[Part 4] My Everything – HunHan

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Eomma Sehun

Genre : Yaoi (Genderswitch)

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

#Untuk tulisan yang dibold dan di-italic, berarti itu ngomongnya pake bahasa cina ya?

#Eomma-Appa itu panggilan buat orangtuanya Sehun

#Mama-Papa itu panggilang buat orangtuanya Luhan

Happy reading! Sorry for typos!

—–

“Gege! Aku merindukanmu!” Luhan mengucapkan sesuatu dalam bahasa cina.

–My Everything Part 4–

 “Miss you too!” namja itu memeluk Luhan sampai kaki Luhan tak lagi berpijak.

Sehun melihat dengan bingung. Ia sedikit cemburu dengan namja sangat tinggi yang memeluk Luhan begitu posesif. Bahkan Luhan mencium pipi namja itu dan kembali memeluknya. Sehun merasa sedikit cemburu. Krystal yang melihatnya hanya bersorak senang dalam hati, mungkin saja itu adalah pacar Luhan.

“Aku tidak menyangka kau sudah sebesar ini! Tapi tetap aku lebih tinggi darimu!” Kris mengacak rambut Luhan.

“Gege!” Luhan masih saja tersenyum senang.

“Jadi, bagaimana kabarmu?”

“Kau tahu sendiri, gege. Sedang dalam mood yang tidak baik.”

“Baiklah, baiklah. Apa ini Sehun?”

“Tentu saja! Siapa lagi?”

Kris mengulurkan tangannya ke arah Sehun yang hanya menatapnya bingung. Bahasa Cina yang diucapkan keduanya dengan cepat membuat Sehun pusing. Tapi setidaknya ia mengerti arti uluran tangan Kris. Ia pun menyambutnya.

“Sehun. Oh Sehun.”

“Haha, aku sudah tahu. Panggil saja Kris.”

“Dan itu Krystal,” Luhan menunjuk Krystal yang masih duduk di meja makan.

Kris melambaikan tangannya, “Hai Krystal, aku Kris!” yang hanya dibalas senyuman oleh Krystal.

“Gege, ayo ikut makan siang. Kami baru akan makan siang bersama! Gege datang di saat yang tepat!” Luhan menarik tangan Kris.

“Benarkah? Kebetulan sekali,” Kris tersenyum senang karena perutnya sudah meminta makan sedari tadi.

“Biar aku ambilkan kursi, ge!”

Mereka makan dalam diam. Sehun hanya menatapa tak suka ke arah Kris. Selama 20 tahun hidupnya, selama ia mengenal Luhan, ia tidak pernah tahu sosok Kris. Luhan tidak pernah menceritakan tentang Kris. Ia juga tidak pernah mendengar nama Kris diantara saudara-saudara Luhan yang lain. Sebaliknya, kehadiran Kris membuat Krystal senang. Luhan akan menjauh dari Sehun dan akan bersama Kris, begitu pikirnya.

Selesai makan, hujan turun sangat deras. Mereka berempat berkumpul di ruang tengah. Saling bertanya satu sama lain.

“Luhan Eonni, apa hal tergila yang pernah kau lakukan dengan Sehun Oppa?”

Luhan memandang Sehun lalu tertawa. Ia mengambil sebuah foto dari dinding. “Saat umur 15 tahun, kami membohongi orangtua kami. Mengirimkan foto pernikahan dan berkata kami sudah menikah. Saat itu April Mop, lalu kami menghilang sampai ulang tahunku yang ke 15, tanggal 20. Ketika kami pulang ke rumah. Eomma kami menangis dan berkata akan merestui kami asalkan kami tidak menghilang lagi. Padahal kami hanya berbohong.”

“Lalu apa yang terjadi?” tanya Krystal dan Kris bersamaan.

“Kami berkata yang sejujurnya. Dan Eomma kami malah menangis lebih keras,” jawab Sehun.

“Ada lagi kejadian gila yang kalian lakukan?” tanya Kris.

“Tentu saja mencontek!” jawab Luhan pasti.

“Benarkah?” Krystal tampak tertarik.

“Kami berdua diskors satu minggu. Kami malah senang dan bepergian selama seminggu. Bahkan orangtua kami tidak menyadari kami diskors.”

