[Part 3] Fight for Love – 2min

Author : dugeunkyoo

Title : Fight for Love

Main Cast : Taemin, Minho, Krystal

Cameo : Jinki, Key

Genre : Genderswitch, galau, shounen-ai

Note : Lama sekali ya -____- Bolehkan sedikit meminta doa karena aku lagi tes kenaikan kelas?? Kalo nilaiku ancur pasti ga boleh buka netbook lama-lama, ga bisa internetan lama-lama… Ga bisa nulis FF😦 So, pray for me, okai??

—–

‘Aku bersumpah akan membuatnya menyesal melupakanku.’, ‘Aku bersumpah akan membuatnya menyesal melupakanku.’ Sepanjang hari kalimat itu terus berputar-putar dalam benak Taemin. Apakah dirinya ingin membuat Minho menyesal karena melupakannya? Taemin juga tak tahu. Selama dua tahun ia selalu diam dan kini ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa tanpa Minho. Ya, ia bisa.

“Taemin! Seseorang menelponmu!” Key berteriak.

“Ne, eonni!” Taemin bergegas turun dari kasurnya. Berlari menuju ruang tengah dimana sebuah telepon menantinya.

“Jangan lama-lama, eonni ke dapur dulu,” Key menepuk pundak Taemin seraya memberikan gagang telepon.

“Yeoboseyo?”

“Ne, Taemin-ah?”

“Ya, aku Taemin. Nuguseyo?”

“Choi Eomma….”

“Huh? Jeongmal? Choi Eomma?”

“Ne, Taemin-ah… Bogoshipeo.”

“Nado bogoshipeo, eomma. Ada apa eomma? Hal pentingkah? Sudah dua tahun kita tak bertemu dan tak berbicara.”

“Eomma benar-benar merindukanmu, Taemin. Eomma rindu tawamu di rumah. Sekarang rumah sangat dingin. Sangat sangat sepi.”

“Kemana…. Minho?” suara Taemin sedikit bergetar saat menyebut nama Minho.

“Sibuk, selalu sibuk di perusahaan. Entah sekedar latihan menari ataupun hanya main-main. Hanya malam hari Minho di rumah, untuk tidur.”

“Memang eomma sudah tak pergi ke perusahaan?”

“Saat Minho vakum dan tidak ingin kembali ke dunia hiburan, eomma mengundurkan diri menjadi CEO. Penggantinya Jonghyun, kakak sepupu Minho. Tapi tiba-tiba Minho comeback dan membuat eomma sedih. Padahal eomma mengundurkan diri untuk menemaninya lebih fokus belajar karena ia berniat sekolah lagi. Minho seakan tidak menghargai eomma, Taemin-ah….”

“Eomma jangan bersedih…. Taemin akan sedih juga eomma….”

“Sudahlah Taemin, tak usah dibahas lagi. Apa kau mendapat undangan Minho untuk comebacknya?”

“Aku hanya mendapat tiketnya, VVIP eomma.”

 “Tiket? Minho memberimu tiket bukan undangan?”

“Ada apa eomma? Ini sudah lebih dari cukup kok,” ‘karena Minho tak pernah memberiku tiket sebelumnya.’ Lanjut Taemin dalam hati.

“Lebih dari cukup? Lalu selama ini Minho mengundangmu dengan apa?”

“Minho… Tak pernah mengundangku eomma…”

“Bagaimana bisa? Kalian kan—Aish! Sudahlah! Anak itu benar-benar ya!”

“Sudahlah eomma, aku benar tak apa. Memang apa bedanya tiket VVIP dan undangan?”

“Tiket hanya untuk menonton Minho comeback dalam panggung. Semua fans memiliki tiket. Undangan, kau bisa datang ke pesta pribadi setelah konser dan makan malam bersama. Itu lebih eksklusif Taemin…. Eomma akan memberimu undangan, Taemin-ah.”

“Tak apa eomma, tak usah repot-repot memberikan undangan padaku. Berikan saja pada yang lain.”

“POKOKNYA EOMMA AKAN MEMBERIMU UNDANGAN. Tunggu saja!”

Tuuuttt… Tuutt…Tuuuttt….

——

“Taeminnie! Eonni pergi dulu ya, harus mengurus Minho untuk comeback-nya. Eonni akan sibuk seharian, jangan telpon eonni. Pukul dua datanglah ke butik. Pakaianmu nanti malam ada di sana. Tunggu eonni!” Key berlari menuju mobilnya seraya meneriakkan pesan-pesan untuk Taemin.

“Ne, eonni!” balas Taemin malas.

Hari Sabtu sekolah libur. Tapi sekolah selalu ramai karena kebanyakan ekskul mengharuskan masuk. Tapi hari ini Taemin malas untuk masuk. Ia sudah memiliki rencana lain pagi ini.

