[Part 5] My Everything – HunHan

 

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Eomma Sehun

Genre : Yaoi (Genderswitch)

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Maaf ya kalo chapter ini membosankan. Juga lama update.

Sorry for typos! Happy reading!

 

Bel berbunyi. Sehun bergegas membukakan pintu.

“Mama? Papa?”

–My Everything Part 5—

 

“Dimana Luhannie-ku?” tanya mama langsung.

“Luhan ada di rumah sakit, bersama eomma dan Kris hyung.”

“Lalu kenapa kau di sini? Kenapa kau tidak bersama Luhan?!” ucap mama sedikit marah.

“Masuklah dulu, mama, papa. Aku jelaskan di dalam,” Sehun mencoba menenangkan sambil mengajak kedua orangtua Luhan masuk.

“Berikan aku minum!” Krystal yang mendengar suara mama bergegas menuju dapur, membuka lemari dapur berharap ada sesuatu untuk membuat minuman.

Sehun mempersilahkan mama dan papa duduk di sofa ruang tengah. Mereka tampak mengamati apartemen kecil yang sudah lama sekali tidak mereka kunjungi. Tidak banyak perubahan, namun sepertinya terdapat lebih banyak barang dan juga cukup berantakan. Tidak biasanya seperti ini. Sementara itu Sehun berlari menemui Krystal di dapur yang masih berjuang membuat teh.

“Krys, tolong buatkan minuman!” ucap Sehun panik.

“Aku juga sedang mencoba oppa! Siapa mereka?”

“Mama dan papa Luhan. Mereka sudah lama tidak ke Korea. Apakah sudah jadi?” Sehun melirik teko yang dipegang Krystal.

“Bagaimana ini, oppa? Aku tidak tahu caranya…”

“Aku juga tidak tahu. Mungkin begini, lalu begini, dan begini…” Sehun mencoba-coba untuk membantu.

“Ah! Akhirnya jadi juga!” ucap Krystal senang.

“Baiklah, aku keluar duluan. Cepat bawa minumnya keluar!”

Ketika Sehun keluar dari dapur, ia menyadari mama sudah tidak berada di tempatnya. Pastilah mama sedang mengadakan inspeksi mendadak. Menengok kamar Luhan, kosong. Mama tidak ada. Hanya ada satu kemungkinan, kamar Sehun sendiri.

“Mama!” teriaknya marah.

“Kenapa kau berteriak padaku! Aku orangtuamu Sehun!”

“Jangan seenaknya masuk ke kamarku!”

“Apa tidak boleh? Dulu kan aku juga selalu begini! Lalu, siapa yeoja ini? Kenapa fotonya banyak sekali di kamarmu!? Kenapa tidak ada fotonya Luhan?!”

“Dia yeojachingu-ku, mama! Dia sedang membuatkanmu minuman.”

“Lupakan!” mama berjalan cepat keluar dari kamar Sehun dan menarik papa.

“Ada apa?” tanya papa santai.

“Ayo kita ke rumah sakit sekarang!” ajak mama.

“Tapi minumannya!” Krystal berusaha mencegah dengan membawa nampan penuh dengan minuman.

“Siapa kau! Lupakan saja, aku tidak butuh minuman itu!”

Dan dengan itupun mama dan papa keluar dari apartemen. Meninggalkan Sehun yang masih shock dan dengan Krystal yang masih berjuang membawa nampan.

Praaangg!!

Sehun melirik horor ke arah Krystal yang tengah menatapnya dengan pandangan innocent. Sehun melirik ke bawah, ke lantai. Mendapati teko dan cangkir yang sudah pecah. Ia hanya bisa menghela napas panjang. Panjang sekali.

“Oppa~” Krystal beraegyo. “Mianhae…”

Sehun luluh juga. “Neeee…. Gwaenchana,” ucapnya sambil tersenyum.

“Oppa yang terbaik!” Krystal tersenyum senang.

“Apakah aku harus membersihkan semua ini?” gumam Sehun pada dirinya sendiri.

Sehun pun berjuang membersihkan sisa-sisa kekacauan yang diakibatkan Krystal. Sementara Krystal sendiri sedang asyik berpose imut di depan ponselnya, lalu sibuk sendiri dengan ponselnya. Pertama, Sehun memunguti pecahan cangkir dan teko lalu memasukannya ke kantong plastik. Lalu ia menyapu dan mengumpulkan pecahan-pecahan kecil, baru membersihkannya dengan tuntas menggunakan vacuum cleaner. Tapi sungguh, ia tidak bisa memastikan semuanya sudah bersih terkendali.

“Seandainya saja ada Luhan, ia pasti akan membersihkan semuanya dengan baik,” pikir Sehun. “Aish! Apa yang aku pikirkan? Luhan tidak ada di sini! Yang ada hanya Krystal…” ia berhenti sejenak, “yang selalu membuat masalah baru.”

