[Part 7] My Everything – HunHan

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Kris, Jongin, Kyungsoo, and other

Genre : Genderswitch

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Sorry for typos! Happy reading!

—–

Krystal menendang pintu apartemen Sehun untuk terakhir kalinya. Ia merasa kalau Sehun tidak menyukainya. Sehun tidak pernah menyetujui apa pun yang Krystal inginkan. Sehun juga sering mengusir Krystal dari apartemennya. Tapi Krystal tidak mau berpisah dengan Sehun. Karena ia harus bersama Sehun. Tujuannya hanya satu, mendapatkan Sehun.

“Sujeong-ah! Sedang apa di sini?”

“Panggil aku Krystal, oppa!” marah Krystal pada Seunghoon—temannya.

“Ah, ne… Krystal…”

“Ini apartemen Sehun Oppa. Ia tidak mau kuajak clubbing,” sungut Krystal.

“Heh? Sehun bukan tipe orang seperti itu. Apa kau tidak kedinginan?” Seunghoon mendekati Krystal, mengambil mantel bulunya, dan memakaikannya ke Krystal.

“Aku hanya ingin pergi bersama Sehun Oppa.”

“Bukan begini caranya. Kau kan juga anti clubbing, kenapa sok mengajak Sehun begitu? Lalu ada apa dengan pakaianmu ini? Menghabiskan uang berapa?” tanya Seunghoon khawatir.

“Kupikir akan menyenangkan jika aku mengajak Sehun Oppa! Ternyata dia juga tidak suka… Kalau baju ini, aku meminjamnya dari Jessica Eonni,” balas Krystal sambil menunduk.

“Meminjam? Mengambilnya tanpa ijin maksudmu?”

“Ne, oppa…”

“Ayo kuantar pulang, Krys.”

“Kenapa oppa ada di sini?” tanya Krystal penasaran.

“Ah, tidak. Aku ada sedikit urusan di sini,” Seunghoon mengelus rambut Krystal. “Ada apa dengan Sehun? Sampai kamu begitu menginginkannya begini?”

“Karena keluarga Sehun kaya.”

—–

Sehun menatap deretan toko di depannya. Ia memilih toko yang paling besar. Dengan pasti ia melangkah.

“Ada yang bisa saya bantu?” seorang yeoja di balik counter menghampiri Sehun yang duduk diam.

“Tolong berikan handphone model terbaru,” pinta Sehun gugup.

“Merek apa?”

“Apa saja. Yang penting terbaru dan canggih.”

“Bagaimana kalau ini saja. Tersedia dalam dua warna, hitam dan putih. Harganya cukup. Fiturnya—“

“Yang ini saja,” jawab Sehun cepat.

“E-eh? Baiklah, warna apa? Putih lebih bagus,” tawar si yeoja counter.

“Kalau begitu warna putih dua, memory card, juga nomornya.”

Setelah berkutat sekian lama dengan gadis counter yang melayaninya, akhirnya Sehun keluar menenteng dua ponsel. Ia memutuskan membeli sebuah ponsel. Dan ponsel lain untuk Luhan. Ia baru menyimpan nomor eomma dan appanya.

“Yeoboseyo.”

“Eomma, ini Sehun!”

“Sehun? Ini bukan nomor Luhan?”

“Sehun membeli ponsel, eomma.”

“Ya ampun! Akhirnya!”

“Eomma…”

“Ne?”

“Apa eomma tahu Luhan dimana?”

“Luhan? Apa Luhan hilang? Diculik? Bagaimana bisa, Sehuuun?!”

“Ceritanya… panjang eomma.”

“Aigoo.. Anak eomma sedang sedih.. Kalau begitu eomma akan ke apartemen ya?”

“Sudah malam, eomma!”

“Gwaenchana, eomma akan naik taksi. Tidak usah khawatirkan eomma.”

“Ne, eomma. Gomawo.”

“Ne, adeul.”

Sehun merasa lebih tenang setelah berbicara dengan eommanya. Ia harap, eomma akan memberikan solusi yang baik untuknya. Setidaknya eomma akan menenangkannya. Ia tidak bisa berpikir sepenuhnya benar sekarang.

—–

Kai dan Kyungsoo hanya bisa menatap Luhan yang menangis. Niat mereka memang liburan, tapi Luhan tetap bersedih. Ia merasa bersalah. Ia merasa tak seharusnya ia mengatakan hal itu. Harusnya ia mendukung Krystal dan Sehun.

