[Oneshot] Rapper and Ulzzang – BangHim

Author : dugeunkyoo

Title : Rapper and Ulzzang

Cast : Yongnam, Yongguk, Himchan

Genre : Yaoi

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : First B.A.P couple fic😀

Happy reading! Don’t like don’t read! Sorry for typos!

 

Pertama kali mereka bertemu, adalah karena Bang Yongnam. Ketika sedang iseng mencari-cari foto ulzzang, ia mendapat kontak seorang ulzzang bernama Kim Himchan. Ia pun berkenalan dengan Himchan dan berpikir kalau Himchan cukup manis. Yongnam berpikir untuk mengenalkan Himchan pada Yongguk. Yongguk adalah orang yang sulit berteman dan cukup menutup diri dari pergaulan. Jadi, Yongnam mengajak Himchan bertemu di suatu cafe pada suatu sore. Yongnam memaksa Yongguk untuk mengikutinya. Ketika mereka semua bertemu, Himchan kaget melihat Yongnam dan Yongguk yang kembar. Tapi ia dengan cepat beradaptasi dan tak canggung lagi. Satu jam mereka berbincang, Yongnam pamit terlebih dahulu karena ada urusan mendadak meninggalkan Hinchan dan Yongguk berdua saja.

Mereka kembali berbincang dengan santai. Yongguk melirik jam tangannya. Tanpa pikir panjang Yongguk menarik tangan Himchan keluar cafe setelah meletakkan uang di meja. Himchan hanya diam memandangi tangannya yang digenggam Yongguk. Begitu terus hingga lima belas menit mereka berjalan. Ketika mereka sampai di sebuah bar kecil di pinggir kota Seoul, Himchan sedikit kaget. Tempat ini dipenuhi anak remaja Seoul. Yongguk membimbing Himchan agar berdiri di barisan depan.

“Tunggulah di sini,” Yongguk menatap mata Himchan dan memegang pundak Himchan serta tak lupa menyertakan gummy smile kebanggaannya.

Himchan hanya bisa mengangguk. Ia telah terhipnotis oleh gummy smile Yongguk yang menawan.

Setelah melihat Himchan yang mengangguk, Yongguk menepuk pundak Himchan dan melompat ke atas panggung lalu ia menghilang di balik panggung. Beberapa yeoja yang tak sengaja melihat Yongguk pun berteriak histeris.

“JEPP BLACKMAN!! JEPP BLACKMAN!!”

Himchan diam. Bingung. Ia tak mengerti apa-apa. Bahkan ia tak tahu mengapa Yongguk mengajaknya ke tempat seperti ini. Pikirnya Yongguk akan mengajaknya melihat band indie yang memang biasanya tampil di bar-bar seperti ini. Tapi Himchan bingung mengapa Yongguk menghilang di balik panggung. Pertanyaan itu segera terjawab. Serombongan namja muncul di atas panggung.

“SOUL CONNECTION!! SOUL CONNECTION!! SOUL CONNECTION!”

Mereka masing-masing memperkenalkan diri. Yongguk berdiri paling ujung. Ia maknae dari Soul Connection dan ia memperkenalkan diri sebagai Jepp Blackman. Himchan tersenyum. Ia mulai mengerti. Yongguk adalah anggota Soul Connection dengan nama panggung Jepp Blackman. Tapi ia masih belum tahu grup apakah Soul Connection itu. Jika ini band, terlalu banyak anggotanya. Jika ini boyband, panggung ini tak cukup besar untuk menari. Ketika beberapa anggota turun dan lagu pertama pun dinyanyikan, Himchan akhirnya mengerti.

“Eo, hip-hop,” gumamnya pelan.

Meski tak tahu banyak soal genre hip-hop, Himchan tetap menikmatinya. Himchan adalah pemain alat musik tradisional Korea, jadi ia tak terlalu mengerti genre musik lain. Bukan berarti ia tak tahu, hanya saja ia terfokus pada genre tradisional Korea. Himchan sudah seperti fangirl. Ia ikut menyanyi, melambaikan tangan, bahkan melompat-lompat. Dari sekian lagu, Himchan sangat menyukai I’m Ballin, Black Out, dan Rise The Lord. Karena ada Yongguk. Dan Yongguk cukup menonjol. Dan Himchan tak pernah menyangka lagu hip-hop semenyenangkan ini.