“Oppa!” panggil Krystal.

“Wae??”

“Ayo kita bermain ke luar!” ajaknya.

‘Bermain? Bahkan saat Luhan sakit pun tersenyum susah. Apa aku bisa bermain mengingat kondisi Luhan?’ batinnya ragu.

“Emmm… kau mau kemana?” putus Sehun akhirnya.

“Shopping!” ucapnya senang.

‘Apakah shopping itu bermain? Haruskah aku membelikannya semua barang yang diinginkannya?’

“Apapun yang membuatmu senang,” Sehun tersenyum.

“Ayo kita membeli barang couple!”

“Terserahmu saja.”

“Tapi oppa, aku hanya membawa baju hangat. Aku akan memakai baju Luhan eonni, ne?” tanpa menunggu persetujuan, Krystal sudah masuk ke dalam kamar Luhan.

Sehun tercengang melihat penampilan Krystal. Dari atas sampai bawah semuanya memakai pakaian Luhan. Kaos pink yang ditutupi dengan kemeja warna biru, skinny jeans, dan sepatu boot putih. Sehun bahkan masih ingat kalau ia yang membelikan sepatu itu untuk Luhan.

“Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian!” Sehun melesat masuk ke kamarnya.

“Ne, oppa!”

–My Everything Part 5—

 

“Luhannie!” mama terburu-buru masuk ke dalam kamar rawat Luhan.

“Mama! Aku merindukanmu!”

“Kenapa dengan dirimu Luhannie? Maafkan mama yang tak bisa hadir untukmu, maafkan mama yang meninggalkanmu sendirian…”

“Tidak apa-apa, eomma, aku baik-baik saja,” Luhan tersenyum.

“Begini yang kau bilang baik?! Untunglah ada Kris, jika tidak mama tidak tahu bagaimana nasibmu sendirian saat badai, sementara kau takut sekali petir. Lalu kenapa juga yeojachingu Sehun ada di sana?” ucap mama penuh emosi.

“Yeojachingu Sehun mengungsi ke apartemen kami mama, lalu Kris gege datang. Sudah lama Sehun mengenal yeoja itu, aku pun mengenalnya. Dia yeoja yang cukup baik.”

“Dia tidak cukup baik untuk Sehun!”

“Ada apa denganmu, ma? Sehun menyukainya, biarlah!”

“Junhee,” mama memanggil nama eomma Sehun. “Harusnya kita menjodohkan mereka, harusnya Luhannie tidak perlu seperti ini.”

“Apa maksud mama?” tanya Luhan ragu.

“Bagaimana pun juga, aku ini ibumu. Sudah lama kau menyukai Sehun, mama tahu itu. Sekarang mama menyesal kenapa kita melupakan perjodohan itu.”

“Luhan dan Sehun sudah dewasa. Meski aku juga sedikit menyesal, biarlah mereka menyelesaikan masalah sendiri. Aku sudah bertemu dengan Krystal, dan ia yeoja yang cukup manis,” ucap eomma menenangkan.

“Mama, eomma, tenang saja, masih banyak namja di luar sana. Aku akan bahagia dengan namja pilihanku suatu hari nanti,” Luhan tersenyum.

“Benar, kau adalah yeoja yang cantik! Pasti banyak namja yang menyukaimu!” ucap mama menyemangati Luhan.

“Lalu berapa lama kalian di sini?” tanya eomma.

“Ah.. Masalah itu… Maafkan kami Luhan, nanti malam kami harus kembali ke Cina, ada sedikit masalah. Kapan Luhan bisa pulang?”

“Sepertinya besok pagi, ia terlalu stress akhir-akhir ini.”

“Baiklah, istirahat dengan baik ya,” mama mengelus rambut Luhan.

“Ne.”

–My Everything Part 5—

 

Sehun berjalan dengan malas di samping Krystal. Mereka sudah berputar-putar ke seluruh lantai, tapi tidak ada satupun yang sesuai dengan minat Krystal. Ayolah, bahkan mereka sudah melewati toko es krim ini tiga kali.

“Krys, kalo memang tidak ada yang menarik minatmu, kita pulang saja. Atau pergi ke mall lain. Sudah tiga kali kita melewati toko ini.”

“Aku lupa dimana tokonya, oppa! Aku sering sekali berbelanja di toko itu, tapi aku tak tahu dimana letaknya!”

“Mana ponselmu?” Krystal memberikan ponselnya. “Apa nama tokonya?” tanya Sehun.

“Rum Pum Pum!” ucapnya semangat.

Sehun membuka aplikasi browser, googling nama toko seperti yang disebutkan Krystal. “Ada di lantai tiga—“

“Tapi ini lantai tiga!”