Tepat pukul sembilan, Taemin sudah keluar rumah. Memakai celana jeans, kaus berwarna fandom Minho dengan gambar close up Minho, kacamata berbingkai hitam dengan stiker bertuliskan Choi Minho, serta kedua tangan memegang banner raksasa bertuliskan ‘Choi Minho, SARANGHAEYO!!’ jangan lupakan masker putih menutupi wajahnya. Di tasnya sudah tersedia ratusan stiker fanbasenya. Fanbase yang baru dibuat Taemin semalam. Ia ingin mempromosikannya dengan membagikan ratusan stiker. Setelah dipikir bulat-bulat, Taemin tak ingin membuat Minho menyesal melupakannya. Taemin hanya ingin membuat Minho menyesal berpacaran dengan Krystal.

“Taemin! FIGHTING!” ucapnya pada diri sendiri dan bergegas mencari taksi.

Taemin tercengang ketika turun dari taksi. Lautan manusia terhampar dihadapannya. Warna fandom Minho mendominasi. Suasana sangat ribut antara kelompok fans Minho yang menyanyi, maupun menari, ada juga yang berjualan, juga ada yang sibuk dengan gagdet—mungkin mengupdate fanbase.  Taemin menguatkan hatinya dan mengeluarkan sebuah kotak berisi sekitar seratus stiker. Nama fanbase Taemin adalah ‘4ever4Minho’ dan bisa dilihat dalam 4minhoooo.net. [a/n : ini hanya imaginasi, fanbase tak benar-benar ada] Ia mulai menghampiri kelompok terdekat dan membagikan stikernya. Dalam lima belas menit satu kotak stiker sudah habis. Tapi Taemin masih memiliki tiga kotak lainnya.

“Annyeong haseyo! Bolehkah aku bertanya?” tiba-tiba seorang yeoja berwajah imut mendekati Taemin.

“Ne, bertanya tentang apa?” balas Taemin ramah.

“Ini fanbase baru ya? Siapa adminnya?”

“Aku adminnya. Fanbase ini baru kubuat tadi pagi.”

“Benarkah? Kalau begitu masih baru sekali ya…. Aku ingin menjadi adminnya, eonni. Boleh tidak?” yeoja tersebut memandang Taemin dengan tatapan memohon.

“Kenapa tidak? Aku akan sangat terbantu denganmu.. Namaku Lee Taemin, tapi aku biasa memakai username ‘BananaYeoja’. Di fanbase pun begitu. Tolong jangan beritahu nama asliku dalam fanbase ya… Umurku 17 tahun.”

“Gomawo, eonni! Aku Jung Soomin, umurku 15 tahun dan aku masih SMP. Aku biasa memakai username ‘minminmin’,” yeoja imut tersebut membungkuk 90 derajat pada Taemin.

“Ne, kita harus bekerja keras membangun fanbase ini ya! Sudah banyak fanbase senior yang memiliki banyak anggota. Fanbase tersebut juga memiliki anggota dari luar negeri.”

“Tenang saja, eonni… Aku lama tinggal di Amerika, sempat juga tinggal di Jepang, dan Cina. Aku memiliki banyak kenalan yang juga fans Minho. Aku akan menghubungi mereka dan meminta mereka untuk menjadi anggota fanbase kita!” ucap Soomin antusias.

“Kau hebat! Kalau begitu aku akan meminta teman-temanku di Inggris dan Perancis untuk bergabung. Mereka fans internasional yang ramah dan baik! Temanku di Korea sendiri juga banyak. Aku memiliki banyak koneksi!” kini Taemin yang terlihat semangat.

Tak lama, kedua yeoja tersebut sudah sangat akrab. Mereka membicarakan rencana ke depan fanbase ini dengan seru. Juga mencatatnya dalam notes agar tak lupa. Semakin lama, arah pembicaraan mereka semakin melebar. Semua hal dibicarakan bersama. Terkadang mereka berdua tertawa begitu keras hingga perut mereka sakit.

—–

Sementara suasana sibuk terjadi di backstage. Semua kru sibuk mondar-mandir kesana kemari mengurus ini itu. Begitu juga dengan Key. Ia membantu Minho mencoba semua kostumnya. Dan juga berusaha secepat mungkin mengganti baju Minho. Minho tak banyak menomentari pakaiannya. Meski ini pertama kalinya Key menangani Minho, namun rancangan Key sangat memenuhi harapannya. Malah Krystal yang sibuk dengan gaunnya.

“Ini berbeda dari rancangan yang sudah kita sepakati eonni! Aku hafal benar!”

“Sama! Ini benar-benar sama! Hanya aku tambahkan sedikit ornamen yang membuatnya terlihat blink!”

“Aku tak mau memakainya! Itu tak sesuai harapanku!”

“Terserah kau sajalah, ini benar-benar sama….” Key sudah lelah menghadapi tingkah Krystal.