Sebagai penutup, 4 anggota dari Soul Connection termasuk Yongguk menarikan lagu Gee, lagu bari dari Girls’ Generation. Himchan tertawa melihat Yongguk yang berada paling ujung. Yongguk tak pantas menari centil seperti itu. Tapi tarian Yongguk boleh juga. Ia pun terlihat pede saja. Hanya terlihat sedikit rasa malu di wajahnya. Selebihnya, ia tertawa.

Anggota Soul Connection muncul lagi di panggung. Mereka mengucapkan perpisahan dan membungkuk. Setelah mereka undur diri, bar pun mulai sepi. Yeoja-yeoja yang histeris sudah pergi, pulang. Himchan tahu kebanyakan yeoja itu masih bersekolah karena terlihat mengenakan seragam. Himchan memutuskan untuk keluar bersama yang lainnya. Ternyata di luar masih ada lima yeoja yang menunggu. Himchan berdiri tak jauh dari yeoja itu.

“Annyeong!” sapa salah satu dari yeoja itu.

“Ne?” balas Himchan.

“Kim Himchan-ssi? Ulzzang?”

“Ah…” Himchan menggaruk belakang kepalanya. “Ne…”

“Kyaaaa!!” yeoja-yeoja itu mulai histeris. Himchan hanya tersenyum salah tingkah.

“Kami sangat menyukai Himchan Oppa! Bolehkah kami memanggilmu begitu, Oppa?”

“Ne, panggil saja Oppa. Terima kasih sudah memperhatikanku,” lagi-lagi Himchan tersenyum.

Salah satu dari yeoja itu mengeluarkan kamera. “Oppa, bolehkah meminta beberapa pose? Tampaknya akan bagus untuk diposting…”

“Oh, okay. Apakah aku sudah terlihat tampan?” Himchan merapikan pakaian dan rambutnya.

“Sangat tampan!”

Setelah memastikan benar-benar rapi, Himchan tersenyum dan berpose. Himchan terlihat sangat cool. Dengan wajah yang rupawan, tubuh yang tinggi, dan juga background kerlip lampu kota Seoul, membuat foto-foto itu sempurna. Himchan sangat pandai berpose. Tak terlihat begitu narsis. Tapi juga tak terlihat begitu biasa.

“Himchannie!” Himchan terlonjak dan menoleh, tampak Yongguk sudah keluar.

“Hey!” balas Himchan.

“Apa kau menunggu lama? Apa kau kedinginan? Kau kan hanya memakai kaus tipis,” Yongguk melepas jaketnya dan memberikannya pada Himchan.

“Gomawo,” Himchan menerimanya karena memang ia kedinginan.

Sementara itu lima yeoja tadi melihat Himchan dan Yongguk dengan geregetan. Mungkin mereka adalah fujoshi. Tentu mereka ingin memotret apa yang mereka lihat. Sayang, mereka terlalu terpana pada Yongguk dan Himchan sehingga tak sempat mengangkat kamera.

“E-eh… Bolehkah? Satu foto saja?” seorang yeoja mengangkat tangannya menunjukkan angka satu dengan jari.

“Kami? Foto? Berdua?” Yongguk menunjuk dirinya dan Himchan.

“Ne!”

Yongguk merangkul Himchan dan tersenyum pada Himchan yang dibalas juga dengan senyuman Himchan. Mereka hanya tak sengaja saling memandang dan tersenyum tapi satu foto telah diambil. Yongguk dan Himchan tersenyum lebar pada kamera. Kali ini mereka benar berpose dan dua foto berhasil didapatkan.

“Kamsahamnida, Oppa!” ucap lima yeoja itu dan berlari dengan tawa.

“Kami akan makan-makan. Kau mau ikut, atau pulang?” tanya Yongguk.

“Boleh?” Himchan memastikan.

“Tentu saja boleh, ayo!” Yongguk menarik tangan Himchan.