“Bagaimana pengalaman cinta kalian?” tiba-tiba saja Kris bertanya.

“Kami belum pernah pacaran!” sahut Sehun. “Padahal kami populer sekali di sekolah!”

“Oppa jangan berbohong,” ucap Krystal.

“Sudah-sudah, kenapa kalian jadi seperti menginterogasi aku dan Sehun? Ceritakan tentang diri kalian! Bagaimana kehidupanmu di Kanada, ge?” Luhan menengahi.

“Tidak ada yang menarik di Kanada. Aku kan hanya sekolah di sana. Kemarin aku sempat mampir ke Cina.”

“Benarkah? Apa mama dan papa di Cina?” tanya Luhan antusias.

“Sayang sekali tidak ada. Mungkin mereka sedang berada di Italia.”

“Tidak apa-apa, Lu. Mereka pasti akan datang mengunjungimu,” hibur Sehun.

“Tapi kapan? Aku muak sendirian seperti ini!”

“Aku lebih parah darimu, eonni…” ucap Krystal sedih. “Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku bertemu orangtuaku. Seingatku mereka berada di Amerika. Eonniku sibuk dengan bisnisnya, ia tidak suka diganggu. Aku tidak memiliki nilai yang bagus dan aku juga tidak memiliki teman. Setidaknya eonni memiliki Sehun Oppa dan memiliki banyak teman. Eonni juga pandai.”

“Dengar itu Luhan, kau masih memilikiku,” Sehun memeluk Luhan.

“Aku tidak memilikimu! Aku tidak memiliki siapapun! Aku sendirian!”

“Lu.. Kau memiliki kami semua. Kyungsoo dan Kai juga,” Sehun masih berusaha menenangkan Luhan.

“Sudahlah! Kalian diam saja!” Luhan beranjak masuk ke kamarnya diikuti Kris.

“Luhan Eonni kenapa?” tanya Krystal lirih.

“Dia sedikit sensitif kalau sudah menyangkut orangtuanya.”

“Kenapa? Aku bahkan biasa saja.”

“Luhan sejak kecil sudah berada di Korea. Lama-kelamaan, Luhan dirawat oleh keluargaku, oleh ibuku. Jarang sekali ia bertemu orangtuanya, jadi ia sering mencari perhatian. Semua hal aneh yang dilakukannya agar orangtuanya kembali dan merawatnya. Tapi orangtuanya seakan tuli, dan bepergian semakin jauh. Luhan bahkan tidak memiliki nomor handphone orangtuanya.”

“Tapi dia memilikimu.”

“Kasih sayang orangtua selalu berbeda. Luhan dan eommaku sangat dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Kadang aku merasa eomma lebih menyayangi Luhan daripada aku. Tapi itu tidak apa-apa, karena aku tahu kondisi Luhan.”

“Apa… aku boleh bertemu eomma-mu, oppa?”

“Tentu saja, jika badai sudah usai aku akan mengajakmu bertemu eomma. Kebetulan appa juga sedang di Korea.”

“Aku merasa seperti akan menemui calon mertua. Hahaha…” Krystal tertawa garing.

“Apa kau mau?”

“Mau apa?”

“Apa kau mau mereka menjadi orangtuamu?”

“Oppa…”

“Jadilah pacarku,” ucap Sehun pada akhirnya.

“Oppa…”

“Jawablah. Apa kau mau menjadi pacarku?”

“Ini bukan April Mop kan?”

“Tentu saja bukan.”

“Aku mau, oppa!” ucap Krystal senang dan memeluk Sehun erat.

“Saranghae,” bisik Sehun.

“Nado saranghae.”

–My Everything Part 4–

 “Aku bisa mendengar mereka, ge…”

“Jangan didengarkan, Lu.”

“Gege, apa aku salah mencintai sahabatku sendiri?”

“Tidak, tidak ada yang salah. Kalian sudah bersahabat lama sekali dan itu hal yang wajar. Selalu berdua dan sangat mengenal satu sama lain.”

“Tapi kenapa Sehun tidak menyukaiku? Apa dia bosan padaku? Mungkin kami bersahabat terlalu lama… Jadi ia bosan padaku.”

“Ini semua hanya masalah waktu.”

