[Part 8] My Everything – HunHan

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Kris, Jongin, Kyungsoo, and other

Genre : Genderswitch

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Sorry for typos! Happy reading!

CHAPTER INI BANYAKAN KRYSTAL!

등골브레이커

“Kau harus benar-benar yakin dengan keputusanmu, Hun.”

“Aku yakin sekali!”

“Lalu untuk apa kau dulu mengejar-ngejar Krystal? Melupakan Luhan yang selalu ada di sisimu?”

“Aku—“ Sehun terdiam. “Aku tidak pernah menyadari tulusnya Luhan padaku.”

“Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu dan Luhan,” Kai tersenyum.

Sehun hanya terdiam.

“Jangan sampai kau menyakiti Krystal seperti kau menyakiti Luhan. Berpisahlah secara baik-baik. Kalau bisa jangan sampai Krystal menangis seperti orang gila,” saran Kai.

“Lalu.. Bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Sehun bingung.

“Pertahankan saja hubunganmu sedikit lebih lama. Lalu buatlah situasi dimana Krystal seolah-olah melakukan kesalahan dan kau marah padanya.”

“Dan pada saat aku marah padanya, aku harus segera memutuskannya?”

“Tentu saja!”

“Apakah itu akan berhasil?” Sehun masih tak yakin dengan ide Kai.

“Aku sudah berpengalaman, Hun. Trik inilah yang paling umum dan mudah.”

“Tapi.. bukankah aku akan menyakiti Krystal? Aku akan menusuknya dari belakang dengan cara itu. Aku akan sangat membuatnya marah jika ia mengetahui yang sebenarnya.”

Kai terdiam, menghela napas panjang. “Lalu?”

“Yah, meski Krystal itu yeoja yang manja dan cukup menyebalkan, dia tetap seseorang yang baik. Keadaan saja yang membuatnya menjadi seperti itu.”

“Baiklah baiklah, kita harus mencari cara lain,” ucap Kai menyerah.

“Baik-baik, aku percaya padamu. Jika ini tak berhasil, kau bukan temanku lagi!” ancam Sehun.

“Kau mana bisa hidup tanpaku?”

“Hidup tanpamu itu mudah. Hidup tanpa Luhan itu yang sulit.”

“Nah nah nah, akhirnya sadar juga kau ini!” Kai tertawa senang.

“Sekarang.. Beritahu aku dimana Luhan!” paksa Sehun sembari menggoyangkan tubuh Kai.

“Maaf Sehun, untuk yang satu itu aku tidak bisa.”

“Apakah ia baik-baik saja?”

Kai menghela napas panjang. “Awalnya tidak. Ia terus menangis. Lalu ia sudah tenang. Dan menangis lagi. Saat aku pergi tadi, keadaannya sudah lebih baik bersama Kyungsoo.”

“Aku harap ia belum move on dariku.”

“Tentu saja tidak! Ia tak akan bisa melupakanmu!”

“Tapi tetap saja.. Aku menyakiti Luhan. Aku memang brengsek, bahkan mungkin lebih darimu,” sehun mengacak rambutnya.

“Ya! Ya! Aku ini sudah tak seperti dulu! Berhenti berkata seperti itu!” Kai meninju pelan bahu sehun.

Sehun tertawa. “Aku masih tak percaya kau sudah berubah banyak. Bukan lagi Kai yang playboy dan brengsek!”

“Sudah kubilang kan, Kyungsoo mengubahku. Yeoja itu memang benar-benar baik dan tak terduga.”

“Siapa yang menyangka?”

등골브레이커

Krystal memandang namja di depannya dengan pandangan tak suka. Setelah kejadian di depan apartemen Sehun, Seunghoon selalu muncul di hidupnya. Mereka yang awalnya hanya sebatas mengenal, kini menjadi sedikit lebih dekat. Ini karena Seunghoon yang terus-terusan ada untuk Krystal. Seunghoon akan mengajaknya keluar, meskipun hanya untuk minum kopi, seperti saat ini.

“Jadi..” Seunghoon memulai pembicaraan.

“Aku tak ingin membicarakan hal itu, oppa!”

Empat hari setelah kejadian di apartemen Sehun, Seunghoon masih berusaha untuk mengetahui cerita selengkapnya.

“Ya, Krystal. Meskipun kita ini tidak terlalu dekat, aku sudah mengenalmu lebih lama dari Sehun itu.”

“Lalu kenapa, oppa? Bukan berarti aku akan menjadikanmu teman curhat hanya karena kita kenal lama,” balas Krystal dingin.

“Setidaknya.. Itu akan meringankan bebanmu kan?”

Krystal terdiam. Hanya menatap cangkir kopinya yang sudah hampir kosong.

“Aku..” Seunghoon terdiam sebentar. “Aku penasaran apa yang kau maksud dengan Sehun yang kaya.”

Krystal menggigit bibirnya. Kini ia menunduk.

“Hei, jangan menangis, Krys,” ucap Seunghoon cepat.

