[Part 6] My Everything – HunHan

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Kris, Jongin, Kyungsoo, and other

Genre : Genderswitch

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Baca saja bacotan author di bawah oke?

Chapter ini lebih pendek karena ditulis waktu lapar. Jangan protes, plis.

Sorry for typos! Happy reading!

-My Everything Part 6-

Sudah beberapa minggu sejak Luhan keluar dari rumah sakit. Kris masih tetap stay di apartemen HunHan. Dan Sehun masih bersama Krystal. Hanya saja, Luhan terlihat menghindari Sehun. Ia memilih berangkat pagi sekali dan pulang menjelang malam. Bahkan ia mulai jarang memasak sarapan maupun makan malam untuk Sehun. Ia biarkan semuanya mengalir seolah tak terjadi apa-apa. Sedangkan Kris bekerja di perusahaan milik appa Sehun dan sering pulang larut karena pekerjaannya yang cukup berat. Kris memahami Luhan yang sedikit-demi sedikit menjauhi Sehun. Tapi Sehun tidak.

“Lu,” panggil Sehun di suatu pagi ketika Luhan akan berangkat untuk kuliah. Terlalu pagi sebenarnya.

“Ne?”

“Aku ingin sarapan telur,” pinta Sehun manja.

“Aku terburu-buru, maaf Sehun,” tolak Luhan.

“Ada apa denganmu, Lu?!” Sehun menahan tangan Luhan.

“Apa maksudmu? Aku masih begini-begini saja.”

“Tidak! Kau menghindariku!”

Luhan tak menjawab. Ia hanya menatap Sehun dengan tatapan miris. Tatapan kesedihan. Menatap setulus hati namja yang berhasil merebut hatinya beberapa tahun belakangan ini. Ia tak mampu berkata-kata. Lidahnya kelu hanya untuk mengucapkan satu kata saja.

“Aku mencintaimu,” bisik Luhan lirih.

“Apa?” Sehun tak bisa mendengar perkataan Luhan dengan jelas atau ia hanya mencoba memastikan.

“Aku mencintaimu, Hun. Sangat.”

“Aku juga mencintaimu, Lu…”

“Bukan seperti itu! Aku mencintaimu seperti kau mencintai Krystal! Cinta dari seorang yeoja ke namja!”

“Lu…”

“Jangan berikan aku harapan palsu, Hun! Sudah cukup aku menanggung sakit ini sendirian…”

“Tapi… bagaimana bisa?”

“Tidak ada yang mustahil Hun. Bertahun-tahun bersamamu, bahkan aku tidak memiliki teman lain selain dirimu.”

“Lu, ini salah! Kita saudara kan?”

“Kita bukan saudara! Kita hanya teman yang terlalu dekat!” Luhan mulai emosi melihat tingkah Sehun.

“Heeem…. Kalian ini kenapa ribut sekali?” Kris terbangun mendengar perseteruan Sehun dan Luhan.

“Tidak ada apa-apa. Hanya masalah kecil. Kembalilah tidur,” ujar Luhan melihat Kris yang masih mengantuk.

“Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, Lu?”

“Bagaimana bisa aku mengatakannya sementara setiap harinya kau selalu bercerita tentang Krystal?! Aku muak, Hun!” dan dengan itu Luhan membanting pintu apartemen mereka berdua.

“Luhan!” Sehun mengejar Luhan keluar.

“Luhan tolong dengarkan aku!!” Sehun menarik tangan Luhan.

“Cukup, Hun! Jangan begini lagi! Kau terus menyakitiku!”

“Aku tidak tahu! Aku memang bodoh dan tidak peka! Maafkan aku, Lu…” Sehun menatap Luhan memelas.

“Maaf? Sakit bertahun-tahun ini hanya terbalas dalam beberapa detik saja untuk mengucapkan maaf? Apa salahmu, Hun? Kenapa kau meminta maaf padaku?”

“Lu… tolong jangan marah padaku. Apalagi pada Krystal. Oke, aku meminta maaf karena aku tidak peka dan tidak tahu perasaanmu…”

“Tidak, Hun. Cukup. Aku sudah terjatuh terlalu dalam. Akan sulit bagiku untuk kembali naik…” Luhan menggelengkan kepalanya.

“Seandainya aku tahu, Lu..” Sehun kembali memohon.

“Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu aku mencintaimu? Apa? Apa?”

“Aku tidak akan melukaimu dengan ucapanku tentang Krystal. Mungkin aku bisa menjadi pacarmu…”

“Kalau begitu kau anggap aku apa, Hun?! Jika kita berpacaran tanpa adanya cinta dari dirimu, lalu aku ini apa? Apakah aku hanya seorang pembantu di apartemenmu itu?”

“Ya ampun, Lu! Bukan begitu!” Sehun mengacak rambutnya frustasi.

“Sudahlah, Hun. Lupakan saja. Semuanya sudah terlanjur. Tak perlu meminta maaf. Ini salahku, bukan salahmu,” dengan perlahan Luhan melepas genggaman tangan Sehun pada tangannya.

“Lu… Jangan seperti ini, aku mohon…”

Luhan mengambil ponsel dari sakunya, tersenyum pedih, “Telepon Krystal, untukmu pasti,” Luhan melangkah mundur, menggoyangkan ponselnya ke arah Sehun membuat Sehun bisa melihat layar ponselnya.

“Aku memang tak pernah ada di hatimu,” ponsel Luhan sudah meluncur ke arah Sehun. Ia melemparnya. Membuatnya hancur. Seperti hatinya yang hancur.

Sehun menatap ponsel Luhan yang sudah berantakan. Ketika ia mendongak, Luhan sudah hilang dari pandangannya.

-My Everything Part 6-

Kyungsoo sedang menyiapkan sarapan bersama Kim Ahjumma—ibu Kai—ketika ponselnya berbunyi nyaring. Kyungsoo menghiraukannya karena masakannya sudah hampir jadi. Sebentar lagi, begitu pikirnya. Bunyi ponselnya menghilang, namun beberapa detik kemudian kembali berbunyi. Kai yang tak tahan mendengar bunyinya pun mengangkat telepon itu.

“Yeo—“

“Hiks… Ky—Kyung… Kyungsoo… Hiks…. Seh—Sehun… Kami bertengkar… Hiks…”

“Luhan? Kau kenapa?” Kai mulai khawatir mendengar Luhan yang menangis. Sementara itu begitu mendengar nama Luhan, Kyungsoo buru-buru menyelesaikan masakannya dan merebut ponselnya dari tangan Kai.

“Loudspeaker,” bisik Kai tanpa suara.

“Lu, ini aku Kyungsoo! Kenapa?”

“Aku mengatakan padanya Kyung… Hiks… Sakit… Sakit sekali… Di sini sakit sekali… Aku menghancurkan… Hiks… Menghancurkan persahabatan kami… Apa yang harus aku lakukan… Aku tak tahu harus bagaimana lagi… Hiks… Hiks…”

“Astaga Luhan! Lalu bagaimana dirimu sekarang? Kamu dimana? Biar aku datang mencarimu!”

“Di halte dekat apartemenku… Tolong aku Kyung… Hiks…”

“Oke, aku akan ke sana! Jangan kemana-mana, tunggu aku datang!”

“Gomawo, Kyung.”

Kyungsoo meraih jaketnya dan terburu-buru keluar rumah. Kai dengan tergesa mengikutinya. Kai bahkan menyetir seperti orang mabuk karena ia juga mengkhawatirkan keadaan Luhan. Pasti sekarang Luhan sedang menyalahkan dirinya sendiri.

“Lu!” Kyungsoo memeluk Luhan erat, membiarkan Luhan menangis di bahunya.

“Kyung… Di sini sakit sekali, Kyung… Sakit…” Luhan memegang dadanya sendiri.

“Ne, aku tahu, aku tahu,” Kyungsoo menenangkan.

“Aku tidak sanggup lagi, Kyung….”

Kai hanya menatap miris Luhan yang tengah menangis. Bahkan ia sendiri sudah sejak lama tahu kalau Luhan memiliki perasaan kepada Sehun. Luhan bahkan tidak memiliki teman lain, ia tidak melirik namja lain, hanya ada Sehun. Sedangkan Sehun yang mudah bergaul mengenal banyak yeoja cantik. Sehun memang namja yang tidak peka.

“Lu, jangan menangis lagi, oke? Sekarang kita pergi saja sebelum Sehun datang mencarimu,” ajak Kai yang dijawab dengan anggukan Luhan.

