[Part 4] Fight for Love – 2min

Author : dugeunkyoo

Title : Fight for Love

Main Cast : Taemin, Minho, Krystal

Cameo : Onew, Key, Kibum (Choi Eomma a.k.a Minho Eomma), Minki (Minho’s younger sister), Girls Generation

Genre : Genderswitch, galau, shounen-ai

Note : Ujian kenaikan kelas sudah berakhir. Beberapa nilai sudah dibagikan, Bhs Jawa dan Fisika hancur! Sebisa mungkin nulis FF karena secara ga resmi aku udah kelas 9. Harus rajin belajar. Tapi selalu aku sepetin nulis tiap hari. Semoga aku bisa update FF kurang dari satu minggu dan bisa bikin FF lain🙂 Oh, dan juga aku ganti nama Jinki jadi Onew di sini.

—–

Key menunggu Taemin dengan tak sabaran. Pukul empat pintu sudah dibuka dan para fans segera berlarian masuk. Berdesak-desakan dan berusaha menjadi yang paling depan. Tapi Key tak bergeming. Ia masih menunggu Taemin hingga jam tangannya menunjukkan waktu pukul lima kurang lima menit.

“Aish! Kemana sih anak itu?” Key menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.

“Mianhae, eonni!” tiba-tiba saja Key mendengar bisikan dari sampingnya. “Eonni masuk dulu saja, kita kan ceritanya tak saling kenal.”

“Baiklah…” Key sudah hampir melangkahkan kakinya ketika merasakan sesuatu yang ganjal. Ia memandang Taemin dari bawah sampai atas. “Kenapa memakai baju seperti ini??”

Taemin hanya bisa meringis. Ia tak memiliki pakaian yang ‘cukup pantas’ untuk acara seperti ini. Jadilah ia hanya mengganti kausnya dengan kaus putih dan coat krem. Celana jeans-nya masih sama. Sepatu kets birunya berganti dengan sepatu kanvas putih yang lebih bersih. Kamera DSLR tergantung di lehernya.

“Sudahlah, itu juga tak terlalu buruk,” Key tersenyum.

Taemin sedikit tertinggar VCR Minho di awal sebagai pembuka. Untunglah ia tak melewatkan lagu pembuka Minho. Dengan cepat ia mendapatkan kursinya. Tepat di samping seorang yeoja berambut pirang yang tampak jengah melihat Minho di panggung sana. Berkali-kali yeoja berambut pirang tersebut menghembuskan nafas bosan.

Sementara di samping yeoja pirang itu ada Krystal. Taemin melihat gaun yang dipakai Krystal dengan miris. Sungguh indah gaun itu. Sedikit terselip rasa iri di hatinya. Bagaimana ya rasanya memakai gaun sebagus itu? Tapi Taemin akhirnya mengabaikannya. Ia sibuk mengambil gambar Minho.

Taemin bisa merasakan, Minho menyanyi dengan sepenuh hati. Ia tersenyum dengan bahagia. Minho terlihat begitu cerah. Inilah impiannya. Ketika album keduanya akhirnya rilis dan ia terkenal di seluruh dunia. Tak seperti awal debutnya yang ia terkesan diabaikan karena dianggap hanya mengandalkan nama besar ibunya. Kini, semua orang mengakui kehebatannya.

@BananaYeoja great job, my friend ^^

Taemin tersenyum. Rasa bangga atas Minho meluap di hatinya. Matanya berkaca-kaca. Tak pernah sebelumnya ia membayangkan Minho akan sesukses ini. Meski hatinya sakit karena Minho melupakannya, ia senang karena Minho berhasil menggapai impiannya. Asal Minho sudah tersenyum, itu cukup untuk Taemin.

“Minho… aku senang kau sudah meraih impianmu…” ucap Taemin lirih disela-sela teriakan para fans.

“Yo! MINHOOOOO!! SARANGHAEYOOOOO!!!!” teriak Taemin begitu keras.

Airmata Taemin tak dapat dibendung lagi. Ia menangis. Menangis bahagia. Terus meneriakkan nama Minho. Mengucapkan saranghae. Terus membidik dengan kameranya. Berusaha mendapat pose dan angle yang bagus dari seorang Minho. Matanya buram. Tenggorokannya sakit. Saat itu, Taemin sudah sangat mencolok. Kelas VVIP berisi orang-orang yang langsung diberi tiket untuk Minho. Kebanyakan senior di dunia entertainment dan kerabat. Mereka duduk dengan rapi tanpa berteriak macam-macam seperti Taemin. Taemin tak peduli. Toh tak ada yang tahu dia siapa.

