[Part 9] My Everything – HunHan

Author : dugeunkyoo

Title : My Everything

Cast : Sehun, Luhan, Krystal, Kris, Jongin, Kyungsoo, and other

Genre : Genderswitch

Disclaimer : milik orangtua masing-masing, milik Tuhan, milik saya hanya FF ini

Author Note : THIS FANFICTION IS GENDERSWITCH! DON’T LIKE DON’T READ!

Sorry for typos! Happy reading!

등골브레이커

Sehun menatap ponselnya. Krystal bahkan tak membalas ucapan selamat malamnya. Padahal biasanya Krystal sangat bersemangat dengan hal-hal seperti itu. Ia merasa ada yang aneh, namun ia tak tahu apa yang aneh.

Saat itulah Sehun sadar, sejak Luhan pergi, Kris tak sekalipun terlihat di apartemen. Pagi itu Kris berangkat seperti biasa. Berarti sudah empat hari Sehun tak melihat Kris.

“Apa Kris Hyung tak pulang?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

Sehun memutuskan untuk membuka buku telepon yang disimpan Luhan. Luhan menulis sendiri nomor orang-orang terdekat dan nomor penting. Membuka buku itu, membuat Sehun semakin merindukan Luhan.

Kris menjawab panggilannya pada dering ketiga.

“Yeoboseyo?”

“Kris Hyung? Ini Sehun.”

“Ah, ya, ada apa?”

“Aku tak pernah melihatmu di apartemen. Kau dimana hyung? Baik-baik saja kan?”

“Kau tahu Sehun, aku mendengar semuanya. Aku mendengar perdebatan kalian pagi itu. Saat aku pergi bekerja hari itu, aku membawa koperku juga.”

“Benarkah?” Sehun berlari ke kamar Kris, melihat bahwa sebagian besar barang Kris sudah tak ada.

“Aku tak membawa banyak. Aku di sana hanya karena Luhan. Kalau Luhan pergi, aku merasa canggung di sana sendirian.”

“Janganlah merasa begitu, hyung.”

“Sehun-ah… Meski kau tak mengenalku sebelum ini, aku sudah mengenalmu melalui Luhan. Kau pasti butuh waktu sendirian untuk memikirkan semuanya. Ini sudah empat hari, harusnya kau sudah memutuskan apa yang akan kau lakukan.”

“Ne, hyung. Aku sudah berpikir dan yakin.”

“Good boy. Kabari aku jika Luhan sudah kembali.”

“Tentu, hyung.”

“Baiklah, akan aku tutup—“

“Tunggu, hyung!” Sehun menyela perkataan Kris. “Apa kau sudah memiliki yeojachingu?”

“Urusi masalah percintaanmu sendiri, Sehun.”

등골브레이커

“Kai, dari mana saja?” sambut Kyungsoo yang menunggu Kai.

“Tempat Sehun. Aku sudah berbicara dengannya.”

“Benarkah? Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Kyungsoo penasaran. “Tenang saja, Luhan sudah tidur duluan.”

“Yah, hanya pembicaraan antar laki-laki. Sehun berpikir, mungkin ia hanya mengagumi Krystal.”

“Lalu bagaimana dengan Luhan?”

“Ada kemungkinan Sehun menyukai Luhan. Kau tahu sendiri mereka tak terpisahkan. Mereka sudah terbiasa dengan kehadiran satu sama lain.”

Kai menatap Kyungsoo, lalu menciumnya sekilas.

“Ada sesuatu yang harus kubicarakan denganmu,” ucap Kyungsoo serius.

“Ya?”

Wajah Kyungsoo tampak cemas. “Kai, aku hamil.”

“Hamil?!” Kai tampak sangat terkejut.

“Aku tak ingin kehilangannya, aku ingin merawat anak ini, Kai.”

Kai tersenyum. “Tentu saja, tentu saja, Kyung! Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama.”

Kyungsoo menatap Kai tak percaya.

“Gomawo,” bisiknya lemah.

“Kyung, gomawo. Ini adalah hal terindah yang pernah kuterima.”

등골브레이커

Luhan bangun pagi-pagi sekali. Ini hari kelima. Luhan seharusnya sudah mulai menjernihkan pikiran. Tetapi ia masih kacau, ia masih bingung, dan merasa sedih. Ia mengenakan jaket dan sepatu, lalu berlari keluar rumah.

Sudah setengah jam Luhan duduk di atas batu besar. Memandang danau di hadapannya. Ia hanya diam dan menjernihkan pikirannya. Ini adalah salah satu tempat rahasia Luhan. Dimana ia bisa mencari ketenangan.