“Semuanya sudah berakhir, ge. Tak ada harapan lagi untukku. Dan aku akan sendirian.”

“Masih ada aku, Lu. Jangan khawatir, selama di Korea aku akan selalu menemanimu.”

“Gege, berjanjilah padaku.”

“Apa?”

“Berjanjilah kau akan membantuku melupakan Sehun.”

“Aku tidak bisa berjanji.”

“Kenapa, ge? Apa kau tega melihatku seperti ini?”

“Kenapa tidak? Sepertinya seru melihatmu patah hati dan menangis meratapi nasib setiap hari.”

“Gege!”

“Baiklah baiklah… Jika kau masih tidak bisa melupakan Sehun, itu bukan salahku!”

“Deal!”

“Deal!”

–My Everything Part 4–

DUAARRRR!!!    *suarapetir

“MAMA!!” teriak Luhan.

Petir menyambar, membuat Luhan ketakutan. Luhan memang sangat takut pada suara petir. Hujan deras semalaman akan membuatnya tidak bisa tidur dan terus terjaga. Biasanya Sehun akan datang dan memeluknya jadi ia bisa tidur dengan nyaman. Tapi tidak jarang ia yang berlari ke kamar Sehun duluan.

“Oppa… Aku takut,” Krystal memeluk Sehun erat. Oke, sebenarnya Krystal tidak takut petir. Hanya saja, ayolah, kapan lagi ia bisa memeluk Sehun seerat ini?

“Aku di sini. Gwaenchana, gwaenchana,” kata yang sama selalu diucapkan Sehun pada Luhan. Ia bisa mendengar suara Luhan yang berteriak. Sungguh, ia ingin berlari dan memeluk Luhan, menenangkannya. Tapi ia memiliki seorang yeojachingu di sini. Yang juga sama takutnya dengan Luhan.

“Suaranya keras sekali…” bisik Krystal.

“Tidak apa-apa. Tidak akan terjadi apa-apa. Tenanglah, aku bersamamu..”

“Oppa…”

“Aku memelukmu. Tidak apa-apa,” di dalam pelukan Sehun, Krystal tersenyum penuh kemenangan.

‘Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan Sehun. Ini bahkan lebih mudah dari yang kukira,’ batin Krystal.

DUUUAAAAARRRRRR!!!!!

Kali ini suara petirnya jauh lebih keras.

“SEHUN!! MAMA!! MAMA!!!!” Sehun tercekat, Luhan memanggil namanya. Ia tahu Luhan sangat ketakutan. Petir saat hujan biasa saja bisa membuatnya histeris, apalagi petir saat badai seperti ini. Sehun merasa dilema.

‘Oh Sehun. Di sini ada yeojachingu-mu yang ketakutan. Di sana ada Luhan sahabatmu yang sangat sangat sangat ketakutan. Tapi Luhan sudah bersama Kris. Jadi tenanglah dan tetap bersama Krystal. Krystal lebih membutuhkanmu sekarang,’ batin Sehun sibuk berpikir.

“Luhan Eonni memanggilmu, oppa.”

“Ada Kris bersamanya, aku akan bersamamu.”

Sementara di dalam kamar Luhan…

“Gege, aku takut sekali,” Luhan mulai menangis.

“Tenanglah, tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja,” Kris mencoba menenangkan Luhan.

‘Apa yang harus aku lakukan? Aku yakin biasanya Sehun yang akan menenangkan Luhan, tapi tidak ada Sehun di sini. Aku sudah memeluknya, tapi sepertinya Luhan membutuhkan Sehun. Bagaimana ini?’ batin Kris berkecamuk, bingung.

“Aku harus membiasakan diri tanpa Sehun, ge. Jangan khawatir,” ucap Luhan seakan bisa membaca pikiran Kris.

“Bagaimana aku tidak khawatir?! Aku mempercayakan dirimu pada Sehun! Sehun selalu bersamamu dan melewati semua ini tidak mudah bagimu! Aku tahu kau membutuhkan Sehun, Lu.”

“Tidak! Sehun bersama Krystal. Aku tidak mau mengganggu mereka. Krystal pasti juga ketakutan.”

‘Percayalah, Krystal tidak sepolos yang kau pikirkan, Lu. Aku bahkan bisa melihat senyum mengerikannya.’

