jauh dari pusat kota. Ia memintaku menjadikan tanah itu butik. Kami membangun butik itu bersama dan menamainya ‘Dazzling’. Aku menjadi desainer utamanya dan merekrut beberapa pegawai dengan gaji yang murah. Sekarang butik itu sudah berkembang dan sudah memiliki beberapa cabang.”

“Eonni sungguh hebat! Siapa pacar eonni?” tanya Krystal.

“Aku sudah tak berpacaran dengannya… Tolong jangan bahas hal itu.”

“Krystal, pertanyaanmu?” Taemin mengingatkan.

“Dari mana saja eonni mendapatkan inspirasi untuk rancangan eonni?”

“Dari apa saja juga bisa. Pemandangan yang kulihat dari balik kaca. Melihat berita di televisi. Berjalan-jalan santai. Paling sering dari curhatan adikku. Saat ia menceritakan hal menyenangkan, aku akan membuat sesuatu yang ceria. Saat ia menceritakan hal menyebalkan, rancanganku akan bertema gelap, suram,” Key melirik Taemin yang sudah menggembungkan pipinya kesal.

“Bagaimana perasaan eonni setelah sukses seperti ini?”

“Bahagia dan tentu saja senang. Aku memiliki keluarga yang menyayangiku. Karirku cukup sukses. Rancanganku diterima masyarakat. Aku sekarang memiliki clothing line bernama ‘DGDL’, kalian bisa mencarinya di department store besar di Korea. Untuk butikku kalian semua sudah tahu bukan?”

“Sepertinya pertanyaan kalian sudah cukup, terima kasih,” ucap Han Seonsaengnim.

“Gamsahamnida, Key eonni!” Krystal dan Taemin berjabat tangan dengan Key.

“Cheonma, aku punya kupon diskon untuk kalian semua. Ada tiga untuk masing-masing siswa ya! 25%, 50%, dan 75%,” Key mengeluarkan kupon-kupon dari dalam tasnya.

Setelah seluruh siswa mendapatkan kupon, serentak mereka mengucapkan terima kasih pada Key. Wajah mereka berseri dan tersenyum lebar. Siapa yang tak mau diberi kupon diskon apalagi untuk rancangan Key?

Taemin pun mengantarkan Key sampai keluar kelas.

“Gomawo, eonni,” Key tersenyum.

“Apapun untukmu, aku pulang dulu.”

“Ne,hati-hati!” Key hanya mengangguk.

@BananaYeoja akhirnya tugasku beres juga😀

—–

Lagi-lagi Taemin melewatkan istirahatnya bersama Minho dan Krystal. Meja mereka dikelilingi banyak siswa yang penasaran dengan kedatangan Key ke sekolah mereka. Krystal sibuk menyombongkan diri dengan berkata ialah yang mengundang Key ke sekolah.

“Aku dekat dengannya. Lalu aku memintanya datang ke sekolah untuk tugas presentasiku.”

“Tadi aku hanya berpura-pura histeris. Dan sebelumnya aku menyuruh Taemin agar ia yang membawa masuk Key Eonni.”

“Tentu saja aku memiliki nomor handphone-nya!”

“Oh ya, aku juga akan ikut dalam fashion show terbarunya!” sombong Krystal.

Telinga Taemin panas mendengar semuanya. Cukup sudah ia hanya berdiam diri. Tak bisa begini, Krystal seenaknya saja menyombongkan dirinya. Mungkinkah ini saatnya ia bangkit? Melepas kebohongan dalam hidupnya selama ini? Melepas image yeoja baik-baik sahabat Jung Krystal? Tak peduli jika kru Love Story tak meng-cut bagian jeleknya. Biar saja semua orang tahu.

“Benarkah?” Taemin berdiri, menghadap Krystal, menatap matanya.

“Tentu saja! Aku ini artis terkenal, aku bisa mendapatkan apapun yang kuinginkan bahkan tanpa memintanya!”

“Bukan berarti karena kau artis kau bisa mendapatkan semuanya semaumu? Tak semuanya bisa kau dapatkan dengan uang! Apa kau memiliki sahabat yang tulus berteman padamu? Tanpa memandang statusmu sebagai seorang artis yang populer?”

Krystal terdiam. Perkataan Taemin serasa menusuk hatinya. Tak ada orang yang tulus berteman padanya. Semua orang berteman dengannya karena ia seorang artis.

“Aku tak peduli dengan hal itu! Biarkan saja tak ada yang tulus padaku. Tetap saja semua orang ingin berteman denganku. Dan aku juga bisa berteman dengan Key Eonni karena aku artis!”

“Stop talking about Key! I know you’re not her friend! And she’s not your friend, Krystal…”

“Yes! I am!” Krystal bersikeras.

“No, you’re not. Do you really have her private phone number? Do you have her email? I know you don’t have…”

“I have! Because i’m her friend!” Krystal terus bersikeras.

“Really?” Taemin meraih handphone Krystal yang tergeletak di atas meja. “There’s nobody named Key here.”

“Aku hanya belum menyimpannya, Taemin! Aku memilikinya…”

“Jeonbu geotjimal!”

“Aku tak pernah berbohong. Bagaimana bisa aku berbohong sementara ada kamera-kamera yang terus merekamku?” Krystal menunjuk kamera-kamera di sekitar mereka.

“Jadi jika tak ada kamera kau akan berbohong? Lagipula kau bisa menyuruh mereka meng-cut bagian ini sesuka hatimu kan?”

“Diamlah, Taemin!” Minho angkat bicara. Matanya merah menandakan ia marah. Otot-otot di wajahnya terlihat jelas ia sedang menahan amarah.

“Kau yang diam! Tak perlu ikut campur!” Taemin membalas Minho. “Aku bersumpah kau tak akan pernah dan tak akan bisa bergabung dalam fashion show Key Eonni. Kalaupun kau bisa, aku bersumpah, silahkan bully aku sesukamu, silahkan tendang aku dari sekolah ini, silahkan permalukan diriku sepuasmu! Semua orang di sini adalah saksinya.”

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu Taemin? Kau sahabatku kan? Tapi kenapa kau bersumpah seperti itu?” Krystal berakting seolah ia bersedih.

“Aku bukan sahabatmu. Aku hanya memiliki seorang sahabat seumur hidupku dan kini ia melupakanku,” Minho sedikit tersentak. “Aku masih tak rela dengan hal itu, tapi aku tak memiliki banyak harapan. Ia sudah benar-benar melupakanku karena dirimu,” Taemin tersenyum miris.

“Karena ia mengagumiku? Pesonaku memang tak bisa ditolak siapapun, Taemin…”

“Mungkin… Aku tak pernah tahu hatinya selama ini. Aku tak pernah mengerti dirinya.”

“Poor Taemin!”

“Aku tak semenyedihkan itu, Krystal. Aku bersumpah akan membuatnya menyesal melupakanku.”

~TBC~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s