[Part 2] My Everything – HunHan (with KaiSoo)

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Eomma Sehun

Genre : Yaoi (Genderswitch)

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Sampe lupa buat post fanfic ini di wordpress. Part 3nya udah 50% diketik, jadi secepatnya bisa aku post😀

Sorry for typos! Happy reading!

Sehun tidak menjawab. Ia hanya memeluk Luhan dari samping dan menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan. “Aku tidak bisa membayangkan diriku tanpamu,” bisiknya.

–My Everything Part 2–

“Memangnya kau bisa apa tanpaku?”

“Tidak bisa apa-apa, Lu. Jangan tinggalkan aku sendiri.”

‘Bukan aku yang akan meninggalkanmu. Tapi kamu yang akan meninggalkanku,’ gumam Luhan.

“Sehun…”

“Ne?” Sehun menatap Luhan hangat.

“Berjanjilah padaku… Seperti dulu,” Luhan menatap mata Sehun. “Kita akan terus menjadi sahabat kan?”

“Kenapa kau meragukannya?? Kita kan sudah 20 tahun,” Sehun mengacak rambut Luhan.

“Aku hanya takut. Kita sudah… terlalu dekat.”

“Takut kenapa?”

“Aku ingat sekali dulu kau pernah mengatakan sesuatu tentang yeoja. Kau bilang, tidak akan berpacaran sebelum yakin yeoja itulah yang akan menikah denganmu. Hanya ingin berpacaran dengan yeoja yang akhirnya menjadi istrimu. Iya, kan?”

“Lalu?”

“Kalau kau dengan Krystal… Aku dengan siapa, Hun?”

“Belum tentu Krystal, kan?”

“Tapi akan ada Krystal-Krystal lainnya…”

“Dengarlah, Lu. Aku menyayangimu, oke?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan! Aku benar-benar akan sedih jika kau pergi…”

“Lu, jangan pernah merasa cemburu. Eomma-ku adalah nomor satu. Luhannie nomor dua. Dan pacarku nanti nomor tiga. Tidak perlu takut…”

“Pada akhirnya aku akan tersingkir kan, Hun? Aku menyayangimu…”

“Aku sudah menganggapmu seperti adik sendiri, Lu…”

‘Adik? Hanya seorang adik?’ batin Luhan.

“Hun…” Luhan memeluk Sehun. Menangis.

“Kenapa menangis, Lu?”

‘Aku mencintaimu, Hun. Lebih dari sekedar sahabat. Aku berharap akulah yeojachingumu,’ hanya batin Luhan yang berani berbicara.

“Tadi aku bertemu eomma, Hun. Eomma sakit.”

“Kenapa tidak mengajakku? Apa eomma baik-baik saja?” Sehun langsung merasa khawatir pada eomma-nya.

“Eomma terlalu lelah. Mengurus rumah sebesar itu setiap hari, bukan hal yang mudah. Apalagi eomma tinggal sendiri. Aku sudah membawa eomma ke dokter. Juga sudah ada obat, jadi tenang saja.”

“Luhannie.. Aku merindukan, eomma.”

“Eomma memintaku untuk membawamu besok. Kau bisa kan?”

“Kita bolos saja besok,” Sehun tersenyum lebar. “Kita menemani eomma seharian. Bermain bersama eomma.”

“Bermain apanya? Eomma sedang sakit, Hun…” ucap Luhan gemas.

“Benar-benar tidak mau membolos? Padahal aku ingin sekali,” ucap Sehun memelas.

“Eomma akan sedih kalau kita membolos. Sepertinya akhir bulan ini, appa akan pulang. Tidakkah kau merindukannya?”

“Bagaimana dengan dirimu, Lu? Mama dan papa sudah lama tidak ke Korea.”

“Aku merindukan mereka. Tapi mau bagaimana lagi? Aku bahkan tidak dekat dengan mereka. Aku berada di Korea seumur hidupku. Dan mereka berada di Cina untuk bisnis-bisnis mereka. Setidaknya, aku bahagia denganmu dan eomma di Korea, Hun.”