Key hanya melirik Taemin dengan pandangan sebal. Menurutnya Taemin itu memalukan. Sudah duduk di kelas VVIP masih saja bertingkah seperti itu. Tapi Key juga maklum karena ia tahu segalanya tentang adiknya dan Minho. Itu hanya luapan emosinya saja kok.

Mata Krystal berbinar gembira melihat kekasihnya di panggung sana. Ia tersenyum senang dan ikut melambaikan lightstick. Ia tak heboh, karena ia berusaha berakting senatural mungkin dan berakting agar tidak norak. Sebenarnya dalam hati ia juga ingin berjingkrak-jingkrak. Dan rasanya ia juga ingin melepas pakaian yang dikenakannya sekarang. Gaun putih itu terlalu kecil untuknya. Ia bisa merasakan makin lama perutnya makin sesak. Ia pun sempat berkaca dan sedikit lemak di perutnya yang sangat terlihat karena pakaian yang terlalu kecil.

Yeoja pirang tadi masih sibuk mendengus. Ia juga berkali-kali menguap. Matanya sudah hampir tertutup. Tak memperdulikan teriakan yang makin lama makin keras saja karena Minho membuka kemejanya!

Minho menarik kemeja yang dikenakannya. Kemeja putih dengan sedikit garis abu-abu. Ia mengambil ancang-ancang untuk melemparnya. Semua fans berteriak histeris. Berharap merekalah yang mendapatkan kemeja Minho. Minho tersenyum dan melempar kemejanya. Kemeja itu jatuh tepat di atas kepala seorang fan. Taemin. Ya, Taemin tak sengaja mendapatkannya. Dan ia tak perlu bersusah payah berebutan dengan fans lainnya karena tempat VVIP ini dibatasi pagar. Dan di tempat VVIP ini tak ada fans selain dirinya.

Taemin melogo. Tak percaya ia mendapat sebuah kemeja Minho yang penuh keringat. Meski sedikit jijik dengan keringat yang membasahi kemeja tersebut, ia tetap mengambilnya dan mengamati. Taemin tersentak ketika menyadari sesuatu. Di bagian dada kiri, terbordir tulisan ‘Choi Minho’ lalu dibawahnya, dengan tulisan lebih kecil ‘keep smiling eventhough its hurt’. Itu adalah kemeja yang diberikannya untuk Minho pada saat umur Minho 15 tahun, saat ulangtahun Minho. Taemin tak percaya kemeja itu masih muat di tubuh Minho.

“KYAAAAAA!!!!!!!!!!!” fans berteriak histeris karena tak berhasil mendapatkan kemeja Minho.

Krystal hanya menatap Minho tak percaya. Kenapa Minho melemparnya ke tempat kelas VVIP? Bukan ke kelas festival yang sudah pasti sesak dengan fansnya.

—–

Minho membungkuk. Ia telah menyelesaikan lagu penutup. Dan kini konser itu telah berakhir.

“Yo! Thank You! Saranghae~ Tetaplah mendukungku dan mencintaiku!! Kalian adalah yang pertama mendapatkan albumku!” ucap Minho lalu membungkuk dan menghilang dalam gelap panggung.

Para fans keluar dengan tertib. Satu persatu mereka dibagikan album Minho bertitle ‘Sadness’ dengan beberapa lagu yang memang galau. Album Minho secara resmi akan beredar besok, jadi beruntunglah fans yang menonton konser comeback ini karena harga tiket sudah termasuk harga album. Tentu saja mereka mendapatkan potongan harga khusus.

—–

Semua tamu berdiri dan bertepuk tangan ketika Minho datang bersama Krystal dan Choi Kibum, eommanya. Mengucapkan selamat dan bersalaman pada Minho dan Kibum. Krystal sudah dengan pedenya mengulurkan tangan tanpa ada yang menyambutnya membuat Key dan Taemin yang melihatnya tertawa. Appa Minho, Choi Siwon samasekali tak terlihat.