“Lu, sudahlah…”

“Aku merasa sangat bersalah, Kyung. Aku merasa sangat berdosa.”

“Tidak, bukan kau yang salah, Luhan. Jangan berpikir seperti itu.”

“Karena kenyataannya memang begitu! Bagaimana bisa aku mengatakan hal seperti itu? Ini memang salahku! Harusnya aku tahu kalau kami hanya sahabat! Sahabat!”

“Lu, jangan membuatku ikut menangis sepertimu, Lu…”

“Kau tidak pantas menangis, Kyung. Kai mencintaimu. Kamu mencintai Kai. Kalian sudah lengkap.”

“Semuanya juga butuh perjuangan, Lu. Cinta tidak semudah itu. Aku juga menangis untuk mendapatkan Kai. Aku harus merelakan hidupku di kampung halamanku untuk datang ke Seoul. Aku harus menghadapi berbagai ujian. Saat aku dan kai berhasil mengahdapi berbagai ujian itu, kami baru bisa tersenyum.”

“Kyung, apa arti cinta bagimu?”

Cinta itu… selamanya. Cinta bukanlah seorang tapi selamanya.

“Kai, apa cinta itu?”

Cinta… Cinta dilambangkan dengan hati kan? Hati terbentuk dari dua garis yang bertemu di tengah-tengah. Menurutku, itu melambangkan dua manusia yang akhirnya bersatu. Untuk saling mengasihi satu sama lain. Untuk berada dalam satu ikatan suci.

“Aku tak percaya kau yang mengatakan itu Kai,” tawa Luhan.

“Hei, Lu! Kau sudah tidak menangis!” ucap Kyungsoo senang.

“Ah? Benar, aku sudah tidak menangis. Gomawo.”

“Lalu, apa arti cinta untukmu?” tanya Kai dan Kyungsoo bersamaan.

“Aku belum menemukan cintaku, kawan.”

—–

“Ada apa dengan Luhan?”

“Luhan… mengatakan ia menyukaiku eomma. Ah, ani! Ia bilang ia mencintaiku, eomma… Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,” ucap Sehun sedih.

“Lalu?”

“Aku merasa bersalah, eomma. Tapi Luhan kelihatan sedih sekali. Ia menangis. Aku tidak sanggup melihat Luhan menangis, eomma.”

“Apa Luhan marah?”

“Aku tidak yakin soal itu…”

“Luhan hanya butuh waktu. Cinta itu hanya masalah waktu, Sehun. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan dalam cinta. Biarkan Luhan sendirian, menenangkan diri. Kau tahu, hati wanita itu lebih dalam dari lautan manapun. Mereka sanggup menyembunyikan perasaan mereka dengan sangat baik, kan?”

“Aku bahkan tidak pernah menyangka. Terlintas di pikiranku pun tidak. Aku benar-benar tidak tahu. Apalagi aku selalu bercerita tentang Krystal pada Luhan. Aku memang bodoh.”

“Tidak ada yang mustahil kan? Tapi eomma minta, tolong Hun, pikirkan lagi. Dengan pikiran, dengan hati. Tentang cinta. Apa kau tulus dengan Krystal? Atau ada kemungkinan lain untuk Luhan di hatimu?” saran eomma.

“Aku… tidak tahu.”

“Maka dari itu cobalah! Kau ini namja kan! Berpikir dan tentukan pilihanmu, memang kau akan menyakiti hati salah satu wanita, tapi beginilah caranya. Jangan takut. Semua orang memiliki jodohnya masing-masing.”

“Kalau aku tidak memilih diantara Luhan dan Krystal?”

“Artinya mereka bukan jodohmu,” jawab eomma sambil tersenyum.

“Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, eomma. Aku tidak tahu kalau cinta bisa menjadi serumit ini. Hidup memang sulit dimengerti, eomma.”

“Kau itu namja, Sehun. Kau harus berani mengambil risiko. Kau sudah dewasa, tidak bisa terus bergantung pada eomma. Ataupun Luhan.”

“Boleh aku memelukmu, eomma?”

Eomma memeluk Sehun. Sehun memang namja. Ia sudah dewasa. Tapi ia tetap membutuhkan eommanya. Saat ini Sehun benar-benar merindukan Luhan. Luhan yang bersikap seperti eomma. Hangat dan keibuan.