“Apa aku merepotkanmu, Lu? Aku sangat bergantung padamu…”

“Tidak, tidak apa-apa. Kita memang saling bergantung satu sama lain kan?”

“Sehun, ayo mengambil selca!” tiba-tiba Luhan meraih handphone-nya.

“Ayo! Ayo! Pose yang imut!”

“Pose jelek!”

“Pose aneh!”

“Pose cantik!”

“Aegyo! Aegyo!”

“Hahahahaha!”

“Lucu sekali foto ini! Aku menyukainya! Akan aku upload ke instagram!”

Setidaknya malam itu berakhir dengan bahagia. Mereka tertawa, melupakan kesedihan bersama. Setidaknya Luhan bisa sejenak melupakan perasaannya pada Sehun. Melupakan rasa sakit hatinya. Untuk saat ini, biarlah mereka tertawa sejenak, sebelum tumpah air mata.

—–

“Oppa!” Krystal berlari menghampiri Sehun.

“Hei, Krystal,” Sehun tersenyum lebar.

“Aku mengirim sms padamu, oppa. Tidakkah Luhan Eonni memberitahumu?”

“Oh, aku sudah membacanya tadi,” jawab Sehun sambil mengingat-ingat.

“Kenapa tidak dibalas? Aku menunggu balasanmu, oppa,” Krystal mengerucutkan bibirnya.

“Aku buru-buru tadi pagi jadi tidak sempat membalas. Mianhae, Krystal, aku ada janji dengan Luhan sepulang kuliah,” jawab Sehun.

“Janji apa?” tanya Krystal dengan rasa ingin tahu yang besar.

“Janji untuk bertemu eomma,” tiba-tiba saja Luhan muncul di antara Sehun dan Krystal.

“Annyeong haseyo, Luhan Eonni!” sapa Krystal sambil membungkuk 90 derajat.

“Ne, annyeong haseyo,” balas Luhan sambil tersenyum.

“Kalian belum saling kenal kan? Luhan, ini Krystal. Krystal, ini Luhan,” ucap Sehun memperkenalkan masing-masing.

“Luhan imnida. Aku sahabat Sehun.”

“Jung Soojung imnida. Panggil saja Krystal, eonni,” Krystal tersenyum.

“Mianhae Krystal, aku dan Sehun harus menemui eomma, jadi Sehun tidak bisa menemanimu.”

“Gwaenchana eonni. Aku hanya tidak memiliki teman untuk kuajak, jadi aku mengajak Sehun Oppa. Bukan hal yang besar.”

“Lain kali aku akan menemanimu, Krystal,” ucap Sehun. “Tapi bukan hari ini, mian.”

Krystal hanya tersenyum. Melihat Sehun dan Luhan yang berdiri berdampingan. Sebersit rasa iri muncul di hatinya. Sehun dan Luhan sangat serasi, menurutnya. Apalagi mereka sudah saling mengenal lama.

“Hun, aku ada kelas. Jangan lupa nanti di tempat biasa ya,” Luhan mengecek jam tangannya. “Krystal, aku duluan.”

“Ne, hati-hati, Lu!”

“Aku tidak menyangka kalau Luhan Eonni secantik itu,” puji Krystal ketika Luhan sudah tak terlihat.

“Kau juga cantik. Dan manis,” tanpa sadar Sehun memuji Krystal.

“Benarkah, oppa?”

“Ne,” Sehun menjawab dengan malu-malu.

“Oppa, tolong tanyakan padanya rahasia mengapa kulitnya bisa sebagus itu. Aku iri sekali.”

“Haha, aku juga tidak tahu. Luhan bukan tipe yeoja yang sering keluar masuk salon.”

“Benarkah? Aku tidak percaya,” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Percaya sejalah, ia memang seperti itu.”