Acara makan malam dimulai dengan tenang. Semua tamu sibuk menyantap makanannya sembari berbincang kecil dengan Minho. Dengan pelan-pelan Taemin berusaha mengabadikan setiap momen. Bahkan ia tak menyentuh makanannya karena terlalu sibuk memotret di sana-sini.

“Ehm.. Bolehkah aku berkata sesuatu, aku tahu ini acara Minho, tapi bolehkah?” Key tiba-tiba saja berdiri dari duduknya.

“Ne, tentu saja eonni,” ucap Minho cepat.

“Untuk fashion show-ku mendatang, aku hanya ingin berkata bahwa salah satu dari kita di sini akan menjadi modelku. Atau mungkin lebih dari satu. Beberapa model dan artis sudah meminta untuk diaudisi terlebih dahulu, tapi tetap saja tidak semua bisa bergabung,” Krystal tersenyum dalam diam, ia bukan salah satu dari yang meminta audisi lebih dulu, tapi ia yakin ia akan terpilih.

“Choi Minki, yeoja pertama yang akan bergabung denganku,” ucap Key sambil tersenyum ke arah Minki yang seolah tak percaya.

“Yuri dan Sooyoung dari Girls Generation,” mereka berdua tampak tersenyum senang.

“And last but not least…”Krystal sudah menyiapkan berbagai ekspresi kegirangan, “Lee Taemin.”

“MWOO?!” Taemin kaget.

“Tapi siapa Lee Taemin? Setahuku ia bukan artis ataupun model…”

“Ne, bagaimana bisa ia bergabung denganmu, Key?”

“Ya! Taemin! Kenapa kau bisa ada di sini!” Krystal mendekati Taemin.

“Memangnya kenapa?” tanya Taemin polos.

“Kau kan tidak kuundang!”

“Aku yang mengundangnya. Kenapa? Tidak boleh?” ucap seseorang di belakang Krystal.

Krystal berbalik, “Eeh.. Eomma, tentu saja boleh,” ia meringis.

“Jangan panggil aku eomma. Nah, teman-teman sekalian, Lee Taemin adalah adik ipar dari Key. Dan namja di samping Key adalah suaminya.” Kibum merangkul Taemin dan Key.

“Annyeong haseyo, aku Lee Jinki, panggil saja Onew,” Onew membungkuk 90 derajat.

“Annyeong, aku Lee Taemin,” Taemin ikut membungkuk seperti Onew.

“Mereka adalah keluargaku, tolong terima mereka seperti kalian menerimaku,” ucap Key.

“Neee….”

Minho hanya bisa menatap tak percaya. Key, desainernya kali ini adalah kakak dari Lee Taemin, sahabatnya dulu. Krystal juga. Kini ia mengerti kenapa Taemin sangat menentangnya.

“Taemin Eonni!” seorang yeoja berambut pirang menerjang Taemin dengan pelukannya.

“Ne?”

“Minki, eonni. Ini aku Minki. Jeongmal bogoshippeo!” ucap Minki di sela tangisnya.

“Nado bogoshippeo… Kau sudah besar ya? Aku samasekali tak mengenalimu lagi,” Taemin menatap Minki.

“Karena semua sudah selesai makan, sebaiknya kita segera berpindah tempat. Okay?” tanya Kibum yang diiringi anggukan. Tak lama, ruang makan itupun kosong menyisakan Minki dan Taemin.

“Eonni kenapa lebih kurus? Kau seperti tulang berjalan, eonni…” ucap Minki miris.

“Aku hanya lebih banyak pikiran. Tak usah terlalu dipikir. Sudah hampir dua tahun aku begini.”

“Apa ini karena Minho Oppa?” Minki menatap mata Taemin.

“Kau tahu semuanya, Minki…” lirih Taemin.

“Eonni, aku menyayangimu. Jangan tinggalkan aku. Aku membenci nenek lampir itu.”

“Siapa yang kau sebut nenek lampir?”

“Jung Krystal. Ia sangat menyebalkan. Saat di rumah ia selalu memonopoli segalanya. Bahkan ia membuang pakaian eonni di lemari Minho Oppa dan menggantinya dengan pakaiannya. Tapi ia tak pernah tahu pakaian itu milik siapa…”

“Kalau begitu sabarlah…”

“Ia juga suka meminjam pakaianku. Lalu mengembalikannya dengan keadaan yang berbeda. Kalau tidak melar ya sobek. Badannya itu benar-benar mengerikan.”