“Aku harap Luhan ada di sini. Aku merindukannya. Aku ingin memakan masakannya…”

—–

Sehun menatap apartemennya. Hari keempat sejak Luhan pergi. Apartemennya sudah tak berbentuk sekarang. Dapur dan kulkasnya kosong. Hanya ada sekardus ramyun untuk makannya. Lantainya tak pernah disapu. Sehun bahkan terlalu malas untuk membuka gorden jendela untuk mendapatkan sinar matahari. Bungkus snack bertebaran dimana-mana. Untuk pergi kuliah pun ia terlalu malas. Hasilnya ia hanya tidur dan melihat televisi. Tak jarang pikirannya melayang memikirkan Luhan.

Luhan. Yeoja asal China yang seumur hidupnya dihabiskan di Korea. Dirawat oleh keluarga Sehun sementara orangtuanya bepergian untuk segala macam bisnis mereka. Tapi Luhan tetap menyayangi kedua orangtuanya. Luhan dan Sehun tumbuh bersama. Tapi dengan kepribadian berbeda. Sehun seorang yang mudah bergaul, memiliki banyak teman, dan populer. Luhan adalah kebalikan dari Sehun, karena ia orang China, ia sering dibully dengan teman-temannya. Ia menjadi seorang yang tertutup dan tidak pernah berteman dengan siapapun. Hanya Kyungsoo yang mampu menjadi temannya. Meski lebih muda, Luhan selalu bersikap keibuan kepada Sehun. Ia mengerjakan semua pekerjaan rumah. Bahkan ia mencuci pakaian Sehun. Gampangnya, ia calon istri idaman bagi siapapun.

Sedangkan Krystal, ia tak tahu banyak tentang Krystal. Yang ia tahu kakaknya seorang desainer terkenal bernama Jessica. Sehun tak pernah mendengar tentang orang tua Krystal. Krystal juga tidak pernah menceritakannya. Tapi Sehun bisa menyimpulkan kalau orang tua Krystal adalah orang kaya karena gaya hidup Krystal yang serba mewah.

Ting! Tong!

Sehun menatap malas ke arah pintu apartemennya. Kakinya tak mau bergerak hanya untuk melangkah mendekati pintu. Tapi tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya. Sehun menoleh dan mendapati Kai di depan pintunya. Tersenyum lebar dengan sepatu yang basah.

“Diluar hujan,” ucap Kai tanpa ditanya.

“Untuk apa kau kesini? Dimana Luhan?!”

“Luhan aman bersamaku, tenang saja. Sekarang ia bersama Kyungsoo.”

“Dimana?”

“Kau tahu tempat itu, Sehun. Hanya saja kau melupakannya. Itu kenangan kalian kan?”

“Kai tolong aku, aku benar-benar bersalah pada Luhan. Aku ingin meminta maaf padanya. Kalau perlu aku akan memutuskan Krystal,” mohon Sehun.

“Memutuskan Krystal? Padahal kau begitu menyukainya?” cibir Kai.

“Apapun untuk Luhan,” jawab Sehun mantap.

“Dengar, Hun. Ini pembicaraan antara namja ke namja. Ikuti kata hatimu. Pikirkan dengan benar. Jika pilihanmu sudah benar, aku akan membawa Luhan kembali padamu. Luhan sedang menjernihkan pikirannya dan ia juga sama sedihnya denganmu,” terang Kai.

“Hei, Kai.”

“Mwo?”

“Apa kau dan Kyungsoo bahagia? Ah, maksudku apa kalian tidak pernah bertengkar?” Sehun bertanya penasaran.

“Bahagia? Tentu saja! Bertengkar? Kadang kami bertengkar, masalah sepele. Seperti aku yang terlalu boros listrik dan lain-lain. Pikirannya adalah pikiran ibu rumah tangga.”

“Apa, kau pernah berpikir untuk melihat yeoja lain?” Sehun bertanya lagi.

“Tidak. Kyungsoo sudah sempurna untukku. Kami dijodohkan dan bagaimana pun juga kami akan menikah. Untunglah aku menyukainya. Aku mencintainya sekarang.”

“Bagaimana kesan pertamamu saat melihat Kyungsoo?”