Key duduk di kursinya, memangku tas. Mengecek jam dan ia menyadari sudah lebih dari pukul satu siang. Ia harus bergegas ke butiknya untuk memberikan Taemin pakaian. Ia membuat gaun sederhana untuk Taemin. Gaun tanpa lengan dengan warna putih. Simpel tapi menarik. Gaun tersebut dibawanya dan diletakkan diantara pakaian Minho. Tak ada yang menyadarinya karena semua pakaian tertutup dengan kain hitam. Tapi saat sedang mengamati pakaian Minho satu persatu, Krystal melihatnya. Ia ingin memakai gaun itu. Ia ingin memilikinya.

“Eonni, aku akan pakai gaun ini!” Krystal menatap gaun putih di hadapannya.

“Ah… syukurlah…” Key mengira Krystal akhirnya mau memakai gaun hitamnya.

“Kau baik sekali eonni… Memberikanku dua gaun.”

“Ne… Eh! Dua gaun?!” Key menoleh dan mendapati Krystal tengah mematut diri.

“Bagus tidak eonni?”

“Itu bukan untukmu, bodoh! Kembalikan padaku!” Key berusaha meraih gaun tersebut.

“Shireo! Pokoknya aku mau memakai gaun ini! Titik! Dan jangan memanggilku bodoh!”

“Tidak bisa! Kembalikan gaun itu!” Key mengejar Krystal.

“Tak mau! Aku ingin memakai ini!”

Key terus mengejar Krystal bahkan hingga keluar ruangan. Mereka berlarian di koridor. Hingga Krystal menabrak Minho yang baru selesai gladi resik.

“Ada apa ini?” tanya Minho dingin.

“Aku ingin memakai gaun ini, tapi Key eonni tidak memperbolehkan,” adu Krystal sambil menunjukkan gaun putih.

“Kenapa tak boleh eonni?” Minho menatap Key.

“Gaun itu bukan untuknya! Ia menolak gaun yang sudah kuberikan!”

“Berikan saja padanya, eonni. Aku akan membayar berapapun untuk gaun itu.”

“Ini bukan masalah uang!”

“Eonni, tolong berikan saja gaun itu pada Krystal. Aku mohon,”pinta Minho.

“Aku tak bisa. Aku membuatnya secara khusus dan aku tak merancangnya untuk Krystal, tapi untuk orang lain.”

“Biarlah Krystal yang memakainya, eonni. Ia cocok dengan pakaian apapun meski bukan dirancang untuknya.”

“Coba saja kalau pakaian itu muat untuknya. Kalau muat, ambillah, gratis!” Key mengambil tasnya dan berlalu.

“Jadi, bolehkah aku memakai ini, oppa?”

“Pakai saja.”

——

Taemin hanya diam setelah mendengar penjelasan Key tentang gaunnya. Ia memang sedih karena ia sangat penasaran dengan gaun itu. Tapi tidak apa-apa. Setidaknya ia masih bisa melihat gaun itu meski ia tidak bisa memakainya.

“Tak apa, eonni…”

“Mianhae, Taemin.”

“Aku benar tak apa kok, eonni. Masih banyak pakaian di rumah. Aku bisa memilih satu.”

“Tapi kau tak punya sehelai gaun, Taemin…” Key mencubit hidung Taemin.

“Kenapa harus pakai gaun? Kan hanya untuk menonton konser, eonni.”

“Karena kau sudah mendapat undanganmu sendiri, Taemin. Jadi kau harus pakai gaun karena tak ada waktu untuk pulang ke rumah dan berganti pakaian. Kau akan ikut pesta pribadi dan makan malam bersama Minho,” Key mengulurkan undangan dengan nama ‘Lee Taemin’.

“Sebelumnya, eonni berniat mengajakku dengan undangan itu ya?” tanya Taemin lirih, mengingat Key rela meluangkan waktunya untuk membuat sehelai gaun untuk Taemin.

“Ne, satu undangan bisa untuk dua orang. Jadi aku bisa mengajakmu. Tapi karena kau mendapat undangan sendiri, aku akan mengajak Onew.”

“Konsernya jam lima kan? Tunggu aku di sana, eonni!” Taemin melesat keluar, meninggalkan Key yang bertanya-tanya.

“Ada apa dengan anak itu?” Key hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan Taemin.

~TBC~

3 thoughts on “[Part 3] Fight for Love – 2min

  1. hihihi~~~ saya reader baru annyeong!!
    2min mrk tmn masa kecil eoh(?)
    knp minho lupain taem pas udh gede, ah~ sebel bgt minho bela krystal buat gaun itu padahal itu buat taem
    taem yang sabar aja semoga c kodok balik lagi
    lanjut…. thor *modus*

    • iya, mereka dulu sahabatan tapi taem tertutup soal keluarganya… ntar ada ceritanya sendiri kok kenapa minho lupain taem…
      gomawo for reading!😀
      tolong setia pada FF ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s