“Benarkah?” tanya Taemin penasaran. Jujur saja ia tak terlalu memperhatikan tubuh Krystal.

“Ne, tubuhnya besar tidak seperti artis lain yang S-line. Terlihat kecil karena stylishnya pandai memilihkan pakaian.”

“Begitu ya… Kalau begitu aku akan rajin ke rumahmu lagi. Kita main sama-sama ya?”

“Ne!” ucap Minki semangat.

@BananaYeoja my younger sister🙂

—–

Girls Generation adalah girlband di bawah naungan CH Entertainment, milik Choi Kibum dengan CEO Kim Jonghyun. Girlband ini beranggotakan sembilan yeoja yang bertalenta dan profesional. Mereka sudah mendunia. Mereka yeoja yang ramah dan mudah bergaul.

Krystal, sedang menatap sebal pada Taemin. Taemin bisa dengan mudah beradaptasi. Dengan sangat cepat ia akrab dengan member Girls Generation. Mereka bahkan tertawa-tawa—entah membicarakan apa. Ia marah, selama empat tahun ia berada di CH Entertainment dan hubungannya tak pernah seakrab itu dengan member Girls Generation.

Ia juga melirik sebal pada Minki. Choi Minki adalah adik Minho yang berumur 15 tahun. Masih sangat kekanakan dan mudah menangis. Ia model, seperti Krystal. Bedanya, ia sudah sering menjajaki panggung internasional dengan nama Ren. Meski manja, ia profesional, tepat waktu, dan melaksanakan semua dengan baik.

Sedikit tentang Krystal, ia tak profesional, sering terlambat, dan mengerjakan segala sesuatu semaunya. Menurutnya, karenaia artis, ia bisa mendapatkan segalanya. Kemampuan aktingnya buruk dan memaksa bermain dalam drama. Drama berjudul ‘In Heaven’ itu hanya drama 8 episode dengan rating tinggi. Hanya satu kekurangannya, menggunakan Krystal sebagai pemain bukan pilihan bagus. Tokohnya ‘dimatikan’ pada episode kedua.

“Kenapa wajahmu murung begitu, Krystal?” Minho bertanya paa Krystal yang tampak menekuk wajahnya.

“Aku cemburu.”

“Pada siapa? Aku tak dekat-dekat dengan yeoja lain kok,” Minho merasa tak bersalah.

“Bukan padamu! Pada Minki dan pada Taemin! Mereka merebut segalanya dariku!”

“Merebut apa?” tanya Minho sabar menghadapi tingkah Krystal.

“Taemin akrab sekali dengan Girls Generation Eonnideul. Minki juga sudah terkenal sekarang.”

“Kau kan juga akrab dengan mereka, kau juga terkenal, lebih terkenal dari Minki malah,” ucap Minho berusaha menghibur Krystal.

“Benar? Aku lebih terkenal?”

“Krystal, setelah pesta selesai, temui aku di kantor Jonghyun. Bersama Minho, Taemin, Key, Minki, Onew juga kalau perlu,”ucap Kibum cepat lalu berlalu.

Minho dan Krystal hanya bertatapan bingung.

~TBC~

9 thoughts on “[Part 4] Fight for Love – 2min

  1. ahhhhh sebel sm minho, knp kesannya minho itu cinta bgt sama krystal😦
    apa coba yang bisa dibanggain dari krystal, thorr……… kpn buat 2min nyatu, kagak sabar!!!
    taem kasian dia diacuhin minong sabar taem, aku selalu mendukungmu *plakkkk*
    thor lanjutttt yahhhhhh plissssssssss…. jgn lama, cepet yahhhhhhh😀

  2. ini juga di lanjut dunk say…..!!! huwaaaa minhooo kenapa kaamu cuek sekalii pada taemin??? padahal sahabat dr kecil >_< iishh bneran sebel deh sama krys… Di real aja udah sebel ini di ff juga nyebelin dia haha… xD
    semoga minho jadi nyesel udah cuekin taemin dan dia mau deket lagi sama tetem.. gogogo!!!
    *btw saya 2ms, jd selalu semangat ttg hal2 menyangkut 2min* d(^v^)b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s