“Aku langsung terpikir, kalau dialah yang akan melahirkan anak-anakku kelak. Dialah yang akan bersamaku untuk merawat anak-anak kami nanti. Dialah yang akan melayaniku sebagai suaminya.” Ucap Kai sambil tersenyum senang.

“Aku pernah memiliki pikiran yang sama sepertimu saat aku melihat seorang yeoja, apa artinya?”

“Kau mencintainya. Dialah jalan hidupmu.”

“Tapi pada yeoja lain, aku melihatnya sebagai dewi. Ia sempurna. Dan begitu cantik menawan. Dimataku, ia tanpa cela. Bahkan sifatnya buruk pun aku tak peduli.”

“Kau hanya kagum bung! Terbuai karena fisik semata!”

“…” Sehun hanya diam tak bisa berkata-kata.

—–

Pandangan Kyungsoo kosong. Ia tak bisa mempercayai ini. Kepalanya sudah cukup pusing dengan segala pemikirannya. Air matanya menetes. Tidak, ia tidak bisa mengalami hal ini.

“Kyung, kau kenapa?” Luhan masuk ke dalam kamar Kyungsoo.

Tanpa menjawab Kyungsoo memeluk Luhan lalu ia menangis.

Dengan pelan ia berbisik, “Aku hamil, Lu…”

“Kyung…” Luhan tampak tak percaya. “Kau dan Kai sudah melakukannya?”

“Hanya sekali. Benar-benar hanya sekali. Aku tak bisa mempercayai ini… Aku takut…” Kyungsoo berhenti sejenak. “Aku takut Kai tidak mau menerimanya.”

“Tidak mungkin Kyung. Ia begitu mencintaimu. Ia pasti menerimanya. Anak ini kan anak Kai juga. Berjanjilah padaku kalian akan menikah sesegera mungkin!”

“Semoga, semoga aku akan menikah dalam waktu dekat.”

“Selamat, Kyung.”

“Aku bahagia sekali! Ya ampun Luhan! Rasanya aku ingin melompat ke dalam air, aku bahagia sekali. Aku akan memiliki anak. Aku tidak bisa membayangkan rasanya!”

“Kau masih muda, tapi hidupmu rasanya sudah lebih bahagia dariku… Aku iri sekali padamu!” Luhan mengerucutkan bibirnya.

“Ayo kita pulang saja, Lu,” pinta Kyungsoo.

“Ini baru empat hari! Tidak seru!”

“Seru? Kita hanya mencari ketenangan di sini Lu… Di sini bahkan tidak ada apa-apa…”

“Setidaknya, biarkan aku memiliki waktu satu minggu di sini!”

“Baiklah, baiklah. Tiga hari lagi lalu kita pulang, oke?”

“Kau yang terbaik Kyung!”

Luhan memeluk Kyungsoo. Yang tengah hamil. Sepertinya Tuhan telah menciptakan jalan hidup yang sempurna untuk Kyungsoo. Ia bertemu namja yang mencintainya. Dan kini Kyungsoo hamil. Padahal mereka belum menikah. Anak muda masa kini…

“Oh ya Kyung, Kai pergi kemana?”

“Molla, katanya ia ada urusan sebentar. Sebentar lagi juga ia pasti kembali.”

“Kenapa aku malah memikirkan Kris gege ya? Sudah lama aku tak melihatnya. Ia semakin sibuk saja dengan perusahaan,” gumam Luhan. “Aku harap ia segera menemukan seorang kekasih.”

“Mungkin Kris gege  sekarang sedang sibuk mencarikanmu kekasih. Jadi ia tak sempat mencari kekasih untuk dirinya sendiri,” jawab Kyungsoo asal.

“Bagaimanapun juga, Kris gege sudah banyak membantuku. Aku akan mencarikannya kekasih jika semuanya sudah kembali seperti semula. Aku juga tak memintanya untuk mencarikanku kekasih, aku hanya ingin move on dari Sehun.”

“Percayalah padaku, Lu. Kau tak akan pernah berhasil move on dari Sehun. Taruhan!” ucap Kyungsoo yakin.

“Aku pasti bisa move on darinya, Kyung!”

“Aku bilang tidak ya tidak!”

—–

Keheningan menyelimuti Sehun dan Kai sesaat. Mereka sibuk dengan pikirannya masih-masing.

“Aku akan memutuskan Krystal,” putus Sehun.

“Mwo?”