“Hidupku sudah sangat berat, oppa. Aku tak tahu harus bagaimana lagi..”

Seunghoon menatap Krystal yang kini siap meledak dalam tangis kapan saja. Ia menghela napas. Ia tak menyangka kalau dibalik kejadian itu, Krystal menanggung hidup yang berat.

“Aku akan membayar dan kita akan berbicara di mobilku, oke?” Krystal hanya mengangguk sebelum Seunghoon melesat ke kasir.

Krystal mengusap wajahnya kasar. Ia tak percaya bahwa dengan mudahnya ia membuka diri di depan Seunghoon. Ia sudah menyimpan rahasia ini cukup lama. Semua beban yang ia tanggung sendirian kini akan terbagi sedikit demi sedikit.

“Apa yang harus aku lakukan?” Krystal berbisik lirih pada dirinya sendiri sebelum Seunghoon datang kembali.

“Ayo,” Seunghoon mengulurkan tangannya pada Krystal.

Kini Seunghoon dan Krystal duduk di dalam mobil Seunghoon, di tepi Sungai Han. Sungai Han bukan tempat yang cukup sepi pada sore hari seperti ini. Ramai sekali malah karena banyaknya street performer yang tampil. Sayup-sayup suara sorakan masih terdengar oleh Krystal dan Seunghoon.

“Katakan saja semuanya, Krystal.”

“Ini.. cerita yang cukup panjang,oppa.”

“Tak apa. Aku punya semalaman untuk mendengarkannya,” Seunghoon meyakinkan Krystal.

“Aku bahkan tak tahu harus memulai dari mana.”

Mereka berdua tak saling mengatakan apapun selama lima menit.

“Saat aku masih SMA, sekitar empat tahun yang lalu, aku masih hidup dengan baik, dengan mewah, semuanya ada untukku. Aku tak tahu bagaimana, tapi usaha keluargaku bangkrut. Orang tuaku ditipu oleh seseorang yang sudah kami anggap keluarga. Saat itu aku baru saja masuk SMA, aku membutuhkan banyak uang untuk sekolahku. Jessica Eonni juga baru saja merintis karir desainernya. Keluarga kami sangat kacau saat itu. Orang tuaku dikejar oleh penagih hutang. Mereka pergi ke Amerika. Mereka melarikan diri dan berkata akan bekerja di luar negeri. Tapi sejak itu tak ada kabar lagi. Penagih hutang itu mendatangiku dan Jessica Eonni. Kami diberi waktu tujuh tahun untuk melunasi semua hutang-hutang. Jessica Eonni bekerja sangat keras dan sebagian besar uangnya hanya ia gunakan untuk membayar hutang sedikit demi sedikit.”

“Lalu.. Apa hubungan ini semua dengan Sehun?”

“Saat masuk kuliah, seorang teman memberitahuku. Ia merasa ada seseorang bernama Sehun yang selalu memperhatikanku. Namun aku tak menganggap itu serius, hingga aku menyadarinya sendiri. Aku mencari tahu tentang Sehun dan ternyata keluarganya sangat kaya. Ia anak satu-satunya. Aku… Aku tak bisa berpikir jernih lagi… Aku pikir aku harus menggunakannya untuk mendapatkan uang… Namun Sehun Oppa ternyata sangat mandiri, ia tak menghamburkan uang… Rasanya mustahil untuk mewujudkan pikiranku. Aku ingin meninggalkannya saja, tapi di satu sisi Sehun Oppa juga seseorang yang sangat baik. Aku pikir aku menyukai Sehun Oppa. Aku tak tahu harus bagaimana. Sahabat Sehun Oppa, Luhan Eonni, aku tahu Luhan Eonni menyukai Sehun Oppa. Hanya saja Sehun Oppa tak menyadarinya,” Krystal terdiam. “Cepat atau lambat, Sehun Oppa akan menyadari kalau ia menyukai Luhan Eonni, bukan aku.”

“Darimana kau tahu semua itu? Luhan yang menyukai Sehun? Sehun menyukai Luhan?”

“Kau harus melihat tatapan mereka berdua, oppa! Mereka benar-benar terlihat seperti orang yang jatuh cinta! Aku menghancurkan semuanya!” Krystal menangis. “Aku menghancurkan hubungan mereka berdua.”

Seunghoon mengelus pundak Krystal dengan canggung.

“Semuanya akan baik-baik saja. Tak usah khawatir. Sehun dan Luhan akan menemukan cara mereka sendiri. Hutang keluargamu akan lunas. Kau hanya perlu percaya, bekerja keras, dan jangan bersedih seperti ini,” ucap Seunghoon sembari berusaha menenangkan Krystal.

“Aku bahkan tak pernah bekerja keras, selalu Jessica Eonni yang melakukannya. Aku hanya duduk diam dan tak menyadari betapa sulitnya Jessica Eonni bekerja. Aku ini memang benar-benar jahat! Apa yang harus kulakukan, oppa? Aku merasa bersalah, sangat bersalah…”

“Aku akan membantu, oke? Aku akan membantu sebisaku, jangan khawatir.”