“Tapi oppa, kulitmu juga putih sekali,” Krystal memandang kulit pucat Sehun.

“Ah..” Sehun terlihat canggung. “Memang, putih tapi pucat. Hehehe…”

“Oppa, aku juga ada kelas. Aku duluan ya,” Krystal melambaikan tangan, mulai menjauh.

“Ne!” ucap Sehun senang.

—–

“Permisi,” seorang yeoja bermata bulat menghentikan Luhan.

“Ne? Ada yang bisa aku bantu?” tanya Luhan ramah. Ia tak pernah melihat yeoja ini sebelumnya.

“Apa kamu mengenal Kim Jongin?” tanya yeoja itu.

“Kim Jongin? Kim Jongin. Kim Jongin. Sepertinya aku pernah mendengar namanya,” Luhan berusaha mengingat-ingat.

“Kim Jongin yang berkulit tan,” tambah yeoja itu.

“Ah! Kim Jongin itu Kai kan?”

“Oh iya, pangilannya Kai. Aduh, kenapa aku bisa lupa!” yeoja itu memukul dahinya.

“Gwaenchana?” tanya Luhan.

“Apa kamu tahu kira-kira Jongin berada di mana? Aku sudah berkeliling dan belum melihatnya.”

“Ayo, aku bantu mencari Kai.”

“Benarkah? Gomawo,” yeoja itu tersenyum senang.

“Namaku Luhan,” Luhan mengulurkan tangannya.

“Aku Do Kyungsoo. Panggil saja Kyungsoo,” yeoja bernama Kyungsoo itu menjabat tangan Luhan.

“Aku suka matamu,” ucap Luhan.

“Ahh… Mataku memang besar, aku sedikit malu dengan mataku,” Kyungsoo menunduk.

“Kenapa harus malu? Berbeda itu bagus. Matamu itu sungguh lucu.”

“Aku sering diejek karena memiliki mata besar.”

“Eoh? Jangan bersedih. Percaya diri saja,” Luhan menepuk pundak Kyungsoo, memberi semangat.

“Ne,” balas Kyungsoo singkat.

“Aku belum pernah melihatmu di sini. Kenapa kau mencari Kai?” tanya Luhan penasaran. Jujur saja, dalam otaknya sudah berkeliaran pikiran-pikiran aneh. Mungkin saja Kyungsoo adalah mantan pacar Kai yang meminta pertanggung jawaban Kai karena hamil. Atau saja Kyungsoo ditipu oleh Kai sehingga ia mencari Kai untuk balas dendam. Atau malah Kyungsoo pacar baru Kai dari universitas berbeda.

“Aku membawa sepatu untuk Jongin. Sepatu menarinya,” Kyungsoo mengangkat tas yang dibawanya. “Juga pakaian ganti. Ia lupa membawanya.”

“Oh,” Luhan sedikit malu karena pikirannya yang terlalu abstrak. “Kau siapanya Kai? Saudara? Tetangga? Teman?”

“Aku juga tidak tahu,” jawab Kyungsoo membuat Luhan bingung. “Terserah nanti Jongin menganggapku apa,” Kyungsoo tersenyum getir.

“Kenapa… begitu?” Luhan mencoba bertanya.

“Sudah satu tahun aku tidak bertemu Jongin. Mungkin saja dia masih marah karena kejadian saat terakhir aku bertemu dengannya. Sekarang aku datang untuk meminta maaf padanya.”

“Kai biasanya ada di kafetaria. Apa kau melihatnya? Sepertinya ia tidak ada di sini,”Luhan melihat ke sekeliling kafetaria.

“Tidak. Jongin tidak ada di sini,” ucap Kyungsoo sedikit kecewa.

“Duduklah dulu saja. Sepertinya aku memiliki nomor handphone Kai,” Luhan memaksa Kyungsoo duduk sementara dirinya sendiri mengutak-atik handphone.