“Aku yakin jika aku hanya mengaguminya. Seperti katamu tadi. Aku hanya terpesona dengan fisiknya, bukan dengan hatinya,” ucap Sehun penuh keyakinan.

“Hei, ini bukan hal yang mudah untuk diputuskan. Kau masih bisa berpikir beberapa hari lagi. Jangan gegabah mengambil keputusan,” Kai berusaha untuk meyakinkan Sehun.

“Tidak. Tidak. Keputusanku sudah bulat. Aku tidak mencintai Krystal. Aku hanya kagum padanya.Ya… Hanya kagum saja…”

~TBC~

23 thoughts on “[Part 7] My Everything – HunHan

  1. #ohgodd
    lagilagi ketemu TBC akkhh /tendang tbc/
    sehun lama ye nentu.in keputusan, asli bikin gregetan asli arrgh..
    itu kai, gue suka cara kai ngeyakinin sehun, serius sehun berasa dapet pencerahan geto dari kai. smpe akhrnya mo mutusin krystal hahaha/ngakak nista/
    luhan cengeng ye ._. #cemilin sendal
    strong dong strong, galau mulu kyak ank sma aje o.O /ini apa hubungannye/ *makin ngaco*

    ching, kurang panjang nih chap 7 , nunggunya uda lama loh -_,-
    chap 8 panjangin ye *puppy eyes*

  2. Annyeong author.. Aku new reader disini ^_^. Ditunggu kelanjutannya! Ceritanya agak dipanjangin dong… ^^ hehehe. Cepet lanjutin ya thor, penasaran nih..

  3. aaaaaa aku ga percaya ff ini update juga thor T.T
    makasih udah update thor makasih T.T
    ga luhan! kamu gabakal bisa move on dari sehun, ga akan! *hi5 sama kyung
    ciye jongin bijak ciye
    bagus sehun bagus, putusin aja itu yeoja manja, putusiiiiiii! >..<

  4. Huahhhhh…. bagusssss.
    Nungguin part selnjutnya nih . Semoga gak sampe se abad .. hehe #peace :-V

    Lanjut secepatnya ne , author-nim😉🙂

  5. annyeong.. .. aku reader baru.aku baru baca ff ini ampe mewek nih.. lanjutin dong thor.. jebaall….. *aegyo* jgn putus smpe disini dong.. bgus ni thor..

  6. pertama liat ff ini di ffn
    pas aku cari nama authornya di google, eh nyangkutlah aku disini.
    Ff ini dilanjut dong thor T.T maafkan baru bisa komen disini, karna aku gapunya akun.buat review di ffn -.-
    aku udah pnasaran bgt sama cerita ini u.u

  7. Gemes banget ama sehun huh!! Pengen nendang bokongnya trus aku seret dia kehadapan luhan sambil berlutut. Duh murka gue liat sehun disini.
    Tbc menyiksa banget thor baru aja baca eh ketemu kata sial
    Hoho… ini bagus kog thor hanya butuh sedikit perbaikan disetiap kata yang dipake agar feelnya lebih dapet.
    Oiya partnya kris munculin dikit kesannya dia cuma jadi iklan numpang lewat nama aja kesiankan dia. Apalagi udah nggak dapat pasangan numpang lewat doang duh nysek. Hehe /digamparfanfangalaxy/ oke sebelum dilempar ke galaxy lain dan kalo itu terjadi bisa gawat karena aku tidak akan menemukan ff loe digalaxy manapun selain dibumi haha /modusinauthor/
    Dan hei nice to meet you aku readers baru ff everything ini yah udah cus ke 7 dan ninggalin koment disini.
    Oke cuap-cuap selsai semoga ini sampeg end dan nggak discontinue arra..
    Semoga makin semangat bikin ff hunhan plis jangan bosen buat ff hunhan walaupun sekrng mereka sedang pisah .. itu lebih menyedikan. So fighting untuk nulis ff hunhan lainnya.
    Annyeong~

  8. Aahaa hai author ^^
    Makin suka dih sama fanficnya♡
    Disini Kai jadi bijak dan dewasa banget ya huhu keren! Hidupnya kayanya udah sempurna banget deh dengan kehadiran kyungsoo/?
    Dan oke aku greget banget sama sehun-,-
    Tapi seneng juga dia udah mulai sadar kalau dia cuma kagum sama krystal kan ya? Yeayy

    Oke ditunggu next chapternya fighting hihi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s