“—mall lain. Jadi intinya, kita salah mall.”

“Benarkah?” Krystal melihat ke sekeliling. “Oppa benar! Bagaimana aku bisa lupa! Kajja!” Krystal menarik tangan Sehun ke arah lift.

“Oh, Tuhan,” gumam Sehun.

Akhirnya, setelah penuh perjuangan, Sehun dan Krystal mencapai mall yang benar. Jalanan benar-benar macet, membuat Sehun frustasi. Ia memang tidak suka berjalan-jalan keluar. Saat liburan, ia hanya akan menghabiskan waktu bersama Luhan di dalam apartemen, maraton film, sambil memakan camilan buatan Luhan yang enak. Sehun dan Luhan adalah tipe anak rumahan yang lebih senang bergelung di selimut dan makan di rumah.

Sehun sibuk melamun, hingga tak terasa pintu lift sudah terbuka. Hanya ada jejeran toko ponsel di depannya.

“Ini bukan lantai tiga kan?” tanya Sehun ragu.

“Memang bukan. Ini lantai lima. Kita akan membeli handphone!” ucap Krystal senang.

“Bukankah milikmu sudah keluaran terbaru? Mau beli yang seperti apa lagi?”

“Oppa~ Ayo kita membeli handphone untukmu. Masa kau tidak memiliki handphone, tidak keren sekali,” Krystal merajuk.

“Kenapa? Aku hanya ingin bebas. Ponsel membuatku tidak bebas. Dan aku tidak menyukainya,” ucap Sehun tegas.

“Ponsel itu segalanya! Ponsel membuat semuanya lebih mudah, kita bisa membeli ponsel yang sama! Couple!” Krystal terus menarik-narik lengan Sehun, memaksa.

“Tidak, Krystal. Ayo kita mencari pakaian untukmu, lalu cepat pulang. Aku sudah capek.”

“Baiklah,” Krystal menggembungkan pipinya, kesal.

Krystal dan Sehun akhirnya turun ke lantai tiga. Tempat toko favorit Krystal, Rum Pum Pum berada. Sehun memang bukan fashionista, tapi ia senang melihat orang yang berpakaian dengan baik. Setidaknya ia masih tahu mode masa kini karena Kai sering menjejalinya dengan majalah fashion pria. Ah, tiba-tiba saja Sehun teringat Kai dan Kyungsoo. Hubungan mereka sangat baik dan mereka sangat serasi. Tidak sekali dua kali Sehun melihat Kyungsoo menunggu Kai pulang lalu mereka akan berjalan-jalan bersama. Ingin sekali ia dan Luhan seperti itu. Entah mengapa, Sehun merasa Luhan sedikit menjauh darinya.

“Oppa kenapa melamun?” tanya Krystal membuyarkan pikiran Sehun.

“Ah, tidak. Aku hanya sedikit mengantuk,” elak Sehun.

“Oooh… Bagaimana menurutmu dengan ini? Ini? Dan ini?”

“Bagus semuanya, cocok untukmu. Kau itu cantik, semuanya akan terlihat bagus di tubuhmu,” puji Sehun.

“Benarkah? Kalo begitu aku ambil ini saja,” Krystal pun sibuk mencari pakaian lainnya.

Sementara Krystal berputar-putar mencari pakaian yang menarik minatnya, Sehun duduk dan kembali berpikir. Ia jadi merindukan Luhan. Ia ingin memeluk Luhan. Ia ingin menjaga Luhan. Bersahabat begitu lama, membuat mereka sangat dekat. Krystal adalah yeojachingunya. Cinta pertamanya. Dan tentu saja pacar pertama. Tapi Luhan juga sangat penting untuknya. Ia tak akan bisa memilih antara Luhan dan Krystal. Untuk sekarang, bairlah ia bersama Krystal karena Luhan mempunyai Kris.

“Oppa, aku sudah selesai! Mana kartu kreditmu?!” tanya Krystal langsung.

Sehun hanya menatap Krystal bingung. Haruskah ia membayar seluruh belanjaan Krystal ini? Apalagi ia tidak memiliki kartu kredit.

“Aku tidak memiliki kartu kredit,” jawab Sehun singkat.

“Mwoo?! Lalu berikan uang cash untuk membayar semua ini! Bagaimana bisa Oppa tidak memiliki kartu kredit?!” Krystal terlihat marah dan tidak terima.

“Hanya ini yang aku bawa,” Sehun mengeluarkan sejumlah uang, ketika Krystal berusaha meraihnya, ia menariknya kembali. “Tidak, Krystal. Belilah pakaian itu dengan uangmu sendiri.”

“Oppa tega?!”