“Luhan, gomawo. Kau benar-benar baik. Aku pasti merepotkanmu.”

“Tidak apa-apa. Aku juga sudah tidak ada kelas kok. Tenang saja, aku sudah mengirim pesan ke Kai. Sebentar lagi ia pasti datang,” Luha tersenyum.

“Luhan, apa kau dekat dengan Jongin?”

“Ah, tidak. Aku hanya sekedar mengenalnya.”

“Luhan!” seseorang memanggil Luhan dari pintu kafetaria.

Kyungsoo menoleh meski bukan ia yang dipanggil. Ia mengenal suara ini. Suara namja yang tidak ditemuinya selama satu tahun. Ia melihat Kai yang melambaikan tangan. Matanya panas melihat Kai. Ia merindukan namja ini. Ingin rasanya Kyungsoo berlari dan memeluk Kai. Namun ia tersadar, mungkin Kai masih marah padanya.

Kai yang menyadari Luhan bersama yeoja lain hanya bisa mematung. Yeoja mungil yang berdiri di samping Luhan dengan mata bulatnya yang terpaku ke arah Kai. Kyungsoo.

“Kyungsoo!!” Kai berlari ke arah Kyungsoo dan memeluknya begitu erat. Luhan bahkan melihat kaki Kyungsoo sudah tidak berpijak lagi atau mudahnya, Kai mengangkat Kyungsoo.

“Jongin…” Kyungsoo menangis dalam pelukan Kai.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” Kai melepas pelukannya, memegang kedua bahu Kyungsoo. “Kenapa memakai baju pendek seperti ini? Kau tahu kan aku tidak menyukai kau memakai baju seperti ini, bagaimana jika kau sakit?”

Luhan hanya menatap keduanya dengan rasa terharu meski ia masih belum mengerti hubungan antar keduanya. Ia sedikit iri ketika Kai memeluk Kyungsoo, ketika Kai menatap Kyungsoo, ketika Kai berbicara pada Kyungsoo. Sungguh, rasanya Luhan seperti melihat drama Korea yang sering ditontonnya saat malam hari bersama Sehun. Ketika mendengar Kai, ia memperhatikan penampilan Kyungsoo. Memakai baju terusan selutut dan tanpa lengan, juga sepatu kets. Saat itulah ia berpikir mungkin Kyungsoo bukan dari Seoul.

“Lu, gomawo karena sudah mengantarkan Kyungsoo,” ucap Kai pada Luhan.

“Tidak apa-apa. Kyungsoo yeoja yang menyenangkan. Dia sempat khawatir jika kau masih marah padanya.”

“Aku tidak akan marah padanya. Sekali lagi gomawo, Lu. Tadi Sehun sudah keluar, mungkin sedang menunggumu.”

“Kalau begitu aku pergi dulu, Kai, Kyungsoo.”

“Gomawo,” lagi-lagi Kyungsoo mengucapkan terima kasih pada Luhan yang hanya dibalas senyuman.

—–

“Eomma!” Sehun berseru senang saat melihat eommanya.

“Eomma, aku membawa Sehun bersamaku!” ucap Luhan.

“Sehun-ah, Luhan,” Eomma Sehun tersenyum menyambut keduanya. “Ayo masuk, anginnya kencang.”

“Kata Luhan, eomma sakit. Eomma harus menjaga kesehatan, jangan melakukan hal aneh-aneh,” nasihat Sehun.

“Gwaenchana, Sehun. Hanya flu biasa,” Eomma Sehun tersenyum.

“Kata Luhan, appa akan pulang. Benarkah eomma?”

“Ne, akhir bulan ini appa sudah bisa pulang. Pekerjaannya sudah beres, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Baiklah. Baiklah. Ah, Aku rindu appa,” ucap Sehun manja pada eommanya.

“Sehun-ah, apa kau sudah punya pacar??” tanya eomma.

“Belum eomma! Tapi aku menyukai seseorang,” kata Sehun riang.