Berada di antara Soul Connection, membuat Himchan senang. Mereka semua ramai sekali. Saling berceloteh dan tertawa. Rasanya tak sedikitpun mereka bisa diam. Himchan mudah akrab dengan Soul Connection karena mereka friendly. Bahkan rasanya Himchan dan Soul Connection sudah kenal lama sehingga tak canggung lagi.

Mereka semua pergi ke restoran terkenal di Seoul. Belum terlalu malam, tapi restoran itu sudah tutup. Pemiliknya adalah kerabat Yongguk jadi mereka bisa memakainya dengan mudah dan tak mahal. Kerabat Yongguk itu bernama Lee Ahjumma. Ia mengenal semua member Soul Connection. Saat itulah Himchan merasa canggung karena ia merasa berbeda.

“Siapa ini, Yongguk?” tanya Lee Ahjumma menatap Himchan.

“Ulzzang Kim Himchan, teman baruku.”

“Kau? Mendapat teman baru? Diragukan sekali, pasti karena Yongnam kan?” Lee Ahjumma memberikan tatapan menyelidik.

“Ah… Ne,” Yongguk hanya meringis tak jelas.

“Jadi namamu Himchan, ulzzang? Pantas saja aku seperti pernah melihatmu. Lihatlah ke dinding, banyak yang memasang fotomu,” Lee Ahjumma menunjuk ke dinding yang penuh foto.

Restoran ini spesial. Pengunjung boleh menempelkan foto atau note kecil di dinding sesuka mereka. Banyak sekali yang menempelkan foto idola dan menuliskan note kecil. Jujur, Himchan belum pernah ke restoran ini, jadi ia tidak banyak tahu.

“Begitu ya? Aku tak pernah ke restoran ini jadi aku tidak tahu,” Himchan menatap kagum dinding-dinding yang menjadi wall of art itu.

“Tak apa. Ayo, duduk! Tulis sendiri pesanan kalian ya!” Lee Ahjumma memberikan buku kecil dan berlalu ke dapur.

Mereka menata beberapa meja dan kursi di tengah-tengah ruangan. Sekitar 15 orang berkumpul, separuhnya member Soul Connection dan yang lainnya teman-teman mereka. Himchan duduk di samping Yongguk. Ia hanya diam, mendengarkan celotehan yang lain. Ia merasa sedikit pusing. Perutnya juga sedikit sakit. Mungkin maagnya kambuh.

“Hei, Himchan mau pesan apa?” tanya Maslo—member Soul Connection.

“Apakah ada makanan berat? Aku lapar sekali?” tanya Himchan jujur.

“Lihat menu sendiri ya, banyak kok pilihannya,” Maslo mengambilkan sebuah buku menu untuk Himchan.

Himchan melihat sekilas dan segera memutuskan. “Tolong spageti 3 porsi, beef burger 1, dan vanila milkshake 1,” Himchan merasa sedikit malu karena memesan 3 porsi spageti.

“Yakin?” tanya Yongguk heran.

“Aku benar-benar lapar, Yongguk. Nanti biar aku bayar sendiri,” balas Himchan.

Sembari menunggu pesanannya, Himchan beranjak dan melihat-lihat. Memang benar, ia melihat cukup banyak fotonya ditempel bersama ulzzang-ulzzang lain. Ia juga membaca beberapa note yang ditujukan untuknya. Sesekali ia tertawa karena menurutnya pesan yang ditulis cukup lucu.

“Oppa, kamu tampan sekali… Aku ingin memiliki wajah sepertimu.”

“Kim Himchan ini tinggi sekali ya, aku iri -_-“

“Aku berharap Kim Himchan akan menggapai mimpinya :D”

“Aku ingin bertemu dengan Himchan Oppa ^^ Aku sudah jauh-jauh ke Seoul tapi aku tak berhasil bertemu Kim Himchan Oppa…”

“Oppa! Biarkan aku memotretmu!”

Himchan tersenyum. Ternyata ia juga cukup terkenal. Ia senang karena banyak memperhatikannya. Termasuk tubuhnya yang cukup tinggi—sekitar 180 cm. Dulu ia hanya iseng memotret dirinya sendiri dan memposting ke beberapa jejaring sosial. Hingga ia seperti ini, menjadi salah satu dari puluhan atau ratusan ulzzang di Seoul.