“Sepertinya kau butuh liburan, Lu. Ayo kita bersenang-senang dan jangan menangis lagi. Ayo kita pergi ke gunung. Atau ke pantai. Kau mau kemana? Kami akan menemanimu…” Kyungsoo memberika pilihan liburan untuk menghibur Luhan.

“Ya, aku memang butuh liburan. Aku ingin ke gunung. Ke vila milik keluargaku,” ucap Luhan lirih.

“Baiklah, kita ke gunung! Tapi jangan menangis lagi!” seru Kai dengan ceria.

“Kai, ayo ke rumah dulu. Mengambil pakaian dan pamit kepada eomma. Lu, ukuran kita tak beda jauh kan? Kau nanti memakai pakaianku saja ya?” tanya Kyungsoo ke Kai dan Luhan.

“Siap, Kyung!” balas Kai.

“Gwaenchana, Kyung… Pakaian bukan sesuatu yang kupermasalahkan.”

-My Everything Part 6-

Kai menarik turun dua koper dari bagasi. Ketika ia berjalan masuk, ia terpana dengan vila milik keluarga Luhan ini. Vila dua lantai yang terlihat kuno karena dibuat dengan banyak aksen kayu. Tidak terlalu besar, tapi bisa dilihat jika ini bukan vila sembarangan.

“Woah! Bagus sekali, Lu!” puji Kai.

Luhan menyeka air matanya, “Benarkah? Aku rasa kita akan benar-benar berlibur di sini,” Luhan tersenyum.

“Jangan pikirkan Sehun lagi. Kita di sini untuk liburan kan?”

“Aku harap begitu.”

-My Everything Part 6-

Sehun panik. Hari sudah menjelang sore tapi Luhan belum pulang juga. Ia bahkan tak yakin Luhan ingin pulang ke apartemen. Ia berharap ia bisa menghubungi Kyungsoo, atau setidaknya Jongin. Tapi dua orang itu tak menjawab panggilannya. Dan handphone mereka tidak aktif. Sehun yakin mereka sengaja. Sehun yakin mereka bersama Luhan.

Kris juga tidak mengatakan apa-apa. Ia pergi kerja seperti biasanya. Dan belum pulang juga. Memang kebiasaannya pulang larut bahkan tidak pulang. Sehun kesepian. Tidak ada yang bisa dihubunginya. Tidak ada yang akan menghubunginya.

Kini ia menyesal tidak memiliki handphone.

“Lu… Aku benar-benar minta maaf padamu.. Aku memang bodoh. Tidak peka,” Sehun melamun, memukul kepalanya pelan.

Sehun menyesal sekarang. Kenapa ia tidak menyadari perasaan Luhan kepadanya? Kenapa ia bahkan tidak melihat kemungkinan terkecilnya? Kenapa ia malah mencari yeoja lain sementara di sisinya ada Luhan yang sempurna? Kenapa harus ada Krystal? Dan kenapa ia begitu bodoh untuk menyadari semuanya?

Sempat terbesit di pikirannya untuk putus dari Krystal. Namun ia merasa bukan itu jalan terbaik untuk menyelesaikan masalahnya. Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Ia membutuhkan waktu untuk berpikir. Untuk sendiri. Lagipula ia masih menyukai Krystal. Meski yeoja itu sedikit menyebalkan dan pemaksa. Tidak seperti Luhan yang easy going dan bebas.

Ia tidak sanggup membandingkan Krystal dan Luhan lagi. Ia sudah lelah. Hatinya lelah. Otaknya lelah. Bisakah ia menghilang sejenak dari sulitnya dunia?

Sehun menghela napas panjang.

Menatap pintu apartemennya, “Aku harap seseorang akan datang,” ucapnya putus asa.

Ting! Tong!

Sehun sungguh berharap itu adalah eommanya. Atau teman lamanya. Atau paling tidak seorang pengantar pizza yang tersesat ke apartemennya.

Namun Sehun merasa hal buruklah yang akan datang.

Dan benar saja.

Ada Krystal di depan pintunya.

Sehun hampir memekik seperti yeoja karena kaget.