Luhan memutuskan ia akan mengikuti arus. Perasaannya masih sama. Ia masih mencintai Sehun. Namun ia akan membiarkan semuanya berjalan dan Luhan akan mengikutinya. Ia tak ingin berpikir banyak. Luhan hanya ingin bahagia, itu saja. Kalaupun nanti Sehun memutuskan Krystal, itu adalah keputusan Sehun yang sudah dipikirkannya dengan baik. Meskipun Sehun memilih Krystal, Luhan juga akan menerimanya. Masalah Sehun dan Krystal bukan masalahnya. Masalahnya hanyalah perasaannya yang bertepuk sebelah tangan.

Saat matahari mulai tinggi, Luhan memutuskan kembali. Ia mendapati Kyungsoo dan Kai yang duduk berdua di ayunan.

“Kukira kau belum bangun, Luhan!” seru Kyungsoo membuat Luhan tertawa.

“Aku bahkan bangun lebih pagi daripada matahari!”

“Memangnya kau pergi kemana?” tanya Kai.

“Ke danau, di timur sana,” Luhan menunjuk arah timur.

“Ada danau?” tanya Kyungsoo dan Kai tak percaya.

“Berjalanlah satu kilometer dari sini, lurus terus melewati jalan setapak. Danau itu benar benar jjang!” Luhan menunjukkan kedua jempolnya.

“Ah, aku terlalu malas untuk berjalan,” ucap Kyungsoo.

“Next time, kalau kau sudah tak membawa bayi, aku akan mengajakmu ke danau.”

“Janji?” Kyungsoo mengulurkan tangannya, menunjukkan jari kelingking.

“Janji!” Luhan menautkan jari kelingkingnya dan Kai hanya tertawa.

“Ayo masuk dan sarapan!” ajak Kai.

Luhan membantu Kyungsoo memasak sarapan. Meski Luhan bisa memasak, namun skill Kyungsoo sudah jauh di atasnya. Kyungsoo pernah mengambil kursus memasak dan kini ia memasak seperti chef profesional.

“Jadi, lusa kita pulang kan, Lu?”

Luhan memandang Kyungsoo, “Tentu saja. Terima kasih, kalian berdua sudah menemaniku selama ini.”

“Tak masalah,” jawab Kai. “Ah, ya, aku kemarin pergi ke apartemen kalian. Sehun terlihat kacau.”

“Ah,” Luhan menghentikan makannya. “Apa ia makan dan tidur dengan baik?” tanyanya lirih.

“Ia bisa menjaga dirinya sendiri. Tak usah khawatir, Lu.”

등골브레이커

Begitu Krystal keluar dari gedung apartemennya, ia melihat Seunghon yang bersandar pada mobilnya.

“Hei, Krystal!” Seunghoon melambaikan tangannya.

“Kenapa oppa ada di sini sepagi ini?”

“Mengantarkanmu kuliah, tentu saja.”

“Oppa, aku bahkan bukan pacarmu tapi kenapa kau sebaik ini padaku?” tanya Krystal sembari tertawa dan membuka pintu mobil.

Seunghoon hanya tertawa.

“Lagipula oppa kan sudah tahu, kalau aku memutuskan berhenti kuliah. Aku hanya akan mengurus dokumen-dokumenku.”

“Aku hanya ingin menemani.”

“Kenapa oppa tak mengatakannya padaku?”

“Apa?” tanya Seunghoon tak mengerti.

“Kalau oppa sudah menjadi fotografer. Seperti impianmu dulu.”

“Kupikir kau sudah tahu,” Krystal hanya terdiam.

“Karena kini kau sudah tahu..” Seunghoon menarik napas, “Jadilah modelku.”

“Eoh?”

“Jadikan itu pekerjaanmu. Temanku memiliki agensi model yang cukup besar.”

“O..kay..”

“Hari ini aku harus memotret untuk sebuah majalah dan mereka memintaku untuk membawa model. Kau harus ikut denganku hari ini!” ucap Seunghoon dengan semangat.

“Ne!”

Krystal sangat berterima kasih pada Seunghoon. Seunghoon yang sudah menemaninya selama beberapa hari terakhir ini. Seunghoon yang membantunya kembali menjadi dirinya yang lebih baik.

Krystal mengurus dokumennya dengan cepat. Ia bahkan tidak peduli tatapan aneh yang dilayangkan kepadanya ketika ia mengatakan masalah biaya yang membuatnya memutuskan berhenti kuliah. Sementara itu, Seunghoon tetap menunggu Krystal.