“Jangan lagi mengalah seperti ini, Lu. Bela dirimu sendiri. Ini demi kebaikanmu sendiri.”

“Aku mencoba.”

“Tetap kuat, oke? Semua akan berakhir dengan cepat.”

Luhan menangis. Ia begitu merindukan pelukan Sehun. Tadi pagi semuanya baik-baik saja, dan kini semuanya kacau. Badai memperburuk suasana. Ia rindu bisikan yang selalu Sehun berikan padanya saat ia ketakutan. Ia rindu Sehun yang selalu setia menemaninya. Kini Sehun milik Krystal. Akhirnya ia benar-benar tergeser. Kini ia menjadi nomor dua.

“Sehun, saranghae,” bisik Luhan lirih sebelum akhirnya menutup mata.

–My Everything Part 4–

Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali. Mencoba beradaptasi dengan sinar matahari yang cukup terang. Awalnya penglihatannya cukup buram, lama-kelamaan semuanya menjadi jelas. Wajah yang ia lihat pertama kali adalah eomma.

“Eomma,” panggil Luhan pelan.

“Ne, Luhan? Kau butuh apa? Ingin apa? Minum? Makan?”

Luhan baru saja ingin bertanya tentang Sehun, lalu ia teringat kembali. “Kris dimana?”

“Kris sedang keluar, mencari makan. Semalaman ia menunggumu dan setengah hari belum makan,” jawab eomma lembut.

“Mama? Papa?” tanya Luhan lirih.

“Mereka akan ke Korea, jangan bersedih lagi ya.. Eomma akan sedih kalau melihatmu begini,” eomma mengelus rambut Luhan dengan sayang.

“Benarkah?” Luhan seakan tak percaya.

“Ne,” jawab eomma pelan. “Ada apa denganmu, Lu? Apa ini karena Sehun? Dengan yeojanya itu?”

“Apa eomma sudah bertemu yeojachingu Sehun?” Luhan sedikit tak rela mengucapkan kata yeojachingu, ingin menangis saja rasanya.

“Semalam Kris dengan panik menghubungi eomma. Karena masih badai, Kris tidak bisa membawamu ke rumah sakit. Lalu kata dokter, kamu terlalu ketakutan dan sedang stress. Apa karena Sehun?” bukannya menjawab eomma malah memberikan pertanyaan kembali.

“Mungkin, eomma… Aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini.”

“Jadi kamu menyerah menyukai Sehun?”

“Aku bingung. Di satu sisi aku ingin sekali move on. Tapi di sisi lain aku tidak bisa meninggalkan Sehun sendirian. Seperti ada dua bagian dalam diriku yang berpikir dengan pola berbeda. Aku tidak tahu mana yang harus aku ikuti.”

“Lu, bisakah kamu menunggu sedikit lagi? Eomma yakin Sehun juga menyukaimu, setidaknya ia belum menyadarinya.”

“Tapi sampai kapan eomma? Di mata Sehun, Krystal segalanya. Krystal sempurna. Krystal bagai dewi. Sehun hanya mengganggapku sebagai seorang teman yang mengurus rumahnya. Sekarang aku malah merasa seperti pembantu,” Luhan tersenyum pahit.

“Ada keyakinan dalam diri eomma, Sehun akan bersamamu suatu saat nanti. Tapi untuk sekarang, eomma mencoba adil. Ada Krystal bersama Sehun, tapi juga ada dirimu sendirian. Eomma tidak akan memihak dirimu maupun Krystal. Meskipun sebenarnya eomma ingin sekali bersamamu.”

“Apa Sehun menjengukku?” tanya Luhan ragu-ragu.

“Krystal memaksanya tetap di rumah. Apartemen kalian. Katanya Krystal masih takut.”

“Oh, benarkah?” Luhan seakan tak percaya tentang Krystal yang ketakutan.

“Katanya sih begitu, eomma juga tidak tahu yang sebenarnya.”

Mereka berdua diam selama beberapa saat. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Eomma….” kata Luhan pada akhirnya.

“Ne?”

“Apa aku pindah saja dari apartemen?”

“Apa? Lalu kamu mau tinggal di mana? Eomma tidak tenang melepasmu sendirian,” eomma mulai panik.