Bagaimana tidak, Krystal memakai pakaian ketat dan minim. Berwarna hitam, coklat, dan bling bling. Ia memakai bando berbentuk kepala kelinci dari renda hitam. Make up-nya sungguh menor. High heels-nya menjulang, Sehun bahkan berpikir mungkin Krystal sudah lebih tinggi darinya. Tangannya memegang mantel bulu tebal berwarna hitam putih.

“Oppa~~” Krystal ber-aegyo.

“Krystal?” tanya Sehun takut-takut.

“Tentu saja! Siapa lagi!” balas Krystal lalu memaksa masuk ke apartemennya. “Kenapa passwordnya diganti? Aku jadi tidak bisa masuk dan harus menunggu disertai tatapan ahjussi tetanggamu itu!” sungut Krystal.

Sehun memang mengganti passwordnya menjadi tanggal lahir Luhan. Sebelumnya adalah tanggal Sehun dan Luhan pindah ke apartemen. Namun setelah berpacaran dengan Krystal, Sehun menggantinya dengan tangga lahir Krystal. Baru tadi pagi setelah insiden pelemparan handphone Luhan, Sehun mengganti passwordnya.

“Kenapa kau memakai pakaian seperti itu? Menjijikkan sekali!”

“Menjijikkan bagaimana?” Krystal menatapnya tak suka. “Ini fashion, Oppa!”

“Kalau eonni-mu tahu kau berpakaian seperti ini, ia pasti malu sekali!” ucap Sehun gemas.

“Aku tidak peduli! Aku sedang bosan.”

Sehun melemparkan pandangan tanda tanya.

“Ayo pergi clubbing, Oppa!”

Clubbing?! Apa kau sudah gila??!!”

“Bukan begitu, ayo bersenang-senang sedikit!” bujuk Krystal.

“Aniyo! Suasana hatiku sedang buruk, jangan membuatnya makin buruk!” Sehun menatap Krystal sebal. “Kau pulang saja, Krystal…”

“Shireo!”

“Lebih baik kau pulang, oke?” Sehun menarik dan mendorong Krystal keluar dari apartemennya.

“Oppa! Kenapa begini sih?” Krystal memberontak.

“Keluar!” dan Sehun menutup pintunya keras.

Krystal hanya bisa menatap pintu apartemen Sehun. Dan ketika ia menoleh, ia mendapati ahjussi yang tadi melihatnya. Krystal tersenyum kecut.

“Oppa! Buka pintunya!

 

~TBC~

(Tao Bukan Cowok)

Bacotan Author :

Maap ya readerku tercinta~~Aku emang lama update ya?? Sebenernya aku mau update tanggal 5 Oktober, tapi ternyata modem abis dan Seninnya aku ada TES MID semester. Mau gak mau harus mendem keinginan buat update. Kenapa aku pengen update di tanggal 5 Oktober? Karena tanggal 5 Oktober 2013, aku resmi jadi 14 tahun. Sekarang udah lebih dewasa lagi. Dan aku harap aku bisa lebih bertanggung jawab ke fanficku😀 Semua mohon doanya ya, biar sekolah lancar jadi bisa sering nulis fanfic😀

Makasih semuanya! Jangan lupa komennya ya!!

10 thoughts on “[Part 6] My Everything – HunHan

  1. Authoorr~ aku baru disini. Hehe salam kenal;D
    Author, lanjut dong ff ini.
    Chap. 7 nya banyakin hunhan yaaaa >w<♥
    Bikin mereka pacaran heheeheheheheh(?)

    Jangan lama2 ya thor updatenya. Jebaaall *puppy eyes* #geplak😄

  2. ff nya bagus ching , walo rada sebel ama sehun yg ga peka masyaoloh pengen jitak tuh anak:/
    luhan ashh luhan jadi pihak yang tersakiti, seru juga sih hahaha /digamparLuhan/
    gue kira itu kris jadi masa depan luhan eh trnyata cuma sebatas itu #telenpohon
    sehun pantes tuh dapet karma gegara ga peka haha, ceburin aje ke sungai han mumpung musim dingin #jiahh
    chap depan buruan apdet dong ching, fighting ne. banyakin hunhannya otte?😉

  3. Woow.. Ceritanya tambah..serUu.. Akhirnya Luhan ungkapkan perasaanya yeah.. Walau sakit yg didapat.. Akibat ketidak pekaan seorang Oh Sehun.. *ceritanya keren*lanjut terus yeahh * :Y Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s