“Oppa, apakah menurutmu aku harus memberitahu Sehun Oppa kalau aku berhenti kuliah? Kemarin ia menelponku dan aku berkata hari ini aku ada jadwal kuliah. Dan besok aku akan bertemu dengannya.”

“Terserahmu saja.”

“Kalau begitu aku tidak akan memberitahunya,” putus Krystal.

등골브레이커

Sehun memutuskan untuk kembali masuk kuliah. Beberapa hari tidak masuk membuatnya ketinggalan banyak hal. Ia harus segera mengejar ketertinggalan dan meminjam catatan teman-temannya. Sehun berpikir bahwa ada kemungkinan ia akan bertemu dengan Krystal, karena Krystal mengatakan jadwal kuliahnya penuh hari ini. Namun ia tak melihat Krystal, bahkan di kafetaria sekalipun. Ketika ia bertanya pada teman Krystal, mereka mengatakan Krystal sama sekali tidak menghadiri kelas hari ini.

“Di mana Krystal? Mengapa ia tak terlihat?” tanya Sehun pada dirinya sendiri.

Meski ia sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Krystal, namun tetap saja ia masih merupakan pacar Krystal.

Namun tak lama kemudian Sehun melihat Krystal yang berlari menuju tempat parkir. Sehun mengikutinya dan melihat Krystal bersama seorang namja yang tak ia kenal.

“Haruskah aku menjadikan namja itu sebagai alasan? Seperti yang dikatakan Kai?”

Sehun mulai berpikir untuk melakukan apa yang diberitahukan Kai kepadanya. Mungkin ia bisa membahas masalah namja itu pada Krystal dan menuduh Krystal berselingkuh.

“Ah, aku merasa jahat sekali.”

등골브레이커

Sore itu Luhan membantu Kyungsoo untuk membereskan pakaian. Ia sama sekali tak membawa pakaiannya sendiri, semuanya adalah milik Kyungsoo. Meski mereka baru akan kembali lusa, packing lebih cepat tak ada salahnya juga.

“Kyung, aku merindukan Sehun.”

“Iya, aku tahu. Terlihat sangat jelas kalau kau merindukannya.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Kalian kan memang tak pernah terpisahkan.”

“Aku ingin mendengarkan suara Sehun! Aku jadi tak sabar ingin segera kembali!”

“Ada apa denganmu ini? Kenapa malah semangat sekali bertemu Sehun? Haruskah kita kembali besok?” Kyungsoo memberi saran.

“Haruskah?” Luhan tampak berpikir. “Bagaimana kalau besok sore?”

“Baiklah, aku akan mengatakan pada Kai.”

“Ah, berarti kita hanya enam hari di sini. Entah mengapa rasanya lama sekali. Aku ingin segera kembali. Aku ingin berbicara dengan Sehun dengan baik-baik. Aku ingin agar hatiku cepat lega dan aku tak merasa terbebani lagi.”

“Jadi, kau sudah memutuskan semuanya?”

“Aku sudah berpikir dengan jernih. Itu tujuanku datang ke sini kan?”

“Pokoknya kau harus berpikir dewasa!”

“Tentu saja!”

등골브레이커

Hari keenam sejak Luhan pergi.

Sehun sudah bersiap-siap untuk menemui Krystal di EXO Bubble Tea. Ia berangkat lebih awal. Dan ia sibuk memikirkan kata-kata untuk Krystal. Meskipun ia harus menyakiti Krystal, ia harap Krystal akan mengerti dengan keputusannya.

Namun ketika ia tiba di EXO Bubble Tea, Krystal sudah berada di sana lebih dulu.

“Annyeong, Krys,” sapa Sehun.

“Annyeong, oppa,” balas Krystal dengan senyuman.

“Jadi—“

“Taro bubble tea, favoritmu,” Krystal memutus perkataan Sehun. “Aku pikir mungkin kita harus sedikit berbasa-basi.”

Sehun hanya tersenyum kecil.

“Oppa tak usah khawatir. Aku tahu maksud oppa mengajakku bertemu seperti ini?”

Sehun masih diam dan meminum bubble teanya dengan tenang.

“Baiklah kalau begitu… itu akan lebih baik,” ucap Sehun akhirnya.

“Terima kasih untuk semuanya, oppa. Terima kasih untuk beberapa bulan terakhir ini,” Sehun memandang Krystal dengan bingung. “Oppa memang seseorang yang sangat baik. Aku harap oppa akan terus begitu.”

“Apa maksudmu, Krys?”

“Oppa… Kita akhiri saja hubungan kita ini.”

~TBC~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s