“Aku mau kembali saja ke rumahku sendiri. Yang lebih dekat dengan universitas, jadi aku bisa berjalan kaki.”

“Lalu bagaimana dengan janjimu? Selalu bersama Sehun sampai kalian memang benar-benar harus berpisah?” tanya eomma khawatir.

“Aku masih bisa mengawasinya, ada Kai yang selalu bersama Sehun, jadi aku masih tahu keadaan Sehun.”

“Tapi tetap saja Luhan…  Eomma tidak akan membiarkanmu hidup sendirian.”

“Ada mama dan papa,” Luhan bersikeras.

“Tidak. Mereka akan sibuk lagi, jadi tetap bersama Sehun. Jalani semuanya dengan sabar. Anggap Krystal angin lalu. Jangan pedulikan mereka. Fokus pada pendidikanmu saja, oke?”

Luhan tidak tega lagi. “Ne, Eomma,” jawabnya.

“Lalu kenapa Kris ada di Korea? Eomma kaget waktu ia menelpon eomma,” tanya eomma.

“Aku memaksanya di sini, untuk menemaniku.”

“Baguslah kalau begitu, sering-sering main dengan Kris saja. Mungkin itu bisa melupakan kesedihanmu,” saran eomma.

“Tapi tidak seru, Kris tidak tahu banyak tentang Korea. Ia juga sering mencampur bahasa Korea, Cina, dan Inggris menjadi satu. Aku dibuat bingung,” Luhan mengerucutkan bibirnya dengan imut.

“Imut sekali dirimu iniiiii,” eomma yang gemas mencubit pipi Luhan.

“Aku bukan anak kecil lagi, eomma!”

Sekali lagi, Luhan bisa tertawa. Biarkan ia melupakan masalahnya bersama Sehun dan bahagia sejenak.

–My Everything Part 4–

 “Krystal…. Ayolah kita menjenguk Luhan, aku khawatir sekali…” pinta Sehun.

“Shirreo! Aku tidak mau!”

“Kalau begitu biarkan aku pergi sendiri,” Sehun kembali membujuk Krystal.

“Ani!! Oppa harus tetap di sini sampai aku pulang besok, baru Oppa boleh menjenguk Luhan Eonni! Titik!”

“Besok Luhan sudah pulang…”

“Kalau begitu tunggu Luhan Eonni pulang saja. Lagipula di luar masih gerimis. Jalanan pun masih dibersihkan.”

Memang, setelah badai semalam, pagi ini turun gerimis. Hingga siang gerimis belum berhenti juga, tapi hujan juga tidak turun. Jalanan dibersihkan dari sampah, pohon yang tumbang, maupun kendaraan yang terjebak. Hari ini hari sibuk. Tapi Sehun khawatir sekali pada Luhan. Biasanya ia akan bersama Luhan, dan karena ia tidak bisa menemani Luhan, Luhan sampai pingsan. Kris yang pergi bersama eomma di pagi buta juga belum kembali.

“Eomma dan appaku akan berada di sana menemani Luhan. Kau kan ingin bertemu dengan mereka…” lagi-lagi Sehun membujuk.

“Tidak dalam situasi seperti ini. Mood-ku sedang buruk, oppa!”

‘Kenapa Krystal jadi menyebalkan seperti ini? Mood-nya sedang buruk? Ya, pasti karena mood-nya sedang buruk,’ batin Sehun.

Ting! Tong!

Bel berbunyi. Sehun bergegas membukakan pintu.

“Mama? Papa?”

~TBC~

Cuap-cuap author : Annyeong! Kali ini aku update lebih cepet kan? Semoga bisa kayak gini terus😀 Oya, minggu ini author jadi siswa baru SMA. Maka dari itu, author akan sibuk karena pelajarannya susah banget -_- Apalagi kapasitas otak yang tidak memadai. Tolong banget pengertiannya, kalo nanti fanfic ini makin gaje. Sepertinya akan ada konflik lagi di chapter depan. Ditunggu ya!

8 thoughts on “[Part 4] My Everything – HunHan

  1. Unnie… cepet ya updatenya jangan lama lama yah.. seru banget ni kayaknya ni cerita bakal rada rada ribet gitu ya… hihi keep writing unn..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s