“Kami punya waktu tiga tahun lagi dan kami bahkan belum membayar separuhnya,” ucap Krystal sedih.

“Masalah uang, aku akan membantumu, meskipun aku tak memiliki banyak uang juga,” janji Seunghoon.

“Tapi oppa, itu 1 milyar won. Aku bahkan tak pernah membayangkan uang sebanyak itu…”

Seunghoon menatap Krystal dengan sedih. Sekian tahun ia mengenal Krystal, tak pernah sekalipun Krystal menunjukkan sisi dirinya yang seperti ini kepada siapapun. Krystal yang semua orang kenal adalah Krystal yang dingin dan tampak tak peduli. Krystal yang selalu menunjukkan wajah tanpa ekspresi dan jarang menunjukkan emosi.

등골브레이커

Malam itu, Krystal berbaring di kamarnya. Ia memandang langit-langit dan berpikir. Berpikir untuk mengembalikan semuanya seperti semula. Ia sudah terlalu egois selama ini. Orang-orang di sekitarnyalah yang selalu berbuat baik padanya. Bahkan Luhan.

“Yang bisa kulakukan saat ini, hanyalah mengembalikan hubungan Sehun Oppa dan Luhan Eonni.”

Ponsel Krystal bergetar, panggilan masuk dari nomor tak dikenal.

“Yeoboseyo?”

“Krystal?”

“Sehun Oppa?”

“Apa besok kau ada waktu kosong?”

Krystal berpikir sejenak, “Jadwal kuliahku penuh dan aku ada janji, oppa. Waeyo?”

“Ahh, aku hanya ingin membicarakan sesuatu.”

Terlintas dalam pikiran Krystal, bahwa Sehun akan memutuskannya.

“Lusa bagaimana? Pagi sekitar pukul 10?”

“Baiklah, akan aku jemput nanti.”

“Tak usah!” tolak Krystal cepat. “Tentukan saja tempatnya, oppa.”

“Kalau begitu, di EXO Bubble Tea?”

“Ya, aku tahu tempatnya.”

“Baiklah, jam 10 di EXO Bubble Tea. Selamat malam Krystal.”

Bukannya menjawab, Krystal segera memutuskan panggilan.

Bagaimana pun juga, Krystal sudah memutuskan semuanya. Ia mengesampingkan perasaannya dan sikap egoisnya. Ia mencoba untuk berpikir lebih dewasa dan tidak kekanakan seperti sebelumnya.

Sekitar pukul 1 pagi, Krystal mendengar suara pintu yang dibuka. Ia bergegas menghampiri Jessica.

“Eonni,” Krystal memeluk Jessica dengan erat.

“Kau ini kenapa?”

“Eonni maafkan aku, aku sudah egois selama ini, membiarkan eonni bekerja keras sendirian.”

Jessica tersenyum, ia memeluk Krystal lebih erat.

“Gwaenchana, Sujeong-ah.”

“Eonni, aku berjanji, aku berjanji kita bisa melewati semua ini.”

“Tentu saja! Tentu saja kita bisa.”

“Mulai sekarang aku akan membantu eonni bekerja, eonni tak usah khawatir, aku akan berhenti kuliah untuk bekerja. Aku sudah memikirkan semuanya.”

Jessica melepaskan pelukan mereka, ia menatap Krystal lekat, tangannya memegang kedua pundak Krystal.

“Eonni sudah menyisihkan uang untuk kuliahmu, Sujeong. Tak usah khawatir,” Jessica mengelus rambut Krystal.

“Aku benar-benar sudah memutuskannya, eonni. Saat ini yang kupikirkan hanyalah bagaimana cara melunasi semua hutang kita.”

“Mengapa tiba-tiba adik kecilku berpikiran dewasa seperti ini, heum?”

Krystal hanya tersenyum.

“Seunghoon Oppa akan membantuku mencari pekerjaan.”

“Seunghoon yang dari Busan itu?” tanya Jessica penasaran.

“Aku hanya mengenal satu Seunghoon, tentu saja Seunghoon yang dari Busan itu.”

“Apa kau tak tahu?” Jessica menatapnya tak percaya.

“What?”

“Seunghoon sudah menjadi fotografer terkenal! Ia benar-benar sukses saat ini!”

Kini Krystal mengerti, ternyata Seunghoon bukan lagi Seunghoon yang dikenalnya dulu, Seunghoon yang ini sudah meraih impiannya dan sukses. Ini menjelaskan mobil mewah Seunghoon dan Seunghoon yang selalu mengajaknya pergi ke tempat mahal.

~TBC~

One thought on “[Part 8] My Everything – HunHan

  1. Daebak!!! Ff nya keren banget😀, ceritanya baguuusss sekalii🙂 nggak sabar nunggu part 9 nyaaaa… jangan lama” ya thor 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s