“Himchan! Ayo makan!” suara Yongguk menyadarkannya dari lamunan.

Himchan berbalik ke kursinya. Ia duduk dan makan dengan cepat. Sungguh, demi apapun ia sangat lapar. Perutnya yang perih sudah meronta-ronta. Tanpa sadar ia menghabiskan 3 porsi spageti dalam lima belas menit. Lalu ia memakan burgernya dengan hati-hati. Dan ia sudah cukup kenyang.

“Benar-benar lapar ya?” tanya Yongguk.

“Hehehehe…. Ne,” Himchan meringis malu.

“Kalau masih lapar pesan lagi saja. Biar aku yang bayar,” Yongguk memberikan buku menu.

“Tidak usah! Tidak usah repot-repot!”

“Tak apa, lagipula aku yang mengajakmu kan? Sudah, pesan saja lagi,” Yongguk mengacak rambut Himchan.

“Aku sudah pesan banyak. Nanti kau keluar uang lebih lagi.”

“Santai saja, eomma selalu memberiku uang saku yang banyak. Aku pesankan lagi ya?”

“Tidak! Aku sudah kenyang,” jawab Himchan.

“Benarkah?”

“Ne.”

“Kalau begitu, aku antar kau pulang,” Yongguk berdiri.

“Sekarang? Yang lain kan belum selesai,” ucap Himchan bingung.

“Aku membawa anak orang. Aku ini juga orang asing bagimu. Aku takut orang tuamu khawatir karena kau tak kunjung pulang dari sore tadi.”

“Baiklah…”

“Hei, teman-teman! Aku duluan, harus mengantar Himchan!” ucap Yongguk.

“Ne!”

“Annyeong!” salam Himchan.

“Annyeong!”

Himchan dan Yongguk berjalan dengan sedikit canggung. Hari sudah benar-benar gelap. Tapi sepanjang jalan terlihat sepi. Kawasan ini bukan kawasan pertokoan ataupun hiburan. Hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka berdua berjalan ke halte terdekat. Menunggu bus dalam sepi. Tapi tetap saja, sesekali Yongguk melirik ke arah Himchan dan Himchan melirik ke arah Yongguk. Ketika bus datang, Yongguk menarik tangan Himchan. Bus penuh dan mereka harus berdiri berdesak-desakan.

“Aku harus berterimakasih pada Yongnam,” ucap Yongguk pelan.

“Wae?”

“Karena sudah mengenalkanmu padaku.”

“Lalu?” tanya Himchan.

“Aku suka padamu,” kata Yongguk membuat Himchan tersenyum malu.

Himchan tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Tapi ia juga tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia speechless. Malu. Pikirnya, Yongguk adalah namja yang menyenangkan dan baik. Meski awalnya ada sedikit kecanggungan diantara mereka. Pada akhirnya, mereka cukup akrab dan dekat.

“A-Aku juga menyukaimu,” Himchan tertunduk malu.

“Bolehkah aku meminjam handphone-mu?” Himchan memberikan ponselnya pada Yongguk.

“Aku akan menyimpan nomorku di sini. Jangan sungkan menghubungiku,” Yongguk tersenyum.

Himchan hanya tersenyum manis. Ketika ia menyadari sudah saatnya ia turun.

“Terima kasih untuk hari ini, Yongguk. Aku senang sekali. Tolong katakan terima kasih juga untuk Yongnam.”

“Pasti, terima kasih juga sudah menemaniku.”

“Annyeong!” Himchan mulai berjalan keluar bus.

“Annyeong chagiya!” balas Yongguk dengan senang.

Lagi-lagi Himchan dibuat kaget. Namun ia hanya tersenyum malu-malu. Demi apa, Yongguk memanggilnya chagiya. Jadi, apa hubungan mereka sekarang??

Upps, Himchan baru sadar kalo ia masih mengenakan jaket Yongguk.

 

~THE END~

8 thoughts on “[Oneshot] Rapper and Ulzzang – BangHim

  1. ahhhh… krang 1… kiss…#plak #readermesum
    mian ea main nimbrung jha… hehe… keep writing ea thor… d tnggu karya banghim slnjut’y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s