Saat itulah beberapa pegawai ditoko memperhatikan mereka dan berbisik-bisik. Beberapa mendukung tindakan Sehun dan tidak menyukai sifat Krystal.

“Hanya ini yang akan aku berikan untukmu, cukup untuk membeli dua pakaian. Selebihnya, kau bisa membayarnya sendiri.”

“Tapi aku tidak puny—ah, maksudku aku tidak membawa uang!” Krystal berusaha mengelak.

“Take it or leave it,” dengan marah Krystal mengambil uang yang diberikan Sehun. Ia pun terpaksa mengembalikan setumpuk pakaian yang telah diambilnya, dan hanya mengambil yang sesuai dengan harga uang yang dibelikan Sehun.

“Oppa, kau jahat!” marah Krystal setelah mereka kembali ke mobil.

“Kau hanya pacarku Krystal. Aku tidak bisa membelikanmu semua ini. Ini bukan hal yang benar. Apa setelah aku membelikanmu berbagai barang kau akan memutuskanku dan mencari namja lain yang lebih kaya?? Jika kau istriku, aku akan membelikanmu semuanya!”

“Bukan begitu Oppa! Sudah sewajarnya namja mengeluarkan uang untuk yeojanya,” bantah Krystal.

“Bahkan aku tidak memiliki uang cukup untuk membelikanmu semua barang tadi! Kenapa kau tidak membawa uang kalau kau ingin berbelanja banyak hal seperti tadi!”

“Aku kira Oppa akan membayarnya untukku!”

“Mulai sekarang jangan andalkan aku untuk hal-hal seperti itu! Aku tidak memiliki penghasilan sendiri, aku tidak mau menghamburkan uang kedua orangtuaku hanya untuk membelikanmu pakaian!”

“Tapi jika Luhan Eonni yang meminta, Oppa pasti akan membayar semuanya kan? Berapa pun yang ia beli!”

“Jangan membawa Luhan dalam masalah ini!”

“Jawab saja Oppa! Jujurlah!”

“Luhan tidak pernah meminta dibelikan sesuatu! Kami akan membayarnya sendiri-sendiri! Ia tidak mengandalkan namja untuk uangnya!”

“Bohong! Oppa berbohong! Aku benci padamu!!”

“…”

“…”

“…”

“Turunkah aku di sini!” pinta Krystal pada akhirnya.

“Tidak, kita harus menyelesaikan masalah ini di apartemenku.”

“Aku bilang berhenti! Turunkan aku! Oppa, berhenti! Aku ingin turun!” Krystal menggedor pintu seolah pintu itu bisa dibuka.

Sehun pun berhenti, lalu menatap Krystal dingin, “Sudah, turunlah!”

“Oppa tega memberhentikanku di tengah jalan seperti ini?! Aku bahkan tak tahu ini dimana! Kenapa Oppa tega sekali?!! Oppa jahat!” Krystal mulai merajuk, menangis.

“Sebenarnya apa mau anak ini sih?” gumam Sehun lirih. Lirih sekali. Tanpa memperdulikan Krystal yang menangis.

~TBC~

Cuap-cuap author : Chapter ini lama banget .___. Dan membosankan ya? Mungkin di chapter ini lebih berpusat pada Sehun-Krystal. Bahkan Kris ga keluar di chapter ini. Kadang aku suka bingung sendiri mau nulis apa. Dan selama ini, fanfic aku sering discontinue di chapter 4, tapi buat MY EVERYTHING, aku bisa menyelesaikan chapter 5nya. Artinya fanfic ini akan terus lanjut, oke?

Padahal aku nyadar banget kalo tema fanfic aku pasaran, gaya menulis aku juga biasa aja, ga ada pemilihan diksi menarik ataupun berat. Tapi aku juga seneng banget kalo ada yang baca fanfic ini ^^ Kalopun siders juga gapapa. Setidaknya udah baca, meski tetap memilih diam. Apalagi kalo komen. Makasih buat semuanya yang udah baca😀

I LOVE YOU ALL :*

Sepertinya chapter 6 juga agak lama keluarnya. Maklum, aku masih anak SMA baru, masih beradaptasi. Pelajarannya susah banget lagi :3 Jadi dimohon sabar untuk menunggu chapter-chapter selanjutnya..

ps : mind to following me on twitter? @ adliyaaaa

9 thoughts on “[Part 5] My Everything – HunHan

  1. Kasihan Luhan,,dah sakit gak dijengukin sma Sehun. Sehun jg, mw2 aja nurutin Krystal,,,
    suka dech sma ff ini

  2. Fanficnya ga bosenin kok hihi seruuu
    Ah aku kasian sama Luhan;(
    Dan kesel sama Krystal-_-
    Btw Sehun sebenernya suka ngga sih sama Luhan eh? Pengennya HunHan gamau HunTal;(((
    Daebak!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s