“Jinjja? Ceritakan tentangnya Sehun! Eomma penasaran.”

“Dia sepertiku, terlihat dingin dan jarang tersenyum, tapi jika sudah dekat dengannya ia adalah yeoja yang menyenangkan. Aku menyukai selera fashionnya, eomma tahu sendiri kan aku juga sedikit menyukai fashion? Sedikit ya… Ia yeoja yang menyenangkan untuk diajak mengobrol. Rasa ingin tahunya tinggi, ia banyak bertanya berbagai hal padaku. Dan menurutku, ia adalah yeoja yang baik meski terlihat dingin. Tapi ia tidak memiliki banyak teman, sifatnya cukup penyendiri.”

“Siapa namanya?”

“Rahasia, eomma! Nanti kalau aku sudah berpacaran dengannya, aku akan mengenalkannya pada eomma!” janji Sehun.

“Apa Luhan mengenalnya?”

“Aku sudah sering bercerita pada Luhan tentang yeoja itu. Tapi baru tadi pagi mereka berkenalan.”

“Pokoknya, kalau kau dekat dengan siapapun, Luhan harus tahu. Oke?”

“Ne, eomma!” ucap Sehun patuh.

“Eomma, aku akan membuat minum,” Luhan yang hanya duduk sedari tadi berdiri dan berjalan menuju dapur.

“Karena Luhan tidak ada, bagaimana menurutmu tentang Luhan?”

“Bagaimana apanya?”

“Sifatnya, ceritakan pada eomma seperti tadi.”

“Aku… tidak tahu. Aku kan sudah mengenal Luhan lama sekali. Aku tidak tahu harus berkata apa tentang Luhan. Hanya saja, Luhan memang baik dan selalu mengerti aku. Ia perhatian dan selalu merawatku. Aku sering merasa kalau Luhan adalah noonaku karena sifatnya yang keibuan. Aku hanya… terlalu bergantung padanya. Menurutku,” ucap Sehun jujur.

“Sini, Sehun. Peluk eomma.”

“Eomma… Aku ingin bersama dengan Luhan selamanya. Apa aku bisa?”

Eomma tidak menjawab. Hanya terus memeluk Sehun.

“Buatlah eomma bangga padamu, Sehun…”

Luhan terpaku melihat Sehun dan eomma. Ia teringat ketika eomma memeluknya kemarin. Ia merindukan mamanya sendiri.

“Aku membuatkan teh hangat untuk eomma dan kopi susu untuk Sehun!”

“Gomawo, Luhan..” ucap eomma.

“Kalau begitu aku akan pergi membeli snack,” putus Sehun.

“Ne,” jawab eomma dan Luhan singkat.

“Luhan…”

“Ne, eomma?”

“Jujur pada eomma. Apa kau menyukai Sehun?” tanya eomma lembut.

Deg!

“Eomma…” Luhan hanya diam. “Mianhae, eomma. Mianhae, mianhae, mianhae. Jeongmal mianhae…” Luhan terisak.

“Gwaenchana, Luhan.”

“Maafkan aku eomma. Aku tidak sanggup lagi… Aku menyukai Sehun…”

“Lu, eomma ingin menjadi eomma-mu yang sebenarnya, bukan hanya karena kamu memanggilku eomma.”

 

~TBC~

4 thoughts on “[Part 2] My Everything – HunHan (with KaiSoo)

  1. akhirnyaaa di post juga ^^ hehehehe…~~~ nado sarang.. aakhh sehun cuma belum sadar aja itu yaa… pdhl diaa lebih butuh Luhan drpd krys .. semogaa dia nerima juga tawaran eomma nya memperistri Luhan ~♡♡♡ *uhuk* *tebar bunga* *hunhanshipper potong tumpeng*
    ohiya ada kaisoo juga ya xD asikk nih kai dateng2 langsung peluk kyungsoo ~♡
    lanjut yah neng author ^^)9 semangat teruus!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s